Mengenal Ujang Bustomi: Ahli Hikmah Pembasmi Dukun Santet

7
1082

BincangSyariah.Com – Ujang Bustomi mulai dikenal sebagai YouTuber semenjak beberapa bulan terakhir. Pria kelahiran Cirebon ini pertama kali mengunggah konten YouTubenya pada 22 Januari 2020. Sementara itu, menurut data Socialblade, YouTube Kang Ujang Busthomi dibuat sejak 12 Januari 2020. Artinya, selisih waktu pembuatan akun dan unggah konten pertama kali hanya 10 hari.

Hingga kini, subscriber Kang Ujang sudah mencapai 3,5 juta. Selain itu, menurut perkiraan Socialblade, penghasilan YouTube Kang Ujang mencapai 18.200 hingga 291.000 US dollar. Bila dirupiahkan, penghasilan dari YouTube saja Kang Ujang bisa meraup sekitar Rp. 268,859,500.00 hingga 4,5 miliar rupiah.

Dalam berbagai kesempatan, pria yang pernah tampil di program televisi Dua Dunia ini menjelaskan, pembuatan konten tentang mistis melalui YouTube pribadinya mengisi waktu kosong di tengah lockdown akibat pandemi virus corona.

Ujang Bustomi memiliki garis keturunan hingga ke Syekh Syarif Hidayatullah, Cirebon. Berikut ini nasab lengkapnya:

Lukman Hakim bin Kiai Khudori bin Kiai Jamhur bin Kiai Arif bin Tubagus Muhyiddin bin Tubagus Muhammad Sholeh bin Tubagus Bunyamin bin Maulana Asyiqin bin Maulana Zainal Arifin bin Maulana Abul Mahasin bin Maulana Manshur bin Maulana Abdul Fattah Tirtayasa bin Maulana Abul Mafakhir bin Maulana Yusuf bin Maulana Sultan Hasanuddin Banten bin Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Pria yang memilik profesi sebagai kontraktor ini melanglang buana menuntut ilmu di berbagai pesantren. Ia pun dikenal sebagai ustaz ahli hikmah.

Ahli hikmah yang dimaksud di sini adalah ustaz yang memiliki keahlian supranatural, seperti menaklukan sihir, jin, dan mengobati pasien-pasien yang terkena serangan gaib. (Baca: Menggunakan Ilmu Sihir Untuk Menghilangkan Pengaruh Sihir, Apakah Boleh?)

Baca Juga :  Ayat Ahkam: Keharaman Sihir (QS. Al-Baqarah: 102)

Riwayat Pendidikan Pesantren Kang Ujang 

Sejak usia 8 tahun, Kang Ujang sudah mengenyam pendidikan di pesantren. Pertama kali menginjakkan pendidikan agama, ustaz asal Cirebon ini menetap di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Ustaz yang masih memiliki garis keturunan dari Sunan Gunung Jati, Syekh Syarif Hidayatullah ini, nyantri di Kempek selama 7 tahun.

Tidak puas hanya di Kempek, ustaz Ujang melanjutkan studi ke pondok pesantren di Kediri. Di antaranya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean Kediri.

Selain itu, Ujang Bustomi juga pernah mengenyam pendidikan di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Saat itu, pengasuh pesantren tersebut adalah K.H. Ishaq al-Hafidz. Menurut Ujang Bustomi, kiainya ini tergolong ulama yang ahli hikmah. Ia belajar di sini selama 2 tahun.

Ahli hikmah yang dimaksud di sini adalah ulama yang memiliki keahlian supranatural, seperti menaklukan sihir, jin, dan mengobati pasien-pasien yang terkena serangan gaib. (Baca: Hukum Mempelajari Ilmu Sihir dalam Islam)

Kembali ke perjalanan pendidikan Ujang Bustomi, ia terakhir kali nyantri di Bumi Ayu, Brebes. Pilihannya jatuh pada Pesantren Al-Hikmah, Benda, Sirampog, Brebes. Di sini ia takhasus menghafalkan Al-Qur’an dari tahun 2000 hingga 2004.

Riwayat Shalawat Ujang Bustomi

Dalam salah satu tayangan YouTubenya, ustaz pemilik Padepokan Al-Bustomi Anti Galau ini menceritakan mengapa dirinya seringkali menganjurkan shalawat pada para penggemarnya.

Ustaz ahli hikmah ini menceritakan bahwa dirinya pernah nekad mendatangi sebuah gua yang sangat angker. Siapa saja yang memasuki gua tersebut itu tidak akan bisa keluar kembali. Katanya, gua tersebut kerap dijadikan tempat pesugihan.

“Saya ada cerita menarik. Dulu saya pernah mendatangi salah satu tempat di mana tempat itu merupakan tempat pesugihan. Tempat itu berupa gua. Di dalam gua itu siapa saja yang memasukinya tidak akan bisa keluar, karena dahsyatnya setan belek yang ada di gua tersebut,” ujar ustaz Ujang.

Baca Juga :  Dinasti Ayyubiyyah: Dari Memberontak Fatimiyyah sampai Saling Berebut Kekuasaan antar Keluarga

“Saya sempat izin pada juru kunci gua tersebut,” cerita Kang Ujang mengenang.

“Saya tidak mau bertanggung jawab,” timpal juru kunci tersebut.

“Loh, memang kenapa Pak Kuncen?” timpal Ujang Bustomi bingung.

“Setiap yang masuk di gua itu pasti mati,” jelas juru kunci gua angker itu.

“Loh kok bisa?” tanya Ujang Bustomi.

“Dimakan setan.” jawab juri kunci yang tidak disebutkan namanya.

Setelah bernegosiasi dengan juru kunci gua, Ujang Bustomi diperbolehkan memasuki gua tempat pesugihan tersebut. Namun, juru kunci tersebut tidak mau menemani Ujang Bustomi masuk ke dalam gua tersebut.

Ujang Bustomi pun akhirnya masuk ke dalam gua tersebut, dan tercium bau tidak sedap menyengat. Setelah Ujang Bustomi masuk ke dalam gua tersebut, ternyata memang banyak tengkorak manusia.

“Saya tidak tahu, entah itu dimakan setan, atau ular biasa. Wallahu a’lam bis shawab,” jelas Ujang Bustomi.

Saat menelusuri gua angker tersebut, Ustaz Ujang Bustomi mendapat serangan dari sesosok siluman ular. Menurut penuturan Ujang Bustomi, bacaan zikiran apapun yang ia miliki itu blank, tidak ingat. Ular siluman yang menyerangnya berjumlah 3, arah depan, kanan, dan kiri.

Tetiba, di saat bacaan apapun tak diingatnya, Ujang Bustomi mendapat bisikan suara gurunya, K.H. Ishaq al-Hafidz, berupa shalawat yang kini seringkali ia baca. Adapun shalawat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

اللهم صل على محمد يا رب صل عليه وسلم # اللهم صل على محمد يا رب صل عليه وسلم

Allohumma sholli ‘ala Muhammad ya robbi sholli ‘alaihi wa sallim # Allohumma sholli ‘ala Muhammad ya robbi sholli ‘alaihi wa sallim

رب فانفعنا ببركتهم واهدنا الحسنى بحرمتهم # رب فانفعنا ببركتهم واهدنا الحسنى بحرمتهم

Baca Juga :  Penelusuran Sejarah Budaya Memakai Baju Baru di Hari Raya

Robbi fanfa’na bi barkatihim wahdinal husna bi hurmatihim # Robbi fanfa’na bi barkatihim wahdinal husna bi hurmatihim

Dengan membaca shalawat ini, akhirnya 3 siluman ular yang ingin menerkam pria kelahiran Cirebon ini musnah.

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here