Mengenal Sisilia Italia; Mutiara yang Hilang dari Genggaman Umat Islam

1
1336

BincangSyariah.Com – Perjalanan pasukan Muslim untuk menaklukan Kepulauan Sisilia tidak berjalan dengan mudah. Sebab terdapat perlawanan sengit dari Byzantium yang kala itu menjadi salah satu kekaisaran terkuat di dunia. Puluhan tahun pejuang Muslim bertempur, sampai pada akhirnya Dinasti Aghlabiah di Afrika Utara berhasil menaklukan seluruh wilayah Sisilia di awal abad 10 M. Tercatat umat Islam pernah memiliki kepulauan ini selama dua abad lamanya. Selama kurun waktu tersebut Sisilia berkembang pesat menjadi sebuah daerah maju yang kental akan nuansa Islami.

Menurut Syauqi Abu Khalil dalam kitabnya Fathu Shiqqliyya, di abad pertengahan Kepulauan Sisilia merupakan pusat transmisi ilmu pengetahuan Islam ke Eropa. Misalnya dalam bidang pertanian, wilayah ini dapat menghasilkan katun, tebu dan kacang tanah yang sebelumnya belum pernah dikenal. Uniknya, peradaban Islam di kepulauan ini tetap bertahan bahkan berkembang walaupun tidak lagi dikuasai pasukan Muslim.

Malahan, penguasa baru (bangsa Norman) mendapatkan keuntungan, karena dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan umat Islam yang kala itu sudah berkembang pesat di banding peradaban lainnya. Mengetahui kehebatan orang – orang Islam, Raja Kepulauan Sisilia, Roger II meminta para ahli dari kalangan Muslim untuk bekerja di kerajaannya. Tidak hanya yang bermukim di Sisilia saja, tapi juga meminta bantuan para ahli yang berasal dari Ifriqiya dan Andalusia.

Dalam kerajaan Roger, Abu Abdullah al-Idrisi as Sabti seorang pakar geografi bertugas untuk membuat sebuah peta dunia. Ia berhasil membuat sebuah kitab fenomenal berjudul  Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq atau yang dikenal juga dengan nama Tabula Rogeriana. Kitab ini merupakan sebuah ensiklopedia geografi yang menjelaskan tentang keadaan geografis suatu wilayah lengkap beserta penjabaran mengenai keadaan masyarakat. Kitab ini merupakan karya terbaik di abad pertengahan dalam bidang geografi.

Baca Juga :  Potret Kehidupan Keluarga di Masyarakat Arab pra Kenabian Muhammad di dalam Alquran (Bagian 1)

Selain itu, Roger juga mempertahankan sistem administrasi yang sudah dibangun umat Islam. Ia menempatkan sejumlah ahli dari kalangan Muslim untuk mengisi posisi penting di kerajaannya seperti bertugas dalam bidang administrasi negara. Sistem penanggalan sehari–harinya pun menggunakan kalender hijriah. Oleh karena itu, tidak lah aneh jika ditemukan banyak sekali kosa kata serapan dari bahasa Arab yang masih digunakan masyarakat Sisilia sampai sekarang.

Menurut Ibnu Jubair dalam kitabnya Rihlat Ibnu Jubair memaparkan kondisi umat Islam saat ia berkunjung ke  Messina dan Palermo pada tahun 580 H. Di Messina, seorang raja bernama William sangat mempercayai orang – orang Islam. Sehingga menempatkan mereka di sejumlah posisi penting dalam kerajaannya. Keadaan itu membuat banyak Muslimah dapat bekerja di isana raja. Dikisahkan oleh Yahya bin Fatyan at-Tiraz, seorang penyulam yang bekerja di istana, suatu ketika datang orang-orang Nasrani dari bangsa Norman mengunjungi istana. Kemudian mereka masuk Islam setelah melihat perilaku para Muslimah yang gemar berbuat kebaikan.

Adapun para pemuda Muslim di kota ini, mereka rajin melaksanakan ibadah puasa, bersedekah dan melakukan kebaikan lainnya seperti membebaskan para budak. Sedangkan di kota besar Palermo, umat Islam hidup dengan penuh keimanan. Mereka berkumpul dan memenuhi masjid–masjid saat azan berkumandang serta memiliki sejumlah fuqaha sabagai ahli mengenai hukum Islam. Selain itu, mereka juga memiliki pemukiman dan pasar khusus yang banyak dihuni orang–orang Islam. Walaupun berada di bawah pimpinan non Muslim tidak menghentikan  semangat juang para Muslim untuk berdakwah. Hal itu dilakukan semata – mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ibnu Jubair melihat kota Palermo mirip dengan Qurtuba sebab keduanya memiliki banyak masjid dan sama – sama memiliki istana kuno yang terletak di pusat kota. Keberadaan Islam, telah berhasil membawa Sisilia ke puncak peradaban. Hal itu tidak terlepas dari kemampuan umat Islam dalam mengatur sebuah wilayah.

Baca Juga :  Beberapa Temuan tentang Orang Nusantara Masuk Islam Sejak Masa Khalifah Umar

Tidak hanya itu, peradaban Islam Sisilia telah turut menginspirasi kebangkitan Eropa, mengingat banyak ilmuan dari kalangan Muslim yang pernah menetap di kepulauan ini. Layaknya sebuah peradaban, peradaban Islam di Sisilia pun mengalami fase kemajuan dan fase kemunduran. Setelah berhasil berjaya dengan begitu banyak prestasi serta pencapaiannya, Peradaban Islam di Sisilia mulai goyah disebabkan munculnya berbagai macam permasalahan. Keadaan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Norman untuk merebut Sisilia.

Mereka kemudian melakukan penyerangan dan berhasil mengalahkan pasukan Muslim. Sehingga pada tahun 1090 M, Sisilia terlepas dari kekuasaan umat Islam. Ada banyak faktor yang menyebabkan terlepasnya Kepulauan Sisilia dari genggaman umat Islam. Namun yang paling menonjol adalah munculnya perpecahan di kalangan masyarakat Muslim disebabkan tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan serta tidak adanya sosok pemimpin yang bisa mempersatukan umat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here