Mengenal Musa bin Nushair Sang Penakluk Andalusia

1
1200

BincangSyariah.Com – Musa bin Nushair bernama lengkap Abu Abdu ar-Rahman Musa bin Nushair (640-716 M), ia merupakan seorang panglima perang sekaligus gubernur wilayah Afrika di Dinasti Umayyah era kepemimpinan Walid bin Abdul Mulk (Walid I). Musa pernah bergabung dalam penaklukkan wilayah Cyprus, sebuah negara berbentuk pulau yang terletak di sebelah Turki pada masa Khalifah Mu’awiyyah bin Abi Sufyan.

Artinya, rekam jejaknya dalam dunia militer sudah dimulai sejak kali pertama Dinasti Umayyah berkuasa. Bahkan ia mampu meredamkan pemberontakan dari suku Barbar yang hendak melepaskan diri dari kekuasaan Dinasti Umayyah. Ia juga berhasil menaklukkan wilayah Andalusia dengan meruntuhkan kerajaan Ghotik di Isbania.

Ibnu Bisyikwal, sejarawan berkebangsaan Andalusia (w. 1183 M) menyebutkan bahwa nama aslinya Musa bin Nushair adalah Musa bin Nushari bin Abdirrohman bin Zaid. Perkaatan tersebut dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah. Sebagian sejarawan bahkan menyebutkan bahwa ayahnya merupakan seorang budak dari suku Lakhm.

Menurut sumber lain dari al-Ishobah fii Tamyiiz as-Shohabah karya Ibnu Hajar, bahwa ayah dari Musa bin Nushair merupakan penjaga keamanan untuk Mu’awiyah bin Abi Sufyan saat ia menjadi Gubernur Syam di masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Dan masih banyak versi tentang riwayat ayahandanya.

Pasca pertemuannya dengan Abdul Aziz bin Marwan, di Mesir dan berhasil memenangkan pertempuran pada 703 M dengan Barca, sebuah kota yang kini berada di negara Libiya, Abdul Aziz menjadi gubernur untuk Mesir dan Musa untuk wilayah Afrika menggantikan Hasan bin Nu’man. Keduanya menjadi gubernur pada masa kekhalifahan Walid I.

Setelah menjadi gubernur untuk wilayah Afrika, Musa berhasil meredamkan pemberontakan yang dilakukan suku Barbar. Musa kembali melakukan penaklukkan daerah-daerah yang direbut oleh suku Barbar dari kaum Muslimin. Tidak hanya itu, Musa juga berhasil membuat suku Barbar masuk Islam dan masuk dalam kelompok tentara Muslim.

Baca Juga :  Tiga Peninggalan Peradaban Islam Paling Terkenal di Cordoba Spanyol

Pada tahun 709 M, seorang raja bernama Julian mengirimkan surat kepada Musa bin Nushair dan menceritakan perihal perlakuan seorang Raja Visighot bernama Roderick kepada putrinya. Julian meminta kepada Musa agar ia melakukan penyerangan kepada kerajaan milik Roderick. Musa lalu mengirim surat kepada Walid dan menyampaikan cerita tersebut.

Lalu atas perintah Walid I, pada bulan Ramadhan tahun 710 M Musa mengirimkan 400 pasukan perang di bawah kendali Tharif bin Malik. Kemudian disusul dengan dikirimnya Thariq bin Ziyad dengan memimipin 7000 pasukan yang mayoritas dari suku Barbar dan diperintahkan untuk menyebrangi Andalusia untuk melakukan ekspansi di sana. Sampailah Thariq dan pasukannya pertama kali di sebuah gunung yang kemudian dikenal dengan Jabl at-Thariq (Gibaltar).

Saat berita tentang Thariq dan pasukannya sampai kepada Roderick, ia melakukan penyerangan dari Toledo. Saat Musa mengetahui bahwa Thariq telah berhasil melemahkan pasukan Roderick, ia mengirimkan lagi 500 pasukan agar menjadi 12000 pasukan. Seluruh pasukan muslim akhirnya mampu menaklukkan kerajaan milik Roderick dan ia justru kembali melarikan diri.

Setelah keberhasilan Thariq atas penaklukkan tersebut, ia membagi pasukannya menjadi tiga bagian dan mengirimnya ke Elvira, Riyyah, dan Toledo. Setelah itu Thariq mendapat mandat dari Musa atas perintah Walid agar meneruskan ekspansinya. Maka ia meneruskannya sampai Cordoba.

Setelah Thariq melakukan ekspansi ke wilayah Andalusia, Musa juga melakukan ekspansi ke beberapa wilayah di Andalusia dengan menempuh jalan yang tidak ditempuh oleh Thariq. Hal demikian agar Musa bisa melakukan ekspansi di wilayah yang belum dikuasai oleh Islam. Musa berhasil menaklukkan kota Sevilla, Sedonia, Carmona, Beja dan Merida. Namun ia dan pasukan muslim mendapat perlawanan dari penduduk Sevilla. Mereka menghancurkan kaum muslim dan membunuh beberapa kaum muslim.

Baca Juga :  Sejarah Tahun Gajah dan Pelajaran Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Atas kejadian itu, Musa mengutus anaknya untuk membantunya meredamkan pertempuran tersebut. Kemudian meneruskan ekspansinya dan berhasil menaklukkan wilayah Lablah. Ia juga berangkat menuju Toledo dan bertemu dengan Thariq di daerah Talavera. Ia mengingatkan kepada Thariq tentang beberapa perbedaan pendapat dalam beberapa keputusan. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka bersama.

Pda tahun 714 M, Musa dan Thariq mendapatkan perintah untuk kembali ke Damaskus, pusat pemerintahan Dinasti Umayyah kala itu. Kemudian ada beberapa pendapat mengenai kewafatan Walid I. Sebagian sumber yang dikutip dari Ibnu Abdil Hakam mengatakan bahwa Musa dan Thariq mendatangi Sulaiman bin Abdul Muluk setelah wafatnya Walid. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa Sulaiman mengirim surat kepada Musa dan memintanya untuk memasukkannya ke dalam jajaran pemerintahan pada saat Walid mengalami sakit.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh Musa. Ada dua versi juga tentang Musa dan Thariq apakah keduanya sempat bertemu dengan Walid atau tidak. Masih dari sumber yang sama, menyebutkan bahwa saat Sulaiman menjadi khalifah ia lalu memecat dan menuduh Musa melakukan korupsi. Yazid bin Muhlab lah yang mampu menyelamatkan Musa dari tuduhan itu.

Ibnu Khalqan (w. 1282 M), sejarawan pada masa Dinasti Abbasiyyah menyebutkan Musa adalah sosok panglima perang yang cerdas, mulia dan bertakwa kepada Allah. setelah uraian sejarah, kita bisa menilai bahwa Musa sangat cerdas dan memiliki peran penting pada masa kepemimpinan Walid dalam hal perluasan wilayah. Ia selalu sigap dan pandai dalam mengatur strategi.

1 KOMENTAR

  1. […] Selanjutnya, Masjid  Agung Zaragoza atau yang kemudian berkembang menjadi Masjid Jami’ Al Abyad. Masjid ini juga dibangun oleh Hanasy As-San’ani. Tepatnya saat rombongan Musa bin Nusair berkunjung kesini dan berhasil mendudukinya sebagai bagian dari pemerintahan Islam. Sebagai simbol  kebesaran Islam disamping kebutuhan umat, masjid ini pun didirikan. (Baca: Mengenal Musa bin Nushair Sang Penakluk Andalusia) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here