Mengenal Kiai Idris Jamsaren Solo

0
348

BincangSyariah.Com – Kiai Idris Jamsaren adalah cucu Kiai Imam Rozi, pendiri Pesantren Singo Manjat Tempursari Ngawen Klaten. Kiai Idris merupakan salah satu santri kinasih Kiai Sholeh Darat Semarang (1820-1903). Jika dirunut perjalanan keilmuannya, Kiai Idris Jamsaren merupakan seperguruan dengan Kiai Hasyim Asy’ari (1871-1947) dan Kiai Ahmad Dahlan (1868-1923).

Konon, Kiai Idris merupakan salah satu penerus pengajian yang diampu Kiai Sholeh Darat, sebelum dalam beberapa tahun berikutnya pindah ke Jamsaren Solo pada tahun 1878. Dari sentuhan perjuangan Kiai Idris, Pesantren Jamsaren yang mati suri selama 50 tahun kembali hidup menjadi kiblat keilmuan di Surakarta. Selain itu, Kiai Idris Jamsaren juga dipercaya oleh Pakubuwono X untuk memimpin Madrasah Mambaul Ulum.

Adapun beberapa nama yang bisa disebut sebagai salah satu santrinya Kiai Idris Jamsaren adalah,

KH. Maksum Lasem (Pendiri Pesantren al-Hidayat Rembang),

KH. R. Abdul Fattah (Pendiri Pesantren Mangunsari Tulungagung),

KH. Manshur (Pendiri Pesantren al-Manshur Klaten), KH.R Dimyati (Pengasuh Pesantren Termas Pacitan),

KH. Arwani Amin (Pendiri Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus),

KH . Ahmad Abdul Hamid (Pengasuh Pesantren al-Hidayah Kendal),

KH. Abdul Hadi Zahid (Pengasuh Pesantren Langitan Tuban),

K.H.R Abdul Mu’id (Pengasuh Pesantren Singo Manjat Klaten),

KH. Abdullah Syathori (Pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid al-Islami Cirebon),

Prof. KH. R. Muhammad Adnan, (Rektor Pertama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta),

KH. Ahmad Rukyat (Pengasuh Pesantren APIK Kaliwungu Kendal),

KH. Idris Kacangan Boyolali, (Mursyid Thariqoh Syadziliyah),

KH. Yasin Jekulo (Pendiri Pesantren Mbareng Kudus),

KH. Ahmad al-Hadi (Pendiri Pesantren Pertama di Bali),

KH. Masykur (Menteri Agama pada Kabinet Amir Syarifuddin, 1947),

dan masih banyak lagi tokoh lainnya.

Baca Juga :  Syaikh Muhammad Siraj Garut: Pakar Qiraat Asal Garut yang Mengajar di Mekkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here