Mengenal Istilah-istilah dalam Ilmu Fikih (Bagian II)

0
1440

BincangSyariah.Com – Berikut ini adalah kelanjutan dari tulisan mengenal istilah-istilah dalam ilmu fikih (bagian I) sebelumnya.

  1. Rukun. Rukun adalah suatu hal yang wajib kita kerjakan, dan hal itu merupakan bagian dari hakikat pekerjaan itu sendiri. Contohnya membaca surah Al-Fatihah di dalam salat, rukuk dan sujud. Maka hal-hal ini disebut dengan rukun. Karena sesuatu yang harus kita kerjakan dan bagian dari pekerjaan salat itu sendiri.
  2. Syarat. Syarat adalah suatu hal yang harus dikerjakan, dan bukan bagian dari hakikat pekerjaan itu. Tetapi, sesuatu itu merupakan hal yang dilakukan sebelum melakukan pekerjaan itu (muqaddimah/pendahuluan). Contohnya wudu, masuknya waktu salat, dan menghadap kiblat. Hal-hal ini merupakan syarat sahnya salat. Tetapi semua itu berada di luar salat, bukan bagian dari salat.
  3. Mandub. Mandub adalah sesuatu yang dituntut oleh syara’ untuk dikerjakan, tetapi tidak dengan tuntutan yang tegas. Di mana bagi orang yang mau melakukannya, maka ia akan mendapatkan pahala, dan bagi yang meninggalkannya maka ia tidak mendapat siksa. Contohnya salat Duha, salat malam, puasa enam hari di bulan Syawal dan lain sebagainya. Ibadah-ibadah ini jika dikerjakan, maka diganjar pahala, dan jika tidak dikerjakan, maka tidak akan mendapatkan siksa. Istilah mandub ini bisa juga disebut dengan sunnah, mustahab, tathawwu’ dan nafl.
  1. Mubah. Mubah adalah sesuatu yang dikerjakan dan ditinggalkan sama saja. Karena syariat tidak memerintahkan untuk meninggalkan dan tidak pula memerintahkan untuk mengerjakannya. Tetapi syariat memberikan kebebasan antara boleh meninggalkannya atau mengerjakannya. Oleh karena itu, tidak ada pahala bagi yang melakukannya dan tidak ada pula siksaan bagi yang meninggalkannya. Contohnya sebagaimana dalam firman Allah Swt.
Baca Juga :  Bolehkah Menyembelih Hewan dengan Mesin?

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ [الجمعة: 10].

Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu’ah/62: 10)

Berdasarkan ayat ini, menunjukkan bahwa melakukan aktivitas atau transaksi setelah melaksanakan salat Jumat adalah berhukum mubah. Hal ini boleh dilakukan bagi yang menginginkannya, dan boleh ditinggalkan bagi yang menghendakinya pula. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here