Mengenal Ibn Rusyd: Sosok Ulama, Dokter, dan Filosof Sekaligus

0
96

BincangSyariah.Com – Di kalangan orang yang membincangkan permasalahan perbanding mazhab dalam fikih, namanya disebut-sebut. Begitu juga ketika mengkaji perkembangan gagasan filsafat dan kedokteran dalam khazanah sejarah Islam. Beliaulah Ibn Rusyd al-Hafiid, ulama asal Qurthubah (Cordoba, berada di wilayah negara Spanyol sekarang) yang punya karangan populer, Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayatu al-Muqtashid.

Beliau bernama lengkap, Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Ahmad bin Rusyd. Keluarganya memang turun temurun menjadi Hakim Agung (al-Qadhi) di wilayah Cordoba. Ayahnya, Ahmad, juga seorang ahli fikih. Ibn Rusyd al-Hafiid adalah diantara muridnya, bersama dengan Abu al-Qasim Ibn Madho’, penulis kitab yang mengkritik sejumlah model pemahaman ahli Nahwu (gramatika bahasa Arab) berjudul Ar-Raddu ‘ala an-Nuhaat.

Kenapa ia disebut al-Hafiid yang bermakna cucu untuk membedakan dengan sang kakek yang juga bernama Muhammad. Kakeknya wafat di tahun 520 H, menulis karya berjudul al-Muqaddimaat li Awaail Mudawwanati al-Imam Malik.

Ibn Rusyd juga dilahirkan di tahun 520 H, beberapa bulan sebelum kakeknya wafat. Semenjak kecil, ia sudah belajar fikih hingga mahir, hadis, kedokteran, hingga ilmu kalam dan filsafat. Ibn al-‘Imad dalam Syadzaratu ad-Dzahab sampai-sampai menyebut kalau tingkat pemahaman Ibn Rusyd sudah di tingkat yang sulit dicari bandingannya pada masa itu. Ada salah satu ungkapan terkenal kalau Ibn Rusyd tidak pernah meninggalkan membaca kecuali di dua masa, pertama saat ayahnya wafat dan kedua saat malam pertama bersama pasangannya.

Ibn Rusyd kemudian menjadi Qadhi di Cordoba. Sebelumnya ia juga pernah menjadi Qadhi di wilayah Isybiliyyah (Sevilla). Ia begitu dihormati oleh penguasa saat itu, al-Manshur. Al-Manshur bahkan sempat meminta bertemu Ibn Rusyd sebelum memutuskan untuk berangkat berperang melawan Raja Portugal, Alfonso, di tahun 591 H.

Baca Juga :  Khadijah Pernah Bertemu Malaikat Jibril, Ini Reaksinya

Beliau menulis beberapa karya, diantaranya di bidang fikih, al-Khilaf, Ushul al-Fikh, Ilmu Kalam, bahasa Arab, Kedokteran, Logika, hingga Filsafat. Namun banyak karyanya yang tidak sampai ke era saat ini karena terbakar ketika terjadi fitnah antara keluarga raja dengan Ibn Rusyd. Diantara karyanya adalah,

  • Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayatu al-Muqtashid, kitab fikih yang mencakup penjelasan perbedaan pendapat di kalangan ulama di setiap bab.
  • Al-Bayan wa at-Tahshil fi Ikhtilaf Ahl al-‘Ilm
  • Mukhtashar al-Mushtashfa, sebagian dinamai dengan ad-Dharuri fi Ushul al-Fiqh, ringkasan kitab ushul fikih al-Mustashfa karya Imam al-Ghazali.
  • Minhaj al-Adillah
  • al-Kuliyyat fi at-Thibb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here