Mengenal Hadis Mutawatir

0
14229

BincangSyariah.Com – Mahmud Thahan dalam Taisir Mushthalah al-Hadis menjelaskan bahwa berdasarkan kuantitas perawinya, hadis terbagi dua: mutawatir dan ahad.

Mutawatir artinya beruntun atau berturut-turut. Maksudnya hadis mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi hadis dari sejumlah lainnya yang menurut adat kebiasaan mustahil untuk secara ramai-ramai sejumlah perawi tersebut bersekongkol untuk berbohong.

Hadis dianggap mutawatir jika memenuhi empat syarat. Pertama, hadis mutawatir harus diriwayatkan oleh banyak perawi. Minimal 10 perawi. Kedua, banyaknya periwayat harus ada dalam setiap lapisan sanad. Seperti ada 10 atau lebih sahabat yang meriwayatkannya, begitu juga dari golongan tabi’in, tabi’u tabi’in dan seterusnya. Ketiga, secara adat kebiasaan sejumlah perawi tersebut tidak mungkin ramai-ramai sepakat untuk berbohong. Keempat, panca indera merupakan sandaran utama periwayatan seperti pendengaran dan penglihatan.

Hadis mutawatir memiliki kualitas yang terjamin seperti halnya Al-Quran. Karena itu dalam Islam, hadis mutawatir dijadikan sumber hukum terkait permasalahan yang pokok, seperti tentang rukun iman dan islam, shalat, puasa dan lain-lain.

Macam-macam Hadis Mutawatir

Ada dua macam hadis mutawatir dalam literatur islam. Yaitu (1) mutawatir secara lafadz dan (2) mutawatir secara makna.

Mutawatir secara lafadz berarti hadis tersebut diriwayatkan secara mutawatir baik lafadz dan maknanya. Seperti sabda Rasul dalam hadis ‘Barang siapa yang sengaja berbohong atas namaku maka ia telah mendapatkan tempatnya di neraka’, setidaknya terdapat 70 sahabat yang telah meriwayatkan hadis ini kemudian diteruskan ke para tabiin dan seterusnya.

Sedangkan mutawatir secara makna berarti hadis tersebut diriwayatkan maknanya saja yang mutawatir tidak dengan lafadznya. Seperti hadis-hadis tentang mengangkat tangan saat berdoa, ada 100 hadis lebih yang membahasnya. Setiap hadis menerangkan bahwa Nabi mengangkat tangan saat berdoa akan tetapi dalam kasus atau masalah berbeda dan setiap kasus tersebut belum tentu mutawatir secara lafadz.

Baca Juga :  "Sahur on the Road" (SOTR), Bagaimana Hukumnya?

Terdapat banyak hadis mutawatir seperti hadis tentang mengusap penutup kaki saat bersuci, hadis mengangkat tangan saat doa, dan lain sebagainya. Tetapi jika dibandingkan dengan hadis ahad sebenarnya kuantitasnya cukup sedikit. Karena itu untuk memudahkan, beberapa ulama ada yang telah membukukan hadis-hadis mutawatir dalam satu kitab. Kitab kumpulan hadis mutawatir yang cukup terkenal di kalangan ahli hadis, di antaranya:

1. Al-Azhar al-Mutanatsirah fi al-akhbar al-mutawatirah karangan Imam Suyuthi yang disusun berdasarkan tema per-bab.

2. Qathfu al-Azhar karangan Imam Suyuthi, kitab ini merupakan ringkasan dari kitab sebelumnya.

3. Nadzmu al-Mutanatsirah min al-Hadits al-Mutawatir karangan Muhammad Ja’far al-Katani

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here