Mengenal Hadis Muhkam dan Hadis Mukhtalaf

0
1308

BincangSyariah.Com – Hadis Muhkam adalah hadis baqbul yang tidak bertentangan dengan hadis lainnya. Kebanyakan hadis merupakan hadis muhkam, sebab tidak mungkin hadis Rasulullah saling bertentangan satu sama lain. Tapi meski demikian terkadang memang ada hadis sekilas secara dzahir bertentangan dengan hadis lainnya, hadis yang seperti ini disebut hadis mukhtalif.

Secara bahasa muhkam merupakan ism maf’ul ahkama bermakna atqana yang artinya sempurna. Sementara mukhtalif adalah isim fa’il dari kata al-ikhtilaf (berbeda) lawan kata al-ittifaq (sama/sepakat).

Hadis mukhatalaf merupakan hadis maqbul yang maknanya tampak bertentangan atau berlawanan dengan hadis semisanya dan memungkinkan untuk dikompromikan antara keduanya. Hadis semisal maksudnya keduanya sama-sama hasan atau sama-sama shahih tapi di luar, makna/kandungan hadis terlihat bertentangan.

Contoh Hadis Mukhtalif

..لا عدوى ولا طيرة

“Tidak ada penyakit menular dan merasa sial..” (HR. Muslim)

Dengan hadis riwayat Imam Bukhari

فرّ من المجذوم فرارك من الأسد

Menjauhlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menjauh dari Singa (HR. Bukhari)

Kedua hadis di atas sama-sama shahih tapi terlihat bertentangan, hadis pertama mengatakan tidak ada yang namanya penyakit menular, sedang hadis kedua mengandung perintah untuk menjauhi penyakit kusta.

Untuk mengkompromikan kedua hadis ini para ulama menjelakan bahwa pada dasarnya penyakit tidak ada yang bisa menular dengan sendirinya, tapi Allah yang menularkannya dengan perantara, misalnya dengan bercampurnya orang yang sakit dengan yang sehat.Yaitu untuk menghindari sangkaan orang kafir dahulu kala yang berpikir menular disebabkan penyakit dan jatuh dalam keyakinan yang salah. Ini sebagai upaya sad al-dzara’i.

Atau pengkompromian pertama adalah menjelaskan masalah bersifat umum dari yang khusus. Menurut al-Baqilani, la adwa maksudnya selain kusta, lepra dan lain-lainnya. Atau dengan kata lain Rasul menerangkan tidak ada penyakit menular kecuali yang telah kita jelaskan apa saja yang dapat menular.

Baca Juga :  Imam Syafi’i; “Pentolan” Mengurai Hadis yang Kusut

Apa yang harus kita lakukan jika mendapati ada dua hadis maqbul yang bertentangan? Para ulama hadis, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, melihat apakah ada kemungkinan untuk dikompromikan seperti pada kasus di atas.Kedua, melihat apakah salah satu hadis ada yang nasikh atau mansukh di antara keduanya.

Ketiga, jika tidak ada, maka kita lakukan tarjih di antara keduanya yaitu dengan memilih mana hadis yang kualitasnya lebih baik dari yang lain, terdapat 50 lebih cara tarjih yang bisa diterapkan dalam hal ini. Keempat, jika setelah melakukan tiga cara pertama tidak ditemukan jalan keluar maka kita tawaqquf yaitu diam atau berhenti untuk memberi komentar atau penjelasan sampai ditemukan kejelasan atau dalil.

Pembahasan tentang hadis muhkam dan mukhtalif sangat penting, karena itu banyak ulama yang memberikan perhatian terhadapnya. Mereka berusaha mencari dan memberikan penjelasan terkait hadis-hadis yang terlihat bertentangan ini.

Beberapa kitab terkenal yang khusus membahas tentang hadis muhkam dan mukhtalif adalah; (1) kitab Ikhatilaf al-Hadis karangan Imam Syafi’i. (2) kitab Ta’wil Mukhtalif al-Hadits karangan Ibnu Qutaibah, (3) kitab Musykil al-Hadits karangan al-Thahawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here