Mengenal Hadis Masyhur dan Contoh-contohnya

0
14537

BincangSyariah.Com – Mahmud Thahan dalam Taisir Mushtalahul Hadis menjelaskan, hadis masyhur adalah hadis yang, pada tiap tingkatan perawinya, diriwayatkan oleh tiga perawi hingga lebih tapi masih di bawah batas mutawatir.

Banyak hadis yang mashur di kalangan masyarakat meski secara kualitas hadis tersebut lemah (dhaif) bahkan ada yang palsu (maudhu’). Ini yang menjadi pekerjaan-rumah para pelajar hadis untuk menerangkan kepada masyarakat awam. Sebab hadis seperti itu tidak boleh dijadikan sandaran hukum kecuali pada ibadah yang sifatnya ghaira mahdhah. Tapi tentu saja tidak semua hadis mashur itu dhaif dan maudhu’, beberapa ada yang shahih dan hasan. Seperti dalam hadis berikut

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنَّ الله لا يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعَاً يَنْتَزِعُهُ من العِبادِ ولَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ حتَّى إذا لَمْ يُبْقِ عَالِمٌ اتَّخَذَ الناس رؤسَاً جُهَّالاً ، فَسُئِلوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengambil ilmu dengan sekali pencabutan dari para hamba-Nya. Namun Dia mengambil ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan.(HR. Bukhari, Muslim, Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Macam-macam Hadis Mashur dan Contohnya

Terkadang hadis mashur mempunyai sanad tapi terkadang tidak ada sanadnya sama sekali. Ia hanya terkenal saja dari mulut ke mulut sebagai hadis. Seperti dijelaskan sebelumnya, hadis mashur ada yang shahih dan tidak. Jika hadis itu shahih maka bisa dijadikan landasan hukum dan itu menjadi kelebihan yang bagus bagi hadis mashur tersebut. Selain itu, suatu hadis ada yang mashur di antara satu kalangan, tapi tidak di kalangan lain. Berdasarkan ini, Mahmud Thahan menyebutkan terdapat beberapa macam hadis mashur;

  1. Hadis yang mashur khusus hanya di kalangan ahli hadis. Contohnya;
Baca Juga :  Hadis Ahad dan Pembagiannya

  عن أنس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أن رسول الله قنت شهرا بعد الركوع يدعو على رعل وذكوان

Dari Anas Ra, ” Sesungguhnya Rasulullah Saw melakukan qunut selama sebulan setelah ruku’ berdoa atas kebinasaan kabilah Ri’lin dan Zakwan (kalibah Arab).” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Hadis yang mashur di antara ahli hadis, ulama, dan awam. Contohnya;

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده

Artinya; “Seorang Muslim adalah orang yang sanggup menjamin keselamatan orang-orang Muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Bukhari & Muslim)

3. Hadis yang mashur di antara para ahli fikih. Contohnya;

أبغض الحلال إلى الله الطلاق

Artinya; Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak. (HR. Abu Daud)

Imam Hakim menilai hadis tersebut shahih, namun Imam Bihaqi menilainya dhaif demikian pula pendapat al-Sakhawi dan Ibnu Abi Syaibah. Sanadnya mursal, sebab Muharib bin Ditsar tidak meriwayatkanya dari sahabat Ibnu Umar tapi langsung dinisbatkan ke Rasullah. Namun ulama hadis menilai Muharib bin Ditsar sebagai seorang yang tsiqah kuat hafalan dan adil, berarti masalahnya terdapat pada perawi-perawi setelahnya. Meski demikian terdapat riwayat lain dalam Shahih Muslim yang secara makna menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai talak tapi dengan riwayat yang lebih panjang. Namun yang lebih terkenal tetap riwayat di atas.

4. Hadis yang mashur di antara ahli Ushul Fikih. Contohnya;

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا-، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ إِنَّ اللهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ

Dari Ibnu Abas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umatku kekeliruan, kealpaan dan apa-apa yang dipaksakan terhadap mereka”. (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

Baca Juga :  Tantawi Jauhari dan Tafsir Ilmi

Ibnu Hibban dan al-Hakim men-shahih-kan hadis ini. Meski demikian ada hadis dalam Shahih Muslim yang semakna tapi dengan redaksi lain yang kualitasnya lebih shahih. Sebab kriteria shahihnya Imam Muslim dikenal paling ketat setelah Imam Bukhari. Namun yang terkenal di kalangan Ahli Ushul Fiqih hadis di atas.

5. Hadis yang mashur di antara ahli nahwu. Contohnya;

نِعْمَ العَبْدُ صُحَيْبٌ لَوْ لَمْ يَخَفِ اللهُ لَمْ يَعْصِه

Artinya; Sebaik-baiknya hamba adalah Shuhaib jika takut pada Allah dan tidak maksiat.

Hadis ini tidak ditemukan asal sanadnya.

6. Hadis yang mashur di kalangan awam. Contohnya;

العجلة من الشيطان

Artinya; tergesa-gesa itu termasuk dari sifat setan. (HR. Tirmizi).

Menurut Imam Tirmizi kualitas hadis ini hasan.

Kitab-Kitab yang Memuat Hadis Mashur.

Untuk memudahkan pencarian hadis-hadis yang mashur dari mulut ke mulut dari masa ke masa, para ulama hadis membukukannya. Di antara kitab tersebut adalah;

1. Al-Maqashid al-Hasanah fima isyatahara ‘ala al-alsinah karangan Samsuddin al-Sakhawi.

2. Kasyfu al-Khufa’ Mazil al-Ilbas fima Isytahara min al-Hadits karangan al-‘Ajaluni.

3. Tamyiz al-Thayyib min al-Khabits fima Yaduru ‘ala Alsinat al-Nas karangan Ibnu al-Daiba’ al-Syaibani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here