Mengenal Buya Syakur Yasin: Kyai Berwawasan Luas asal Indramayu

45
43009

BincangSyariah.Com – K.H. Abdul Syakur Yasin, MA. atau biasa disapa dengan Buya Syakur Yasin, berceramah dengan logat bahasa pantura yang khas. Beliau menjelaskan aneka persoalan yang sebenarnya cukup rumit, tapi dicoba dijelaskan dengan perlahan namun fokus. Dalam amatan penulis, sementara penulis melihat beliau seringkali tidak segera menyandarkan pandangannya ke ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis, atau menyebut pendapat-pendapat mazhab fikih. Ini bukan berarti beliau tidak pernah mengutip sama sekali. Namun, ada banyak yang dijelaskan beliau dari sudut pandang hikmah dan nalar berfikir.

Misalnya, salah satu ceramah yang baru-baru ini saya dengar adalah respon beliau ketika menjelaskan video dengan judul “Mengapa Khawatir dengan Masa Depan Anak”. Video tersebut memulai dengan pertanyaan seorang ibu yang menangis tersedu-sedu menjelaskan tentang sikap anaknya.

Kemudian, Buya Syakur Yasin menjawabnya – dan ini menurut saya sisi menariknya – adalah lewat menjelaskan apa sebenarnya hakikat relasi orangtua dengan keturunannya? Simpul beliau, supaya kita ada perasaan tidak ikhlas bahkan marah kepada keturunan kita sendiri karena boleh jadi tidak sesuai sama sekali dengan yang kita inginkan, maka kita mulai dengan kesadaran bahwa anak hanyalah titipan Allah. Karena kita diberikan titipan, kita kemudian dianugerahi lagi rasa “kasih sayang”, pungkas beliau sehingga begitu mencintai anak. Maka bisa dipahami dengan wajar jika orangtua ada perasaan kecewa jika anak tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Tapi, – terang beliau – itu semua bisa dikikis dengan menyadari bahwa anak adalah bagian dari makhluk yang dititipkan pada kita, dan bukan menjadi milik. Di sela-sela penjelasan beliau, meski tetap serius ia bisa tetap jelaskan dengan gurauan segar, “suami istri tadinya hanya mencari kenikmatan seksual bukan, tidak ada yang niat ‘membuat anak’.” Kenikmatannya itu kemudian diiringi dengan anak yang dititipkan pada kita. Kenikmatan itu bahkan menyebabkan seorang Ibu sebenarnya tidak menjadi kapok memiliki anak dengan alasan sakit melahirkan, karena begitu besarnya nilai kenikmatan pernikahan itu.

Baca Juga :  Bukti Cinta Shafiyyah terhadap Rasulullah 

Mengenal Buya Syakur Yasin

Lewat akun youtube KH Buya Syakur Yasin MA. dan label Wamimma TV, ceramah-ceramah beliau diunggah. Banyak tema-tema yang diunggah sebenarnya bertema cukup berat. Jika kita lihat di dalam playlist, ceramah-ceramah beliau banyak yang berbasis kitab kontemporer atau tasawuf, sebut saja misalnya fi Zhilali al-Qur’an, La Tahzan karya ‘Aidh al-Qarni, sampai al-Hikam Ibn ‘Athaillah as-Sakandari. Lalu siapa sebenarnya Buya Syakur Yasin ini?

Seperti disebutkan beliau, Gus Dur pernah mengatakan kalau di Indonesia cuma ada tiga orang yang berpikir analitis dalam memahami Islam, Quraish Shihab, Pak Syakur, Cak Nur.

Beliau dikenal sebagai teman Gus Dur sejak lama, namun tidak terkenal luas seperti nama-nama besar Cak Nur dan Quraish Shihab. Selain karena Buya Syukur baru kembali ke tanah air di awal tahun 90-an, Buya Syakur lebih banyak mengajar di kalangan masyarakat bawah khususnya di Indramayu dan Cirebon. Belakangan ini respon positif khususnya dari komentar netizen semakin banyak setelah ceramah-ceramah beliau diunggah secara teratur di akun youtube.

Sejak muda beliau sudah rajin menerjemahkan kitab-kitab berbahasa Arab mulai dekade akhir tahun 60-an. Kemudian, beliau mulai tinggal di negara-negara Eropa mulai tahun 1971 hingga tahun 1991.

Pendidikan akademiknya selama belajar di Timur Tengah dan Eropa sebenarnya bukan fikih. Pendidikan sarjananya adalah di bidang Kritik Sastra Objektif dengan objek penelitian novel-novel Yusuf as-Siba’i. Sementara tingkat strata 2 beliau belajar bidang Linguistik. Di tingkat doktoral, menurut beliau sebenarnya sudah lulus hanya saja cuma diucapkan secara lisan oleh pembimbingnya namun tidak pernah ada pernyataan resmi dari kampus. Ini dikarenakan dosen pembimbingnya sudah sulit ditemui karena dosennya diangkat menjadi Menteri Riset. Di tingkat doktoral itu, beliau ambil di London dengan konsentrasi dialog teater. Bidang itu sebenarnya yang beliau tekuni selama hampir dua puluh tahun di Eropa. Sampai tulisan ini selesai dibuat, kami tidak mendapatkan informasi nama universitas tempat beliau belajar. Namun, besar kemungkinan beliau pernah belajar di Universitas Al-Azhar atau Universitas Baghdad karena beliau mengenal dekat Gus Dur dan Quraish Shihab sejak di tingkat kuliah.

Baca Juga :  Habib Idrus bin Salim Al-Jufri dan Syair Kemerdekaan Indonesia

Setelah kembali ke Indonesia, beliau membaktikan diri berdakwah di kampung halamannya, Indramayu. Beliau kini memiliki pesantren bernama Pondok Pesantren Cadangpinggan. Dalam video “Mengenal Buya Syakur Lebih Dekat”, beliau berseloroh “Jadi bidang saya memang itu (sastra). Tapi saya disini lebih dikenal sebagai kyai, karena masyarakat selalu bertanya “hukumnya apa”. Jadi yang menjadikan saya kyai ya kamu juga”

45 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum buya s,y, saya mau tanya apakah saya harus patuh dan beradab KPD guru saya, kalau guru saya itu , menyalahi syariat Islam, ? Mohon jawabannya buya,,, terimakasih

  2. Saya pikir ini bukan pencerahan justru pengkaburan iman umat aplg background sekolah nya meragukan akan keahliannya dibidang agama walahu walam bisawab

  3. Sy pikir ini bukan pencerahan tp lebih pengkaburan iman umat aplg disampaikan oleh bukan ahlinya krn dari latar belakang keilmuannya samasekali bukan disana jd tafsirnya lebih pd akal dn nafsu…wallahu walam bisawab

  4. Sblm ke Eropa beliau nyantri 13tahun di PP Babakan Ciwaringin Cirebon…dan msh bnyak pendidikan non formal yg beliau pelajari yg TDK di sebutkan dlm artikel di atas

  5. 20 tahun di eropa belajar linguistik, setelah nyimak youtube, kok rasanya ada yang ga pas, padahal hitungannya 30tahun lebih belajar sastra.. beliau tidak ahli dibidang logika, sehingga ada beberapa yang terkesan ngawur, misalnya “orang buta huruf itu identik dengan bodoh”, ini logika ngawur.
    kalo menurut saya beliau ini lebih ke paham orientalis.
    semoga senantiasa dibukakan hidayah dan taufik bagi kita semua. Aamiin

  6. Kalau menafsiri al quran alangkah lebih aman nya memakai kitab tafsir yang mu’tabar sajalah seperti tafsir jalalain tafsir ibnu katsir ..bukan nya apa kalau menafsirkan al quran pakai aqal pakai nafsu .bahaya loch ancaman nya bisa masuk neraka sesuai hadits nabi ..

    Indonesia islam nya Ahlu sunnah wal jama’ah.bukan islam ala kaum liberal

  7. Ari geus barisa mah jeung naon kudu komen sok weh ngieun channel sorangan ngabamblam di youtube nerangkeun nu sabenerna lamun menurut maraneh buya salah.
    Bagi saya pemahaman beliau luar biasa bisa mempertanggung jawabkan omongan nya di depan publik

  8. Mnrt Sya Benar kata Gus Dur Beliau Org yg Sngt Cerdas dan langka ,Apa 2 yg Buya Syakur Sampekan menunjukkan beliau Org yg Sangt Cerdas Sehingga terkadang apa yg di sampekan hanya bisa di pahami Oleh Org 2 yg mempunyai kecerdasan yg Cukup namun Sebalik nya Org 2 yg kcrdasan ny kurang atau picik tidak bakal mampu mencerna Substansi yg beliau bawakan Sehingga membuat kesimpulan penilaian yg negatip kpda beliau yg mana itu menunjukkan karena kedunguan cara berpikir para pengritik nya.

  9. Alhamdulillah..
    Sehat sellu buya syakur,,
    Kajian santai masuk dalam Naqli dan Aqli..
    Semoga Alloh Alloh ta’ala pertemukan saya ingin berbaiat walapun satu nasehat.. aamiin
    Alloh yang maha benar bukan kita.

  10. Assalamualaikum Buya…
    Semoga kita semua tetap di cerahkan dlm kebenaran yg Haq sesuai Alquran&Sunnah…

    Mohon maaf Buya….sudahkah di telaah dari kitab2 tafsir, fiqih para ulama dll, karena saya mencermati lebih banyak buya memakai logika akal,

    Dr sudut akal ada benarnya juga pernyataan KH Gus muwafiq…tentang Siti Aisyah Ra……tetapi nytanya sgt fatal kakeliruanny….

    Untuk lebih akurat dan jauh dr prasangka negatif, riwayat turunnya ayat maupun hadist di tampilkan…

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh..

  11. Buya syakur ini benar2 sesuai dengan yang saya cari, guru yang sangat luas keilmuanya dan penuh dengan rasa kedamain dalam menyampaikan kajian

  12. Hanya otak yg terkurung jeruji besi yg tak dapat keluar jauh untuk menilik ilmu yg Allah titipkan pd seseorang,
    Klo sy tak perlu org yg berlatar belakang pendidikan formal atau bkn, tp ketika beliau berkata kebenaran ya itu mesti datang dr Allah, ga mungkin datangnya dr setan, krn setan tidak mukin mengajak ke jln yg benar, begitu aja ko repot.

  13. ADMIN..
    salam sing TENAJAR TENGAH DESA BUYUT LANCIP
    ngga nyangka ternyata buya Syakur teman baik Gusdur..
    Ulama hebat yg berilmu tp memilih tidak untuk terkenal…

  14. Sehat selalu Buya.. Saya selalu dapet pencerahan dg ceramah ceramah Buya.. Praktis…. Simple tdk Neko Neko.. Tdk punya kepentingan politik tujuannya hanya mencerdaskan umat….

  15. saya sangat mengidolakan buya sakur, banyak ceramahnya sudah saya dengarkan malahan saya simpen di microsd untuk nanti, seumpama buya sudah tidak ada, kenang2an bahwa di indonesia sempat ada ulama yg memiliki pemahan yg luar biasa tentang agama islam masih bisa saya dengarkan ceramahnya secara offline. buya sakur itu memiliki pikiran yg tidak di miliki orang banyak, jadi klo pertama mendengar omongannya ato pendapatnya pasti keliru, saya juga sering menelaah maksud dr nasehat2nya, yg baik2nya di ambil yg kurang baik ato masih belum kepikiran di otak saya di tangguhkan dulu untuk mengambilnya. jadi sepertinya harus seperti itu dalam belajar agama jangan dulu menyalahkan langsung, harus teliti tidak hanya terhadap buya sakur, tapi terhadap ulama2 yg lain juga…

  16. Semoga sehat selalu buya..semenjak sering dengar ceramah buya semakin tinggi tingkat kepercayaan ku thdp Alloh..
    “Krn tdnya sy orng yg tidak tergiur dg syurga dan tidak takut neraka..”mksh buya beserta pendukungnya.

  17. Penterjemah yang didasari Ilmu dan menyampaikan dengan humor karna dia ngerti banget pendengarnya secara umum dan kebanyakan tidak memahami kalimat2 keilmuan nya ……….semoga akan lahir & hidup syakur2 lain di negeri ini ………

  18. […] BincangSyariah.Com – Virus corona yang pertama kali menyebar di Wuhan Cina kini telah menyebar ke berbagai negara lain, termasuk Indonesia. Hal ini pun membuat kepanikan dan kekhawatiran masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, para agamawan pun menasihati masyarakat agar tidak perlu takut dan panik. Di antara agamawan tersebut adalah Buya Syakur Yasin. (Baca: Mengenal Buya Syakur Yasin: Kiai Berwawasan Luas asal Indramayu) […]

  19. Buya syakur seorang motivator tkt tinggi kecerdasannya ruar biasa wajar kdang sy kurang memahami bbrpa kajiannya tau diri bhw keilmuan agama sy masih kurang tp yakin jika diizinkan Allah sy akan makin paham

  20. bagi yang sudah menkaji tafsir alqur.an sampai khatam akan lebih mudah2 memahami, kajian2 beliau….
    karna yg beliau sampaikan adalah pendalaman dr ayat2 alqur.an itu sendiri..

  21. Diatas ada yg tanya: siapa yang dimaksud Gusdur dgn Cak Nur… ? Maksudnya adalah Almarhum Bpk. Nurkholis Majid. Mohon maaf kalo nulis ejaan namanya salah.

  22. Beliaulah cendikiawan Muslim yg masih aktif mencerahkan umat sampai saat ini.Dulu ada Gus Dur-Cak Nur(Alm), kini mungkin tinggal hanya beliau dan Cak Nun yg segolongan.Pemikirannya sangat cerdas dan sulit dinalar kaum yg picik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here