Mengapa Haji dan Umrah Harus di Mekah?

0
52

BincangSyariah.Com – Setiap muslim tentunya bercita-cita menunaikan ibadah haji dan umrah ke Baitul Haram Mekah. Haji itu salah rukun Islam yang wajib umat Muslim imani dan laksankan bagi yang mampu secara finansial maupun fisik. Namun, apa hikmah di balik penetapan Baitul Haram Mekah sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji dan umrah?

Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi dalam kitabnya Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu (j.1 h.172) menuturkan berbagai hikmah di balik mengapa haji dan umrah harus di Mekah sebagai berikut:

Pertama, jika umat Islam berhaji di tempat ini, ia akan teringat bapak mereka yakni Nabi Ibrahim. Dengan mengingatnya, maka setiap mukmin akan menyadari bahwa nabi Ibrahim-lah yang membangun Kakbah dan merestui orang-orang untuk melaksanakan ibadah haji.

Kedua, tempat-tempat ini merupakan kampung halaman Nabi Muhammad Saw. yang dekat dengan Kakbah, tempat kelahiran Rasulullah Saw. yang mulia.

Ketiga, Baitul Haram merupakan tempat munculnya agama suci dan benar serta dari sinilah cahayanya memancar ke seluruh penjuru dunia.

Keempat, di tempat inilah doa Nabi Ibrahim dikabulkan oleh Allah Swt. sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an :

            رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S Ibrahim ayat 37)

Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim sehingga kota Mekah dan sekitarnya menjadi makmur dan penuh dengan limpahan buah-buah yang bergizi.

Kelima, tempat-tempat suci dan sakral tersebut adalah jazirah Arab di mana hanya ada agama Islam saja. Ini sebagaimana terdapat dalam hadis Rasulullah Saw.

لَا يَجْتَمِعُ دِينَانِ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ

Tidak berkumpul dua agama di Jazirah Arab” (al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, jus 9 hal 350)

Itulah beberapa hikmah yang kami sarikan dari Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi perihal mengapa Baitul Haram menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah haji.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here