Jika Haram, Mengapa Babi Diciptakan?

0
3007

BincangSyariah.Com – Ulama sepakat terhadap haramnya daging babi dan seluruh bagian dari tubuhnya. Bahkan dalam Ahkam Alquran disebutkan bahwa lemak babi pun haram hukumnya. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS Annahl ayat 115:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Lebih jelasnya lagi, Ibnu Katsir mengatakan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim bahwa memakan daging babi diharamkan, baik yang mati secara disembelih ataupun mati dalam keadaan tidak wajar. Lemak babi juga haram, sebagaimana haram atas dagingnya. Karena penyebutan daging dalam ayat tersebut disebutkan secara global (aghlabiyah), dan hukumnya diambil dengan jalan analogi (qiyas).

Banyak kelompok di luar Islam menanyakan alasan kenapa babi diharamkan. Kita sebagai orang beriman yang bijak, hendaknya tetap patuh dengan kebijakan yang telah Allah buat. Mengingat firmah Allah QS Annur ayat 51:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Seyogyanya manusia yang tidak harus mengetahui hikmah yang terkandung dari apa yang dilakukan Allah. Manusia hanya berkewajiban untuk membenarkan dan beriman kepada Allah. Dialah yang mengetahui mana yang terbaik untuk ciptaannya. Oleh karena itu, cukuplah kita percaya jika sesuatu dilarangan oleh Allah, maka ia pasti mengandung bahaya (madharat) bagi kita. Allah berfirman QS Alanbiya ayat 23:

Baca Juga :  Kisah Syeikh Abdul Qadir Jailani Enggan Mengucapkan Kafir

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai”.

Namun satu pelajaran yang bisa petik, untuk tidak menjadi seperti babi. Hidupnya yang malas, kotor dan rakus. Begitu joroknya babi, ia sampai memakan kotorannya sendiri. Bahkan makanan yang akan dimakan kadang dikencingi terlebih dahulu sebelum disantapnya. Rakusnya babi bisa dilihat dari sikapnya yang sering memuntahkan makanannya dari perutnya, kemudian dimakan kembali. Demikian itu demi memuaskan kerakusannya.

Minimal dengan adanya babi, mengingatkan manusia untuk tidak malas, hidup bersih dan tidak rakus. Sebagaimana Allah menggunakan babi sebagai perumpamaan kaum terdahulu yang dikutuk karena buruk perbuatannya. Dalam QS Almaidah ayat 60 disebutkan:

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيل

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”.

Banyak fakta ilmiah yang membuktikan bahwa daging babi berbahaya bagi tubuh manusia. Dari banyaknya pembuktian tersebut, kita semakin mengerti maksud kenapa Allah mengharamkan babi. Di antaranya adalah daging babi merupakan rumahnya cacing pita. Sehingga jika mengomsumsinya memiliki resiko terkena infeksi cacing pita (sistiserkosis).

Selain itu, daging babi juga penyebab utama kanker anus dan kolon. Bisa dilihat dari presentase penderita kanker anus dan kolon meningkat drastis pada negara-negara yang mayoritas penduduknya memakan babi. Terutama di negara-negara Eropa, Amerika, Cina dan India. Sedangkan Negara-negara muslim, persentasenya sangat rendah.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here