Mengapa Allah Berikan Musibah pada Hamba-Nya? Ini Kata Imam al-Ghazali

0
664

BincangSyariah.Com – Seseorang yang sudah mencapai maqam tertinggi di sisi Allah itu tidak akan pernah mengeluh diposisikan dalam keadaan apapun. Senang maupun susah bagi mereka sama saja. Bagi mereka, kesulitan dan musibah yang menimpa justru dapat menjadi jalan diri mereka mendekat pada Allah. Hal ini juga sejalan dengan hadis riwayat Abu Hurairah.

إِذا أحَبَّ الله عَبْداً ابْتَلاهُ لِيَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ

Ketika mencintai hamba-Nya, Allah itu akan mengujinya dengan cobaan supaya Allah dapat mendengar tadaruk hamba-Nya (HR Baihaqi).

Senada dengan hadis ini, Imam al-Ghazali mengatakan demikian, sebagaimana dikutip al-Munawi dalam Faidhul Qadir.

ولهذا تراه يكثر ابتلاء أوليائه وأصفيائه الذين هم أعز عباده وإذا رأيت الله عز وجل يحبس عنك الدنيا ويكثر عليك الشدائد والبلوى فاعلم أنك عزيز عنده وأنك عنده بمكان يسلك بك طريق أوليائه وأصفيائه فإنه يراك ولا يحتاج إلى ذلك أما تسمع إلى قوله تعالى {واصبر لحكم ربك فإنك [ص:246] بأعيينا} بل اعرف منته عليك فيما يحفظ عليك من صلاتك وصلاحك ويكثر من أجورك وثوابك وينزلك منازل الأبرار والأخيار والأعزة عنده

Karena ini, Anda pasti seringkali melihat banyak wali dan hamba pilihan Allah itu banyak diuji, padahal mereka hamba-hamba paling mulia. Ketika Anda melihat Allah menahan dunia Anda, banyak cobaan dan musibah menimpa Anda, itu tandanya Anda itu mulia di sisi-Nya, sama seperti jalan yang dilalui para kekasih dan hamba pilihan Allah. Allah itu tahu keadaan Anda, dan sebenarnya tidak butuh terhadap pengakuan Anda. Apakah Anda tidak pernah mendengar firman Allah, “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami” Seharusnya Anda pahami bahwa Allah itu memberikan anugerah pada Anda berupa shalat dan kebaikan yang selalu terjaga. Allah memberikan banyak pahala, ganjaran, dan kedudukan orang-orang baik, terpilih dan mulia di sisi-Nya.

Dari penjelasan ini, kita dapat menangkap bahwa orang yang sabar menerima cobaan yang Allah berikan itu akan dinaikkan derjat-Nya di sisi Allah.

Baca Juga :  Kisah Adik Imam al-Ghazali yang Tidak Mau Berjamaah dengan Kakaknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here