Mengambil Pelajaran dari Lebah

0
1764

Lebah adalah hewan kecil yang hanya berukuran panjang 1-2 cm. Namum dengan tubuh kecil tersebut Allah telah mengilhamkan pada lebah banyak manfaat bagi manusia, salah satunya madu. Madu yang dihasilkan lebah 10 kali lebih banyak dari yang dibutuhkan lebah.  Sama halnya seperti sapi yang menghasilkan susu jauh dari kebutuhan anak-anaknya, ayam menghasilkan telur yang banyak kendatipun tidak membutuhkannya dan  hewan ternak lainnya, Allah telah menggilhamkan kepada hewan tersebut untuk melayani manusia, Maha Suci Allah.

Hampir semua orang tahu kasiat dari madu, tetapi hanya sedikit yang tahu sifat-sifat yang luar biasa dari pembuatnya, si lebah madu. Lebah madu menghasilkan 60-100 pound madu setiap tahunnya atau sekitar 27- 40 kg. 1 pound atau sekitar 453 gr madu yang dihasilkan, seekor lebah harus mengunjungi 2 juta bunga. Dalam sekali terbang, lebah dapat mengunjungi 50-100 bunga untuk diambil sari bunga atau nektarnya.

Sari-sari bunga atau nektar yang akan diubah menjadi madu, disimpan ditempat penyimpanan yang berbentuk heksagonal atau segi enam. Bentuk heksagonal merupakan bentuk yang sangat efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lainnya. Para ahli matematika kagum pada perhitungan lebah yang sangat cermat, dalam penelitian yang panjang, para ahli matematika menyimpulkan bahwa heksagonal merupakan bentuk yang optimal untuk menyimpan madu. Bentuk heksagonal yang simetris (kedua bagian sama sisi) jika digabungkan akan menghasilkan ruang guna yang sempurna yaitu tidak menghasilkan ruangan sisa yang tidak berguna, seperti ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segi lima. Bentuk ruangan  penyimpanan segi tiga atau segi empat sama optimalnya dengan penyimpanan heksagonal. Akan tetapi bahan baku yang diperlukan untuk membuat bentuk ini lebih banyak dari pada bahan baku yang digunakan untuk membentuk penyimpanan dengan penampang heksagonal. Ruang penyimpanan heksagonal membutuhkan sedikit bahan baku semacam lilin dengan daya tampung penyimpanan yang besar.

Baca Juga :  Belajar Tauhid: Siapakah Malaikat itu?

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membuat sarang. Lebah membangun  sel-sel tempat penyimpanan nektar dari sudut yang berbeda, biasanya dari empat sudut. Lebah-lebah pembuat sarang terus bekerja hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah-tengah, keserasian sel-sel yang sama dengan tingkat kesalahan yang sedikit bahkan tidak ada sama sekali, MasyaAllah. Sel-sel dalam rongga sarang lebah tersebut dibuat dengan kemiringan 13 derajat dengan posisi miring keatas, dengan tujuan madu-madu yang telah dihasilkan tidak tumpah dalam masa penyimpanan. Tidak hanya bentuk yang sangat akurat, dalam segi ketahanan, sarang lebah yang menggantung dan dan tampak rentan terhadap kerusakan sebenarnya memiliki ketahanan yang kuat, karena dapat menampung puluhan ribu lebah dan madu di setiap sel-selnya. Pastilah alat perekat pada sarang tersebut sangatlah kuat untuk menggantung ditempat-tempat yang tinggi. Ini semua adalah keunikan lebah yang telah diilhamkan Tuhan padanya.

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,’ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Quran Surat An-Nahl Ayat 68-69)

Sarang yang dibangun lebah dapat menyimpan 80 ribu lebih lebah yang hidup dan bekerja bersama-sama sesuai dengan pekerjaannya masing-masing tentunya. Keunikan lain dari lebah ialah ketika menemukan sumber makanan, lebah tersebut akan kembali kesarangnya dan memberitahukan kepada lebah-lebah yang lainnya dengan menggunakan tarian kusus, dengan tarian tersebut arah sudut dan jarak sumber makanan bisa disampaikan, unik bukan.

Baca Juga :  Segala Sesuatu itu Terbagi Menjadi Empat

Setelah nektar dihisap dan disimpan dalam sel-sel sarang yang telah dipersiapkan, kehidupan lebah dalam sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Lebah melaksanakan banyak sekali tugas-tugas yang telah mereka bagi sesuai dengan keahliannya. Salah satu tugas itu adalah tentang pengaturan kelembapan dan pertukaran udara. Udara yang terdapat dalam sarang lebah diatur sedemikian rupa, kelembapan sarang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Suhu yang tidak pas akan merusak madu sehingga keawetan dan gizi madu akan berkurang. Sarang harus bersuhu 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga agar suhu tetap stabil ada kelompok khusus yang akan menjaga pertukaran udara. Jika hari panas, sambil menenpel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap-sayap mereka. Udara panas yang ada di dalam sarang akan terdorong keluar oleh angin dari kipasan para lebah yang berada di luar. Sedangkan lebah yang ada di dalam akan mendistribusikan udara kesumua sudut sarang. Hal ini juga akan membantu agar sarang terlindungi dari asap dan pencemaran udara.

Selain pentingnya menjaga kelembaban dan udara dalam sarang, pekerjaan penting lainnya ialah menjaga kesehatan sarang agar terhindar dari bakteri, masyaAllah sangat teliti bukan. Cara kerjanya yaitu mencegah zat-zat asing masuk kedalam sarang. Jika zat asing atau serangga lain masuk kedalam sarang semua lebah akan bertindak mengusirnya dari sarang. Apabila benda asing yang masuk berukuran besar dan tidak dapat dibuang dari sarang digunakan cara pertahanan lain. Yaitu dengan membalsem benda tersebut.

Lebah menghasilkan suatu zat yang disebut “propolis (getah lebah)” untuk pembalseman. Getah lebah ini dihasilkan dari cairan khusu yang dikeluarkan dari tubuh lebah kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawaar, dan akasia. Propolis juga digunakan untuk menambal sarang-sarang yang retak. Dengan demikian sarang akan bertahan dari ancaman luar.  Propolis juga mencegah pertumbuhan bakteri di dalam sarang. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalseman. Bagaimana lebah tau zat tersebut adalah zat terbaik?. Bagaimana lebah dapat membuat zat yang hanya dapat dibuat manusia dalam laboratorium dengan teknologi yang sangat canggih?. Bagaimana lebah mengetahui serangga yang mati dapat mendatangkan kuman dan dengan pembalseman akan dapat mencegah hal itu?.  Jawabannya sederhana, lebah dapat melakukan ini semua karena ilham Tuhan Yang Maha Kaya dianugrahi padanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here