Menengok Olahraga pada Masa Nabi Saw.

0
2479

BincangSyariah.Com – Tahun 2018 menjadi tahun yang istimewa bagi Indonesia. Betapa tidak, Indonesia menjadi tuan rumah perlombaan bergengsi tingkat Asia dalam cabang olahraga. Asean Games. Para atlet dari semua negara bagian Asia akan bertemu memperebutkan medali mulai dari perunggu, perak hingga medali emas.

Cabang olahraga yang dilombakan pun bermacam-macam, mulai dari lomba bulu tangkis, renang, pencak silat dan lain sebagainya. Terlepas dari perhelatan Asean Games tersebut, olahraga memang sangatlah bagus untuk memperkuat badan, merenggangkan otot-otot yang kaku akibat capek bekerja, mengurangi stress, menurunkan kolestrol dan lain sebagainya. Jika cabang olahraga pada zaman modern ini banyak sekali macam dan jenisnya sebagaimana disebutkan diatas, lalu jenis-jenis olahraga apa sajakah yang ada pada zaman Nabi Saw.?

Sejak dulu, Nabi Saw. sudah memerintahkan umatnya untuk melatih fisik mereka dengan latihan-latihan jasmani, terutama sebelum menghadapi peperangan. Dan latihan jasmani tersebut dalam zaman sekarang ini bisa diartikan dengan olahraga. Berikut adalah olahraga-olahraga pada zaman Nabi Saw. sebagaimana terekam dalam Alquran dan hadis Nabi Saw.

  1. Memanah

Allah berfirman “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (QS. Al Anfal/ 60). Di dalam ayat tersebut Allah memerintahkan umat Muslim untuk mempersiapkan diri dengan menggalang kekuatan dalam menghadapi musuh. Dan Nabi Saw. sendiri mengartikan kekuatan tersebut dengan latihan olahraga memanah. Sebagaimana hadis dari Uqbah bin Amir al Juhani ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar “الا ان القوة الرمي الا ان القوة الرمي الا ان القوة الرمي “ingatlah kekuatan itu terletak pada memanah, ingatlah kekuatan itu terletak pada memanah ingatlah kekuatan itu terletak pada memanah.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah). Nabi saw. mengulang-ulang perkataannya untuk menggairahkan latihan memanah dan menyediakan alat-alatnya.

  1. Berenang
Baca Juga :  Mengenal Istilah-istilah dalam Ilmu Fikih (Bagian III)

Berenang merupakan latihan jasmani di dalam air yang banyak menghadapi resiko dan bahaya. Ini merupakan sikap latihan mental muslim dalam menghadapi segala rintangan yang menghadangnya. Adapun hadis yang mengindikasikan olahraga berenang sudah ada pada zaman Rasulullah adalah sebagaimana riwayat imam Annasai di dalam kitab sunannya berikut ini: Dari Atha’ bin Abi Rabbah ia berkata, Aku melihat Jabir bin Abdillah Alanshari dan Jabir bin Umairah Alanshari sedang latihan melempar. Salah seorang dari mereka berkatakepada yang lainnya; Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (sia-sia) dan permainan saja, kecuali empat hal, candaan suami kepada istrinya, seorang laki-laki yang melatih kudanya, latihan memanah dan laki-laki yang mengajarkan berenang.” Dalam hadis tersebut disebutkan secara mutlak tentang berenang, maka termasuk di dalamnya adalah segala macam cabang olahraga air seperti berdayung dan cabang-cabang air lainnya.

  1. Berlari

Sebagaimana anjuran untuk memanah dan berenang maka Nabi Saw. juga pernah olahraga berlari bersama Aisyah ra. sebagaimana hadis shahih berikut ini:

عن عائشة رضي الله عنها أنها كانت مع النبي صلى الله عليه وسلم في سفر قالت فسابقته فسبقته على رجلي، فلما حملت اللحم سابقته فسبقني فقال هذه بتلك السبقة

“Dari Aisyah ra. ia bersama Nabi Saw. berada di jalan, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bertanding dengan saya (lari), dan saya mendahuluinya. Ketika badan saya gemuk, saya bertanding lari dengannya, dan ia mendahuluiku. Kemudian beliau bersabda: “kemenangan ini untuk kemenangan itu (Ini satu lawan satu).” HR Abu Daud, An Nasai dan Ibnu Majah)

  1. Berkuda

Al Qur’an telah menyebutkan tentang kekuatan-kekuatan yang perlu dipersiapkan oleh setiap muslim, khususnya dalam menghadapi jihad (perang). Allah berfirman dalam surat Alanfal ayat 60“dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) dapat menggetarkan musuh Allah dan musuhmu.”

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan umat Muslim untuk olahraga berkuda sebagai bahan latihan dalam memerangi musuh. Olahraga berkuda memiliki manfaat yang banyak sekali, diantaranya adalah dapat meningkatkan kekuatan otot, mencegah kram otot, serta meningkatkan tanggung jawab, kesabaran, kedisiplinan dan rasa percaya diri.

Baca Juga :  Kisah Raja Zalim Namrud yang Kalah dengan Kumpulan Nyamuk

Bahkan olahraga berkuda ini telah dijadikan ajang perlombaan pada zaman Nabi Saw. Ibnu Umar menceritakan Nabi Muhammad Saw. pernah memacu kuda pacuan dari Alhafya’ hingga Tsaniyatul Wada’ dan memacu kuda yang bukan kuda pacuan dari Tsaniyatul Wada’ hingga masjid Bani Zurai’. Ibnu Umar ra berkata: “Aku termasuk orang yang ikut dalam pacuan kuda itu.” Sufyan berkata: “Jarak antara Alhafya’ ke Tsaniyatul Wada’ antara lima atau enam mil sedangkan jarak Tsaniyah Wada’ ke masjid Bani Zura’i satu mil.”(HR. Albukhari).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here