Mencegah Kemungkaran Ala Rasulullah

0
3147

BincangSyariah.Com – Segala bentuk kemaksiatan kepada Allah, baik berupa meninggalkan kewajiban ataupun melakukan apa-apa yang dilarang oleh-Nya biasa disebut dengan kemungkaran. Para ulama sepakat bahwa mencegah kemungkaran dalam Islam adalah fardhu kifayah sesuai kemampuannya. Mencegah kemungkaran memang tak semudah menyuruh pada kebaikan, namun keduanya itu sepaket dari anjuran Allah yang akan membawa pada keberuntungan. Dalam QS Ali Imran ayat 104 Allah berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Untuk bisa mengajak teman nimbrung ke pangajian masjid, kita tinggal mengutarakan niatnya dengan baik dan elegan. Namun untuk mengingatkan teman yang terbiasa dengan minum-minuman yang haram cukup membutuhkan waktu dan usaha yang ekstra. Dalam Riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka berantaslah dengan tangannya (perbuatan). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya (ucapan). Jika tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatinya. Ini adalah iman yang paling lemah. (HR Muslim)

Pada hadis tersebut Rasulullah menginformasikan dengan gamblang bahwa tahapan untuk mencegah kemungkaran tersebut dimulai dengan cara terberat untuk keadaan yang memungkinkan, yaitu mencegah kemungkaran dengan tangan (perbuatan) . Cara ini dilakukan jika situasi memungkinkan untuk memulai dengan tangan dan perbuatan, namun jika tidak maka beralih ke tahapan yang kedua. seperti bilamana pencegahan dilakukan dengan tangan malah akan menyebabkan perkelahian dan semisalnya. Maka bijaknya yang ditempuh adalah cara lisan, yaitu dengan menegur baik-baik.

Baca Juga :  Tiga Mahar Unik di Masa Rasulullah Saw

Tahapan kedua adalah memulai dalam mencegah kemungkaran tersebut dengan ucapan. Cara ini dilakukan bilamana memang tidak mampu mencegah kemungkaran dengan tangan (perbuatan), misal posisinya yang lebih kuat. Cara yang kedua ini bisa menjadi solusi terbaik agar tetap terjalin hubungan yang baik dan damai, bisa dengan menegur atau menasehati. Namun jika cara itu masih belum memungkinkan, maka tahapan terakhir adalah dengan hati.

Mencegah kemungkaran dengan hati adalah cukup dengan mengingkari kemungkaran tersebut, tidak dengan perbuatan dan tidak pula dengan ucapan. Kondisi seperti ini juga disebut sebagai mencegah kemungkaran yang dilakukan secara makna, karena memang tidak ada yang mampu diperbuat lagi selainnya.

Tahapan-tahapan tersebut merupakan ketentuan Rasulullah yang merupakan upaya untuk terus rukun dalam menjaga keharmonisan sesama. Tidak dengan kekerasan atau tindakan yang merugikan salah satu pihak. Dengan demikian tidak akan ada keonaran dan kebencian yang tertanam dalam jiwa. Semoga hal ini bisa terus menciptakan masyarakat yang saling menyeru pada kebaikan. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here