Menangis Saat Membaca Alquran

2
5006

BincangSyariah.Com – Menangis merupakan salah satu ekspresi kesedihan ataupun justru kebahagiaan. Biasanya seseorang akan menangis ketika tertimpa musibah atau mengalami suatu masalah. Bahkan ada pula yang menangis saat mendapatkan anugrah dan suatu kenikmatan. Lalu bagaimana jika seseorang itu menangis saat membaca ayat-ayat Alquran? Bagaimana hukumnya dan apakah dianjurkan?

Menangis saat membaca Alquran adalah dianjurkan (disunahkan). Hal ini berdasarkan hadis riwayat Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ، فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا» أخرجه ابن ماجه في “سننه”.

Sungguh Al-Qur’an ini turun dengan kesedihan, maka jika kalian membacanya, menangislah. Jika kalian tidak dapat menangis, maka berusahalah untuk menangis.” (HR. Ibnu Majah).

Menangis saat membaca Alquran merupakan ciri dari orang yang telah mengenal Allah, serta ciri dari hamba-hambaNya yang shalih. Allah swt. berfirman:

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (Q.S. Al-Isra’/17: 109)

Imam Al-Qurthubi di dalam kitab Tafsirnya “Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an” memberikan penjelasan tentang ayat ini. Bahwa ayat ini menunjukkan sifat sekaligus pujian bagi orang-orang yang shalih. Ayat ini juga memberikan pelajaran bagi setiap orang yang telah mendapatkan ilmu hendaknya mencapai pada derajat seperti ini. Yakni khusyuk ketika membaca Alquran, tawadlu’,  serta merendahkan diri.

Imam Ad-Darimi di dalam kitab Musnadnya juga pernah mengutip perkataan Abdul A’la At-Tamimy

مَنْ أُوتِيَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لاَ يُبْكِيهِ لَخَلِيقٌ أَنْ لاَ يَكُونَ أُوتِيَ عِلْمًا يَنْفَعُهُ لأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى نَعَتَ الْعُلَمَاءَ ، ثُمَّ قَرَأَ{إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ} إِلَى قَوْلِهِ {يَبْكُونَ}..

Siapa yang telah diberi ilmu, namun tidak menjadikannya menangis kepada Al-Khaliq (Allah), maka hakikatnya ia tidak diberi ilmu. Sebab Allah telah mensifati ulama (orang-orang yang berilmu). Kemudian ia membaca ayat “Sesungguhnya orang-orang yang berilmu” sampai ayat “orang-orang yang menangis” (surah Al-Isra’ ayat 107-109). (HR. Ad-Darimi).

Baca Juga :  Mencari Ceramah Ramadan Berkualitas, Bisa Lewat Aplikasi Sahabat Berkah

Sedangkan imam Az-Zamakhsyari di dalam kitab Tafsirnya “Al-Kasyyaf An Haqaiq Ghawamidit Tanzil” menafsirkan ayat wayaziduhum khusyu’an sebagaimana tersebut di atas (surah Al-Isra’ ayat 109). Yakni Alquran itu membuat mereka bertambah lembut hatinya dan basah matanya. Dengan kata lain, orang yang membaca Alquran dapat membuat hati semakin lembut dan membuat dia menangis.

Imam Nawawi di dalam kitab At-Tibyan Fi Adab Hamalatil Qur’an juga menuliskan bab menangis ketika membaca Alquran. Beliau mengatakan menangis ketika membaca Alquran adalah sifatnya orang-orang yang ma’rifat (telah mengenal Allah), dan tanda hamba-hamba Allah yang shalih.”

Selain surah Al-Isra’ ayat 109 dan riwayat Saad bin Abi Waqqas tersebut, banyak pula kisah terkait sahabat, tabiin dan ulama yang biasa menangis ketika membaca Alquran.

Diantaranya adalah kisah Umar bin Khattab yang salat shubuh berjamaah. Beliau membaca surah Yusuf, lalu beliau menangis hingga mengalir air matanya sampai tenggorokan. Dalam suatu riwayat pula disebutkan bahwa ketika beliau salat Isya’ beliau mengulang-ulang ayat yang beliau baca. Ada pula riwayat yang menceritakan bahwa beliau menangis sampai terdengar tangisannya dari saf belakang.

Abu Raja’ pun memiliki kisah tentang Ibnu Abbas. “Aku melihat Ibnu Abbas dan di bawah matanya seperti ada bekas aliran air mata.” Selain itu ada pula kisah dari Abu Shalih. “Orang-orang penduduk Yaman datang kepada Abu Bakar As-Shiddiq yang sedang membaca Alquran dan menangis lalu beliau berkata: “Beginilah kami (yang membaca Alquran hingga menangis).

Hisyam juga mengisahkan tentang Muhammad bin Sirrin. “Barangkali aku mendengar tangisan Muhammad bin Sirrin di malam hari ketika salat.” Masih banyak lagi kisah-kisah tentang para sahabat, tabiin dan ulama ketika membaca Alquran pasti akan menangis karena meresapi apa yang terdapat dalam ayat-ayat yang ia baca.

Baca Juga :  Kementerian Agama Merevisi Penulisan 186 Kata dalam Alquran

Sementara itu Imam Al-Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’Ulumid Din bahwa menangis itu disunnahkan ketika membaca Alquran. Dan Shalih Al-Marri pun juga memiliki kisah tersendiri terkait hal ini. “Suatu ketika aku bermimpi membaca Alquran di depan Rasulullah saw. lalu beliau bersabda kepadaku “Wahai Shalih, ini adalah Alquran, mana tangisanmu?”

Ibnu Abbas juga pernah berkata: “Jika kamu membaca Surah Sajdah Subhanallah, maka janganlah kalian segera sujud hingga kalian menangis, jika mata salah satu dari kalian tidak menangis, maka hendaknya hatinyalah yang menangis, karena itulah cara untuk bisa menangis. Yakni dengan menghadirkan kesedihan di dalam hatinya. Maka dari kesedihan itulah yang akan menumbuhkan tangisan.”

Cara menghadirkan kesedihan adalah dengan berangan-angan akan ancaman, janji, kemudian membayangkan akan perintah dan larangan Allah. Lalu ia sedih dan tidak ada tempat kecuali tangisan. Jika belum bisa mendatangkan kesedihan dan tangisan di dalam hati yang jernih maka menangislah dengan tanpa adanya kesedihan dan tangisan. Namun, sesungguhnya hal itu adalah musibah yang paling besar.

Demikianlah terkait tentang menangis ketika membaca Alquran. Di mana hal ini adalah sangat dianjurkan. Karena tangisan kita saat membaca Alquran adalah menunjukkan akan hadirnya hati kita untuk merenungi dan meresapi apa yang difirmankan oleh Allah. Dan hal ini adalah salah satu ciri orang-orang yang telah mengenal Allah serta ciri hamba-hamba Nya yang shalih. Oleh karena itu, ketika membaca Alquran, jangan tergesa-gesa. Tetapi, resapilah makna yang terkandung di dalamnya, agar hati kita semakin lembut hingga kita dapat menangis ketika membacanya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Diolah dari laman resmi Darul Ifta’ Al-Misriyyah Kairo Mesir http://dar-alifta.org/ar/ViewFatwa.aspx?ID=13412&LangID=1&MuftiType=0



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here