Memverifikasi Berita itu Meneladani Para Sahabat Nabi

0
26

BincangSyariah.Com – Tidak bisa dipungkiri lagi, kemajuan teknologi di era sekarang berimbas pada pesatnya informasi yang kita terima. Tentu hal ini berdampak positif untuk perkembangan pengetahuan masyakat. Sayangnya, di tengah pesatnya arus informasi yang tersebar, ada saja hoaks yang terselip di sana. Hal ini diperparah dengan sikap sebagian dari kita, yang langsung menyebar ulangkan informasi tersebut, tanpa memverifikasi terlebih dahulu.

Padahal, menyebarkan berita hoaks bisa sangat berbahaya bagi masyarakat. Hal yang paling berbahaya darinya adalah, dianggapnya hoaks sebagai berita yang benar masyarakat luas. Dari sini, dirasa perlu bagi kita merefleksikan kembali apa yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi.

Salah satu teladan yang bisa kita contoh dari sahabat adalah memverifikasi berita atau informasi sebelum menerimanya. Semangat untuk memverifikasi informasi sudah hadir pada firman Allah Swt. yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Dr. Mahmud Thohan dalam kitabnya Taisīr Muṣṯālah Al-Ḥadits menjelaskan bahwa ayat di atas medorong para sahabat Nabi untuk berhati-hati dalam menerima sebuah informasi, terlebih lagi informasi tersebut berasal dari seseorang yang kejujuranya diragukan.

Dr. Musthofa Said al-Khin dalam kitabnya Atsaru Al-Ikhtlāf Fī Al-Qawā’id Al-Uṣuliyyah Fī Iktilāf Al-Fuqahā’, menjelaskan bahwa para sahabat Nabi tidak terburu-terburu dalam menerima sebuah hadis. Akan tetapi mereka memverifikasinya terlebih dahulu, dikarenakan mereka takut terselip sebuah kesalahan di dalam hadis tersebut. Apabila sudah terbukti kebenaranya, maka mereka menerima hadis tersebut. Jika tidak, mereka tidak mengambil hadis tersebut, atau mengambil hadis lain yang sudah terbukti kebenaranya.

Baca Juga :  Kritik Hadis Pembakaran Kaum Zindiq Oleh Ali Bin Abi Thalib (II)

Salah satu contoh kasusnya ialah cerita Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi. Suatu hari, beliau didatangi oleh seseorang nenek untuk menanyakan tentang harta waris bagianya. Akan tetapi, Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq tidak mengetahui hal tersebut, dan ingin menanyakan kepada sahabat lainya. Sahabat Mughirah bin Syu’bah berkata: “Aku pernah hadir di sisi Rasulullah Saw., dan beliau memberikan bagian untuk seorang nenek seperenam dari harta warisan.”

Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq tidak langsung menerima informasi tersebut. Akan tetapi ia memverifikasinya, dengan cara menanyakan kesaksian orang lain terhadap informasi tersebut. Kemudian Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq berkata kepada sahabat Mughirah bin Syu’bah: “Apakah adakah orang lain yang bersama dirimu?”  Maka berdiri seorang sahabat yang bernama Muhammad bin Maslamah Al-Anshori, dan berkata sebagaiman yang dikatakan oleh sahabat Mughirah bin Syu’bah. Setelah berhasil memverifikasinya, Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq akhirnya menerima informasi tersebut.

Sahabat lain yang memverifikasi informasi dengan cara menanyakan kesaksian orang lain adalah Sayyidina Umar bin Khatab. Sayyidina Umar bin Khatab mendengar sebuah hadis Rasulullah dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari yang berbunyi: “Apabila salah satu dari kalian meminta izin, namun tidak diberi izin, hendaknya ia kembali pulang.” Awalnya Sayyidina Umar bin Khatab tidak percaya dengan hadis tersebut, dan meminta bukti bahwa hadis itu benar dari Rasulullah Saw.. Tampilah sahabat Ubai bin Ka’ab yang membenarkan bahwa hadis itu berasal dari Rasulullah Saw, dan akhirnya Sayyidina Umar bin Khatab menerima hadis tersebut.

Dari penjelasan di atas, patut bagi kita untuk meneladani para sahabat dalam  menyaring suatu informasi. Dengan keterbatasan teknologi saat itu, para sahabat tetap semangat di dalam memverifikasi suatu informasi. Tentu hal ini menjadi tamparan keras bagi yang sudah hidup ditengah pesatnya kemajuan teknologi, akan tetapi masih malas dalam memverifikasi informasi.

Baca Juga :  Sabda Nabi Tentang Pentingnya Persatuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here