Membincang Tradisi Bagi-bagi THR di Hari Raya Idul Fitri

0
1741

BincangSyariah.Com – Hari raya Idulfitri di Indonesia dirayakan dengan berbagai kebiasaan mulai dari bagi-bagi THR atau tunjangan hari raya hingga halalbihalal. Pada dasarnya, THR adalah tunjangan keuangan bagi pekerja atau buruh untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan, seperti keperluan mudik, membeli baju baru, parcel lebaran, dan lain-lain.

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia, THR yang sekarang merupakan hak setiap pekerja lahir dari tuntutan para buruh (1953) atas hak THR yang sebelumnya hanya khusus diberikan kepada pekerja pemerintah saja yang dikenal dengan hadiah Lebaran untuk menyambut hari raya Idulfitri.

Pemaknaan THR kini meluas, tidak hanya tentang tunjangan hari raya bagi para pekerja, tapi kini bagi-bagi THR juga dimaknai sebagai kegiatan bagi-bagi uang lebaran untuk keponakan, saudara atau anak-anak kecil di sekitar tempat tinggal dalam rangka merayakan dan menyebarkan kegembiraan hari raya Idulfitri. Lewat tradisi tersebut, maka setiap orang baik yang kaya atau miskin bisa merasakan kebahagiaan hari raya bersama-sama.

Merayakan hari raya dengan memberikan hadiah atau membagi-bagikan THR kepada sesama merupakan tradisi baik sebab tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan Islam menganjurkan kepada umatnya untuk saling berbagi kepada sesama. Sebab hal tersebut dapat meringankan penderitaan dan menyelipkan perasaan bahagia ke dalam hati saudara kita. Dalam sebuah hadis dikatakan:

تَهَادُوْا تَحَابُّوا

Artinya: Berilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).

Satu hal yang perlu diingat adalah setiap pekerjaan harus disertai dengan niat yang baik. Untuk itu, siapapun yang memberikan hadiah harus memiliki niat yang tulus, memperkuat hubungan saudara karena Allah, menumbuhkan rasa cinta serta menghapus kedengkian karena Allah, yang semua itu demi meraih keridaan Allah semata. Dan Idulftri adalah satu momen yang tepat untuk saling memberi hadiah.

Baca Juga :  Tanda-tanda Hati yang Mati Menurut Ibnu Athaillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here