Memahami Makna Menuntut Ilmu dan Keutamaannya

2
30

BincangSyariah.Com – Islam selalu mendorong setiap orang untuk menuntut ilmu. Sebab, menuntut ilmu dalam Islam adalah satu kegiatan yang mampu mendatangkan pahala.

Mari memahami makna menuntut ilmu dan keutamannya agar dalam menuntut ilmu kita tidak hanya menjadi cerdas dan pandai, tapi juga mendapatkan pahala berlipat sebab berlandasan niat kepada Allah Swt.

Menuntut ilmu atau belajar adalah kewajiban setiap orang Islam. Banyak sekali ayat Al-Qur’an atau hadits Rasulullah Saw. yang menjelaskan tentang kewajiban belajar.

Kewajiban tersebut ditujukkan kepada perempuan dan laki-laki. Wahyu pertama yang diterima Nabi Saw. adalah perintah untuk membaca atau belajar. Q.S. Al-‘Alaq (96):1-5 sebagai berikut:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

iqra` bismi rabbikallażī khalaq

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,”

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

khalaqal-insāna min ‘alaq

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ

iqra` wa rabbukal-akram

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,”

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

allażī ‘allama bil-qalam

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,”

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

‘allamal-insāna mā lam ya’lam

“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Kewajiban menuntut ilmu bagi perempuan dan laki-laki adalah tanda bahwa agama Islam tidak membeda-bedakan hak dan kewajiban manusia karena jenis kelaminnya. (Baca: Dalil Menuntut Ilmu dalam Al-Quran dan Hadis)

Meskipun memang ada beberapa kewajiban yang diperintahkan Allah Swt. dan Rasul-Nya yang membedakan lak-laki dengan perempuan. Tapi, dalam menuntut ilmu, keduanya mempunyai kewajiban dan hak yang sama.

Perempuan dan laki-laki sama-sama sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai hamba (‘abid). Untuk menjadi khalifah yang sukses, maka seorang Muslim sudah tentu membutuhkan ilmu pengetahuan yang memadai.

Bagaimana mungkin seseorang dapat mengelola dan merekayasa kehidupan di bumi ini tanpa bekal ilmu pengetahuan?

Untuk mencapai tingkat keyakinan atau keimanan hamba yang tertinggi kepada Allah Swt. dan makhluk-makhluk-Nya yang gaib, maka dibutuhkan ilmu pengetahuan yang luas.

Menuntut ilmu tidak dibatasi oleh jarak dan waktu. Tentang jarak, ada ungkapan yang menyatakan bahwa tuntutlah ilmu hingga ke negeri China. Islam juga mengajarkan bahwa menuntut ilmu dimulai sejak lahir hingga liang lahat.[]

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here