Memahami Kondisi Sosial Budaya Bangsa Arab Sebelum Islam Datang

0
4899

BincangSyariah.Com – Semenanjung Arab merupakan semenanjung terbesar di dunia yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari gurun pasir dan stepa. Badri Yatim dalam Historiografi Islam memaparkan, menurut pernyataan para sejarawan, semenanjung Arab pernah ditempati oleh dua komunitas bangsa Arab;

Pertama; yang dikenal dengan sebutan Arab Ba’idah, yaitu bangsa-bangsa Arab yang menempati semenanjung Arab jauh sebelum Islam datang. Jauhnya jarak tersebut berakibat pda sulitnya mengungkap sejarh mereka secara rinci dan lengkap. Referensi sejarah tentang eksistensi keberadaan mereka sangat sulit ditemukan. Kita dapat mengetahui sejarah mereka dari keterangan kitab-kitab samawi seperti Taurat, Injil, Al-Quran dan ungkapan syair-sayir Jahiliyah. Di antaranya adalah kaum Ad, Tsamud, Judais, Amlaq, Ashhab ar-Rass dan penduduk Madyan. Kini keberadaan mereka telah musnah.

Kedua, bangsa Baqiyah (yang masih ada). Bila dilihat dari asal-usul keturunan, bangsa ini terdiri dari dua golongan besar yaitu Qathaniyyun dan Adnaniyyun. Nenek moyang Qathaniyyun (keturunan Qathan) berasal dari Yaman. Garis keturunan ini sampai pada Taqthan al-Yamany, dalam kitab Taurat disebut Yaqzan. Sedangkan Adnaniyyun, nenek moyang mereka Adyan yang berasal dari Nabi Ismail bin Ibrahim. Mulanya golongan Adnaniyyun menempati wilayah utara dan Qathaniyyun di wilayah selatan. Tetapi karena kebiasaan mereka yang hidup nomaden, berpindah dari wilayah utara ke selatan atau sebaliknya, akhirnya dua golongan itu membaur.

Menurut Philip K. Hitti dalam History of The Arabs, di antara fenomena sosial yang menonjol dalam kehidupan masyarakat Arab adalah kebanggaan terhadap kelompoknya masing-masing. Sistem sosial mereka dalam memperhitungkan keturunan mengikuti garis bapak atau petriakal, sehingga di setiap akhir nama diikuti dengan penyebutan nama bapaknya. Hal ini menunjukkan kebanggaan terhadap nenek moyang dan dari kabilah apa mereka berasal. Suatu kabilah berdiri sebagai pemerintahan kecil yang politiknya berasal dari kesamaan fanatisme. Suku (Qabilah) adalah sekelompok klan yang sedarah. Klan (qawm) terdiri dari sejumlah keluarga yang menempati suatu wilayah tertentu dan membentuk hayy. Untuk mengawali mana rumpun mereka menggunakan gelar banu. Setiap anggota kabilah mengganggap keluarga sedarah satu sama lainnya, sehingga kekayaan alam seperti air, rumput, dan ladang yang berada di sekitarnya adalah milik bersama. Ikatan keluarga dan kekerabatan suku tersebut sangat kuat. Adalah musibah paling besar bagi mereka dengan putusnya keanggotaan dengan sukunya.

Baca Juga :  Amalan yang Pahalanya Melebihi Haji dalam Manuskrip Hadis Nusantara

Tidak ada istilah raja (malik) bagi orang-orang Arab pra-Islam kecuali untuk merujuk pada penguasa-penguasa asing. Syekh adalah sebutan bagi setiap ketua klan yang dipilih dari anggota senior dalam klannya yang bijak dalam wejangannya dan berani serta oemurah. Adapun dalam masalah militer dan hukum, ia harus berkonsultasi dengan dewan suku dan tidak memiliki otoritas mutlak.

Ibnu dalam Muqaddimah mengungkapkan bahwa gurun pasir yang gersang serta kondisi lingkungan yang mengitari masyarakat Arab tidak mungkin tidak berpengaruh pada watak  penduduknya. Tidak heran jika mereka terkenal dengan kekerasan dan kekejamannya. Seperti yang diuraikan oleh Ibnu Khaldun mengenai pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter manusia, lingkungan yang panas dan tandus menumbuhkan watak keras dan pantang menyerah bagi masyarakat yang mendiaminya. Namun di balik kerasnya watak mereka, juga memiliki sifat ramah dan menghormati tamu. Demikian juga Asghar Ali mengungkapkan dalam Asal Usul dan Perkembangan Islam, watak keras, ketabahan dan keuletan adalah keistimewaan mereka. Sedangkan kurangnya disiplin dan menghormati kekuasaan merupakan kekurangan mereka.

Kerasnya watak mereka juga dipengaruhi oleh semangat kesukuan dan menjaga harga diri individu serta serta kabilahnya. Kerap kali peperangan terjadi antar kabilah disebabkan masalah sepele yang terjadi antara anggota kabilah tertentu dengan anggota kabilah alin atau karena memperebutkan kekayaan alam terutama air. Peperangan itu mengalihkan perhatian mereka dari memikirkan kebudayaan dan pekerjaan yang lain.

Adanya kelas masyarakat merupakan fenomena lain dari kehidupan sosial bangsa Arab. Kaum bangsawan selalu diprioritaskan dan dihormati. Sebaliknya kaum bawahan dikucilkan dan diperlakukan seperti budak.

Di samping keberadaan orang-orang Arab badui yang tinggal di pedalaman dan masih berada pada taraf permulaan perkembangan budaya, penduduk Arab yang mendiami pesisir jazirah Arab lebih berbudaya dan sejarah mereka lebih dapat diketahui. Letak geografis jazirah Arab yang berada pada jalur perdagangan yang menghubungkan antara Syam dan Samudera India menjadikan kehidupan ekonomi mereka bertumpu pada perdagangan.

Baca Juga :  Tiga Peninggalan Peradaban Islam Paling Terkenal di Cordoba Spanyol

Menurut K. Hitti, salah satu aset kultural yang menjadi ciri khas bangsa Arab adalah kecintaannya pada puisi. Syair menjadi sarana mengekspresikan kreatif seni. Sama halnya dengan orang-orang Yunani yang mengekspresikan keseniannya dalam bentuk seni patung dan arsitektur atau orang-orang Ibrani yang mengekspresikannya dalam bentuk lagu keagamaan, maka orang Arab menuangkannya dalam bentuk ungkapan. Keindahan ungkapan dan gaya bahasa orang Arab dalam bersyair tidak kalah dampaknya dengan dawai yang dipetik indah hingga mampu menghipnotis perasaan orang yang mendengarnya.

Jika hampir semua penduduk Badui adalah penyair, penduduk kota juga mahir menggubah syair. Dalam hal seni, kemahiran orang-orang Arab, jauh sebelum kedatangan Islam, dalam bersyair memang telah diakui oleh dunia. Biasanya syair mereka dibacakan di pasar-pasar atau pergelaran pentas syair seperti di pasar Ukaz. Di kalangan mereka, seorang penyair sangatlah dihormati. Bahkan sebuah keluarga atau kabilah lebih bangga memiliki anggota keluarga seorang penyair dari pada seorang panglima perang. Begitulah bangsa Arab kuno dikenal sebagai bangsa penyair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here