Memahami Dasar-dasar Toleransi Islam

1
183

BincangSyariah.Com – Dalam beberapa tahun belakangan ini, kata “toleransi” menjadi demikian populer. Hampir tiap hari kita mendengar atau membincangkan kata ini. Popularitas kata ini terkait dengan banyaknya aksi kekerasan, verbal maupun nonverbal, persekusi dan sejenisnya dengan mengatasnamakan agama. Agama, dalam hal ini Islam, dikesankan sebagai agama intoleran. Benarkah? Pertanyaan utama kita adalah apakah sesungguhnya makna “toleransi”? Apa pula prinsip-prinsipnya?.

Toleransi dalam bahasa agama disebut al-samahah atau al-tasamuh. Secara literal, istilah ini berarti “memudahkan” dan “murah hati”, tepo seliro, “tenggang rasa”, “tidak menyulitkan” atau “tidak memberatkan” dan “memberi tempat kepada orang lain”.

Makna toleransi seperti itu disebutkan dalam sejumlah ayat Alquran dan hadis Nabi saw. Antara lain:

يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Q.S. al-Baqarah [2]: 185).

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الّدِّينِ مِنْ حَرَجٍ.

Allah sama sekali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Q.S. al-Hajj [22]: 78).

Ibn Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. ditanya seorang sahabatnya, “Agama apa yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab:

اَحَبُّ اْلاَدْيَانِ اِلَى اللهِ الْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ.

 Agama yang paling Allah cintai adalah yang lurus (moderat) dan memudahkan.

Nabi juga mengatakan:

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا . بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا.

Permudahlah dan jangan mempersulit. Senangkan dan jangan bikin benci.

Pada kesempatan yang lain, Nabi mengatakan:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا،

Sesungguhnya agama itu mudah. Siapa pun yang membuat agama jadi berat akan ditinggalkan/kalah. Hendaklah bertindak jujur, dekati mereka (manusia) dan beri mereka kegembiraan.

Islam adalah agama toleran. Bila ada fakta tindakan yang membuat sulit orang, memberatkan atau menderitakan, maka itu  bukan ajaran agama Islam, karena itu merupakan tindakan intoleran.

Baca Juga :  Mengenal Keturunan Nabi Muhammad

Syekh Wahbah al-Zuhaili, ahli fikih kontemporer terkemuka dari Suriah, mengatakan bahwa toleransi dalam Islam meliputi lima nilai dasar:

  1. Persaudaraan atas dasar kemanusiaan (الإخاء الإنساني );
  2. Pengakuan dan penghormatan terhadap yang lain (الاعتراف بالآخر واحترامه);
  3. Kesetaraan semua manusia (المساوة بين الناس);
  4. Keadilan sosial dan hukum (العدل فى التعامل );
  5. Kebebasan yang diatur oleh undang-undang ((الحرية المنظمة.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.