Melacak Peninggalan Ajaran Umat Terdahulu

0
30

BincangSyariah.com Dalam ilmu Ushul Fikih (metodologi penggalian hukum islam) terdapat pembahasan mengenai Syar’u Man Qablana. Syar’u Man Qablana sebagaimana dikatakan oleh Prof. Wahbah Zuhaili adalah hukum-hukum yang dititahkan Allah swt kepada umat terdahulu (sebelum masa Nabi Muhammad Saw) melalui perantara para nabi-Nya seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Daud.

Fokus tulisan ini hendak menyorot peninggalan syariat terdahulu yang masih relevan dan berlaku sampai umat muslim sekarang.

Pertama, ibadah puasa sebagai kewajiban yang diwarisakan oleh umat terdahulu, tepatnya disyariatkan pertama kali kepada umat Nasrani. Meskipun ada keterangan lain menyebutkan bahwa puasa juga diwajibkan sebelumnya kepada umat Yahudi. Imam al-Qaffal menyatakan, sejatinya syariat yang kita warisi dari umat terdahulu mengajarkan keteladanan bagi kita semua untuk mencapai sebuah tujuan hakiki. Ketakwaan.

Kedua, khitan yaitu pemotongan sebagian dari ujung organ kelamin laki-laki. Perintah khitan sudah dipraktikan pertama kali sejak zaman Nabi Ibrahim as. Hal ini juga dikemukakan dalam al-Qur’an, hendaklah kamu mengikuti millah atau ajaran Nabi Ibrahim yang lurus (QS. Al-Baqarah: 183)

Ketiga, hukum rajam yaitu melampari para pelaku zina dengan batu hingga meninggal. Hukum ini memang tidak dicantumkan dalam al-Qur’an. Tapi, menurut pakar ushul fikih teks yang menjelaskan kewajiban rajam ini, sudah dihapus (mansukh) dan hukumnya masih tetap berlaku. Berikut redaksi lengkapnya.

الشيخُ و الشيخةُ إذا زنيا  فارجموها البتة

“seorang laki-laki dan seorang perempuan jika telah berbuat zina maka harus menerima hukuman rajam”

Sekedar selingan, dalam ilmu ushul fikih juga terdapat pembahasan nasakh-mansukh yaitu titah allah yang datang untuk menghapus titah sebelumnya. Berdasarkan definisi ini kemudian para ulama menyatakan, boleh saja satu nash dihapus meskipun hukumnya masih berlaku, menyisahkan nash dan hukumnya tidak berlaku ataupun nash dan hukumnya sama-sama dihapus tidak berlaku.

Baca Juga :  Mariyah Al-Qibthiyah; Wanita Jelita Asal Mesir yang Dipersunting Rasulullah

Berkenaan dengan hukum rajam, hukuman semacam ini sebenarnya sudah diajarkan sejak umat Nabi Musa as. Sebab ajaran ini bisa kita lacak juga pada perjnjian lama. Maka hukum rajam bukanlah syariat yang baru diperkenalkan oleh umat islam, tetapi ajaran ini merupakan ajaran warisan dari umat terdahulu. (Baca: Tafsir Surah al-Sajdah Ayat 26-27; Sebab Kehancuran Umat-Umat Terdahulu)

Dalam perjanjian lama disebutkan, “tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak ditemkan tanda-tanda keperawanan pada si gadis, maka haruslah si gadis dibawa ke depan pintu rumah ayahnya dan orang-orang sekota haruslah melembari ia denga batu hingga meninggal” (Lembaga al-Kitab Indonesia, al-kitab perjanjian lama, ulangan 20; 20)

Sebetulnya masih banyak syariat yang kita praktikkan saat ini berasal dari umat terdahulu, dan tidak bisa disebutkan satu per satu, seperti cara menyucikan pakaian harus di potong dan poligami.

Perihal poligami baru-baru ini sempat terjadi pertentangan jika poligani disebut bukan syariat Nabi Muhammad Saw. Sebab poligami sendiri memang bukanlah syariat dari Nabi Muhammad Saw, beliau hanya membatasi laki-laki boleh menikahi empat wanita. Perlu digarisbawahi Nabi hanya “membatasi” dan ajaran poligami ini sudah digulirkan jauh sebelum hadirnya Islam. Selain itu, poligami juga tidak dapat dianggap sunnah karena Rasulullah melakukannya.

Terakhir, saya akan pungkasi tulisan ini dengan penegasan bahwa tidak semua ajaran atau praktik ibadah kita saat ini berasal dari Nabi Muhammad Saw. Adakalanya syariat itu mendapat warisan umat terdahulu. Mayoritas ulama sepakat tentang syariat umat terdahulu masih bisa berlaku hingga sekarang dengan catatan terdapat dalam al-Quran dan hukumnya tidsk dihapus.

Sekali lagi, penting saya ulang di sini bahwa tidak semua ajaran yang kita jalankan saat ini murni ajaran Nabi Muhammad Saw. Karena terkadang terdapat beberapa ajaran yang diwariskan oleh umat terdahulu.

Baca Juga :  el-Bukhari Institute Kembali Buka Pendaftaran Sekolah Hadis Angkatan Ketiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here