Mata Uang di Zaman Nabi Muhammad

1
67

BincangSyariah.Com – Dinar dan dirham merupakan alat transaksi di zaman Nabi Saw. Lantas, bagaimana penggunaan dinar dan dirham di zaman Nabi Saw.? Perlu diketahui bahwa mata uang yang digunakan pada zaman Nabi Saw. adalah dinar dan dirham. Muhammad Usman Tsabir mengutip perkataan Ibnu Khaldun dalam kitabnya Muqaddimah Ibnu Khaldun (h.227) mengatakan bahwa orang Arab pada waktu  itu melakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham. (Dr. Muhammad Usman Tsabir, Al-Muamalah al-Maliyah al-Mu’ashirah fi Fiqhil Islami, hal 156) (Baca: Apakah Bertransaksi Memakai Dinar dan Dirham Termasuk Sunnah Nabi?)

Asal-Usul Kata Dirham dan Dinar

Sebelum, sebelum membahas penggunaan dinar dan dirham di masa Nabi Saw., terlebih dahulu kita ketahui asal-usul nama dinar dan dirham. Para pakar bahasa sepakat bahwa kata dirham dan dinar merupakan kata serapan yang sudah masuk dalam kalam arab. Namun mereka berbeda pendapat perihal dari mana asal kata dirham dan dinar tersebut. Berikut perbedaan asal kata dirham :

Pertama, kata dirham merupakan serapan dari Persia. Pendapat ini dipelopori oleh imam al-Jauhari dalam kitab as-Shihhah, imam Muhammad bin Mukrim Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab dan imam at-Tharaihi dalam kitab al-Majma’.

Kedua, kata dirham merupakan kata serapan dari Yunani. Pendapat ini digawangi oleh imam as-Syartuni dalam kitab Aqrabul Mawarid, imam al-‘Amid dalam kitab Mu’jamul ‘Amid al-Farisi dan imam Tubiya al-‘Anyasi al-Libanani dalam kitab Tafsirul Alfadz ad-Dakhilati fi Lughatil ‘Arabiyyah. Imam Tubiya berkata ‘Dirhamun Yunaniyyun (drachme) merupakan mata uang perak.

Sementara kata dinar, para pakar bahasa juga berbeda pendapat terkait asal muasal kata dinar sebagaimana berikut :

Pertama, kata dinar merupakan serapan dari Persia. Pendapat ini dipelopori imam Ibnu Duraid dalam kitab al-Jamharah, al-Jawaliqi dalam kitab al-Mu’arrab, Muhammad bin Mukrim Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab dan  terakhir imam as-Syartuni dalam kitab Aqrabul Mawarid.

Kedua, kata dinar merupakan kalimat arab. Namun tidak ditemukan ulama yang menegaskan perihal itu.

Ketiga, kata dinar merupakan bahasa latin. Pendapat ini dipelopori oleh imam al-‘Amid dan Tubiya al-‘Anyasi dalam kitabnya Tafsirul Alfadz ad-Dakhilati fi Lughatil ‘Arabiyyah.

(Sayyid Musa al-Husaini, Tarikh an-Nuqud al-Islamiyyah, hal 3)

Penggunaan Mata Uang Dinar dan Dirham di Zaman Nabi Saw.

Rasulullah Saw. pernah mengutus salah seorang sahabat untuk membeli seekor hewan kurban. Beliau memberi uang satu dinar kepada sahabat tersebut. Namun, setelah membeli hewan kurbannya, sahabat yang disuruh Nabi lantas menjual kambing tersebut dengan harga dua dinar. Lalu sahabat itu membeli lagi sesekor hewan kurban seharga satu dinar, sehingga ia pulang menghadap Nabi Saw. membawa satu ekor hewan kurban dan satu uang dinar. Kisah ini terdapat dalam hadis Sunan Abi Daud :

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ مَعَهُ بِدِينَارٍ يَشْتَرِي لَهُ أُضْحِيَّةً ، فَاشْتَرَاهَا بِدِينَارٍ ، وَبَاعَهَا بِدِينَارَيْنِ ، فَرَجَعَ فَاشْتَرَى لَهُ أُضْحِيَّةً بِدِينَارٍ ، وَجَاءَ بِدِينَارٍ ، إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَتَصَدَّقَ بِهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَدَعَا لَهُ أَنْ يُبَارَكَ لَهُ فِي تِجَارَتِهِ

Dari Hakim bin Hazm, bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. telah mengutusnya dengan membawa uang satu dinar agar ia belikan satu ekor hewan kurban. Kemudian ia membelinya dengan harga satu dinar, dan ia menjualnya seharga dua dinar, lalu ia kembali dan membeli seekor hewan kurban dengan harga satu dinar. Lalu ia datang dengan membawa satu uang dinar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. kemudian Nabi Saw. menyedekahkan uang tersebut dan mendoakannya agar diberi berkah dalam perdagangannya.” (Abu Daud Sulaiman as-Sijistani, Sunan Abi Daud, jus 3 hal 256)

Mas Kawin Nabi Saw. Untuk Ummu  Habibah

Nabi Saw. juga pernah menggunakan dirham sebagai mas kawin pernikahan. Hal itu terjadi saat Nabi Saw. menikahi Ummu Habibah binti Abu Sufyan. Besaran mas kawinnya adalah 4000 dirham. Kisah ini terdapat dalam hadis Sunan Abi Daud :

عن يُونُسَ عن الزّهْرِيّ: أَنّ النّجَاشِيّ زَوّجَ أُمّ حَبِيبَةَ بِنْتَ أبي سُفْيَانَ مِنْ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم عَلَى صَدَاقِ أَرْبَعةِ آلاَفِ دِرْهَمٍ، وَكَتَبَ بِذَلِكَ إلَى رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم فَقَبِلَ

Dari Yunus, dari Zuhri, bahwa An Najasyi telah menikahkan Ummu Habibah binti Abu Sufyan dengan Rasulullah Saw. dengan mahar empat ribu dirham, dan menuliskan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. kemudian beliau menerimanya. (Abu Daud Sulaiman as-Sijistani, Sunan Abi Daud, jus 2 hal 235)

Pada hadis di atas Nabi Saw. menikahi Ummu Habibah dengan mas kawin 4000 dirham.

Mata Uang Bangsa Arab Setelah Masa Nabi Saw.

Sayyid Musa al-Husaini dalamnya kitab Tarikh an-Nuqud al-Islamiyyah (h.40-41) menyebutkan sebuah pendapat mengatakan bahwa orang yang pertama kali mencetak mata uang dalam Islam adalah sahabat Umar bin Khattab Ra. untuk kemaslahatan penduduk Bashrah kala itu. Beliau mencetak mata uang menggunakan ukiran atau lukisan geometris yang kasar pada tahun 18  Hijriyah. Kemudian hal itu diikuti oleh sahabat Usman bin Affan Ra. dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Alur peristiwa Umar Ra. mencetak mata uang yakni ketika memasuki tahun ke 18 Hijriyah dari masa kepemimpinannya  datanglah beberapa delegasi kepadanya. Termasuk dari mereka adalah delegasi dari penduduk kota Bashrah, dimana di dalamnya ada Ahnaf bin Qais. Ahnaf bin Qais ini matur kepada sahabat Umar Ra. perihal kemaslahatan penduduk Bashrah. Lalu diutuslah sahabat Ma’qal bin Yasar oleh Umar Ra.  Akhirnya Umar  Ra. mencetak mata uang dirham dengan ukiran geometris kasar. Dalam dirham tersebut terdapat lafal “La ilaha illallah wahdah” di satu sisi, di sisi lain lafal “Muhammadur rasulullah”.

Setelah sahabat Usman bin Affan Ra. dibaiat menjadi pemimpin di kalangan umat muslim pasca era  Umar Ra. ia juga mencetak mata uang dirham. Model ukiran yang beliau cetak pada mata uangnya berbeda dengan masa Umar Ra., yakni menggunakan lafal “Allahu Akbar”.

(Sayyid Musa al-Husaini, Tarikh an-Nuqud al-Islamiyyah, hal 40-41)

Itulah ulasan ringkas perihal mata uang di zaman Nabi Saw., semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here