Masjid El Syifa Ciganjur: Masjid dengan Fasilitas Ramah Disabilitas

0
28

BincangSyariah.Com –  Masjid El Syifa di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, memiliki fasilitas yang ramah bagi jamaah penyandang disabilitas.

Masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang penyandang disabilitas untuk melaksanakan ibadah.

Ketua Dakwah Keluarga Masjid El Syifa, Muhidin, menyatakan bahwa masjid tersebut memiliki tempat wudhu yang berbeda dengan masjid pada umumnya.

Ada tempat wudhu yang memiliki desain khusus agar mudah diakses penyandang disabilitas.

Beberapa fasilitas di masjid ini juga membuka akses jemaah penyandang disabilitas antara lain adanya lantai ramp dalam setiap akses di ruangan.

Ada pula tiang pegangan atau hand rail dari tempat wudhu ke dalam masjid yang dapat membimbing tunanetra atau pengguna kursi roda agar mudah masuk ke dalam masjid.

Lantai marmer pada masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Umar ini juga bertekstur tidak licin, agar mudah dilewati oleh jamaah difabel.

Bagian paling unik dari masjid ini adalah tempat wudhunya yang berbeda dengan masjid lain.

Di masjid ini, jemaah tak perlu naik ke atas undakan untuk mengambil air wudhu. Mekanisme yang digunakan adalah bak alumunium yang bisa ditarik ke dalam dan ke luar.

Pada setiap tempat wudhu, ada dua keran air. Keran air di atas berfungsi untuk membasuh bagian tangan ke atas, dan keran air di bawah untuk membasuh kaki.

Keran di bagian bawah berbentuk shower sehingga gagangnya bisa diarahkan ke mana saja.

Sukamto, salah satu pengurus masjid yang bertanggungjawab pada bagian teknis banguna menyatakan bahwa konsep tempat wudhu memang istimewa.

Bak wudhu yang bisa ditarik ke dalam dan ke luar memiliki tujuan agar pengguna kursi roda mudah mengakses air wudhu tanpa khawatir kecipratan air.

Bak wudhu tersebut juga bisa dipangku oleh pengguna kursi roda sehingga tidak perlu mencondongkan badan ke depan saat berwudhu.

Dalam tempat wudhu tersebut juga tersedia lantai karet anti-slip agar jemaah yang menggunakan tempat tersebut tidak tergelincir karena kondisi lantai yang licin.

Selain itu, ada juga kamar mandi yang memberi ruang bagi pengguna kursi roda untuk melakukan manuver.

Kamar mandi tersebut dilengkapi dengan pintu geser dan tombol panik, tombol yang bisa ditekan untuk meminta pertolongan apabila terjadi sesuatu di dalam kamar mandi.

Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid El Syifa, Hadi Syaifullah mengatakan bahwa penyediaan akses bagi jemaah dengan disabilitas tersebut dimulai pada Desember 2018.

Selain karena perintah agama, penyediaan aksesibilitas bagi difabel di masjid ini juga dilatarbelakangi oleh banyaknya jemaah yang sudah berusia lanjut.

Rasulullah Saw. pernah mengajak tunanetra untuk tetap melaksanakan shalat. (Baca: Mengapa Masjid Ramah Disabilitas Sangat Penting?)

Pada masa itu, ada seorang tunanetra yang meminta keringanan untuk tidak shalat berjamaah di masjid.

Rasullah Saw. sempat mengabulkan permintaan tersebut. Tapi, saat terdengar suara adzan, Rasulullah Saw. memanggil kembali tunanetra tadi dan mengajaknya salat berjamaah di masjid.

Tindakan Rasulullah Saw. Tersebut menandakan bahwa sebenarnya tidak ada halangan bagi penyandang disabilitas untuk beribadah di masjid.[]

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here