Masjid Cordoba: Masjid yang Kini Berubah Jadi Gereja

0
1422

BincangSyariah.Com – Cordoba temasuk wilayah Spanyol kuno dimana asal usulnya kembali ke kerajaan Romawi. Saat Islam berkuasa, Cordoba dipilih sebagai ibu kota karena dinilai memiliki peradaban  maju khususnya di bidang pendidikan.

Pemerintah sengaja menyediakan fasilitas pendidikan dalam jumlah besar agar dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga Cordoba memiliki sejumlah  perpustakaan dan pernah dinobatkan sebagai kota dengan jumlah buku terbanyak.

Kekalahan Muslim Cordoba di tangan pasukan kerajaan Kastila tahun 1236 M menjadi pukulan telak bagi umat Islam tidak hanya bagi Muslim di Spanyol tapi juga di dunia. Kemegahan peradaban Islam yang telah dibangun beratus ratus tahun lamanya harus rela diserahkan. Memang peninggalan Islam di sini masih dapat ditemukan, namun sebenarnya telah banyak yang hilang.

Tidak seperti di Sevilla atau Granada, yang masih memiliki corak peninggalan Islam. Pasca kekalahan, infrastruktur di Cordoba banyak berkiblat ke Eropa modern. Sehingga menggerus infrastruktur terdahulu.

Masjid sebagai tempat paling vital bagi umat Islam pun tidak terlepas dari penggusuran atau perlaihan fungsi. Seperti yang terjadi pada masjid Toledo yang dirubah menjadi gereja atau menara masjid Al Mansur di Sevilla yang  dirubah menjadi menara lonceng gereja. Masjid Cordoba bernasib sama, beralih menjadi sebuah Gereja.

Dalam catatan sejarah, Masjid Cordoba atau yang dikenal dengan La Mezquita Al Jama dibangun pada tahun 170 H oleh Abdurrahman ad Dakhil. Konon, masjid ini dibangun di atas tanah gereja bangsa Gothic.

Abdurrahman ad-Dakhil ingin masjid Cordoba menjadi masjid termegah di Spanyol. Sehingga saat proses pembangunan, ia mendatangkan tiang tiang megah dari  Sevilla, Konstantinopel dan wilayah maju lainnya.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah , masjid ini juga menjadi tempat untuk melaksanakan urusan – urusan penting seperti pembaiatan khalifah, pembacaan kebijakan – kebijakan publik sampai penyampaian kejadian – kejadian penting.

Baca Juga :  11 Istri Nabi Muhammad Saw ini adalah Janda, Hanya Satu yang Tidak

Layaknya masjid masjid di abad pertengahan masjid Cordoba juga digunakan sebagai tempat belajar mengajar. Pengajian – pengajian kecil yang dilakukan di masjid ini adalah cikal bakal pendirian Universitas Cordoba. Hebatnya, universitas ini pernah menjadi pusat pendidikan di Barat.

Pengembangan terus dilakukan dari masa ke masa. Hisyam, putra ad Dakhil membangun menara masjid. Abdurrahman bin Hakam menambahkan dua ruangan didalamnya. Amir Abdullah membangun sebuah jalan yang menghubungkan masjid dengan istana raja.

Dan Abdurrahman an Nasir mengganti menara pertama dengan menara yang  lebih tinggi. Kemudian putranya Hakam Al Mustansir melakukan perbaikan besar besaran. Ia membangun mihrab ke tiga beserta kubahnya. Di pinggir masjid ia juga membangun posko untuk mengatur dana sedekah dan rumah untuk para pengurus masjid.

Lalu terakhir Mansur bin Abu Amir memperluas area masjid secara signifikan. Begitulah para pemimpin dari masa ke masa terus melakukan perbaikan terhadap masjid Cordoba. Tidak heran jika masjid ini menjadi salah satu masjid termegah di dunia Islam.

Dari sisi arsitektur nya. Masjid Cordoba memiliki tinggi mencapai 180 meter dan  panjang 135 meter. Sehingga luasnya mencapai 24300 meter. Luas tersebut sudah termasuk halaman masjid di sebelah Utara yang kini dikenal dengan nama Patio de los Naranjos.

Halaman ini dikelilingi sejumlah rumah dengan tiang tiang bercorak kerajaan Gothic. Pintu utamanya diberi nama bab Ghufran atau yang dikenal dengan Puerta del Perdon memiliki tinggi  mencapai tujuh meter.

Diseberangnya terdapat ruangan besar yang dibangun oleh Al Mansur, pintu utama ruangan ini bernama Bab an Nakhil atau Puerta de las Palmas. Sisi terindah masjid ini berada di Utara. Area yang didirikan pada masa Abdurrahman ad Dakhil dan putranya Hisyam. Disini terdapat pintu tertua masjid. Masyarakat Spanyol menyebutnya San Esteban.

Baca Juga :  Sejarah Singkat Perkembangan Kajian Hadis di Tunisia

Selain itu, Masjid Cordoba memilki banyak ukiran – ukiran berupa tulisan berbahasa Arab. Namun, ada dua ukiran terpenting di dalam masjid. Pertama, ukiran berbentuk khat Kufi di sebelah pintu Bab Nakhil yang dibuat di masa Abdurrahman an Nasir. Kedua, ukiran berbentuk khat Kufi yang terletak didalam mihrab dibuat di masa Khalifah Hakam Al Mustansir. Terdapat juga beberapa ayat Al Qur’an di mihrab tersebut.

Selain itu, Masjid Cordoba memliki infrastruktur modern terdiri dari  tiang – tiang megah lengkap dengan ukiran – ukiran bercorak Islam. Sayangnya, sekarang masjid ini telah dirubah menjadi menjadi sebuah gereja. Bangunan – bangunan intinya seperti atap, kubah, mihrab dan ornamen – ornamen Islam lainnya mengalami perombakan besar bahkan ada juga yang dihilangkan.

Di sisi sisi masjid ditempatkan salib, gambar lengkap dengan patungnya. Ukiran – ukiran Nasrani pun di tempatkan diberbagai area. Perubahan ini terjadi di awal abad 16 pasca kekalahan Muslim Cordoba  dari pasukan  Nasrani dibawah pimpinan San Fernando raja Kastila.

Perubahan terjadi dari masa ke masa. Di era Al Fonso di akhir abad ke 13, ruangan Khalifah dihilangkan kemudian di tempat tersebut didirikan tempat ibadah bernama Capilla Mayor. Tempat ini digunakan oleh para pengrajin Mudajjinin, mereka adalah orang – orang yang mengerti akan ukiran dan ornamen Arab.

Mereka bertugas untuk membuat atau mempercantik interior masjid dari era ke era. Tidak hanya di Cordoba mereka juga melakukan perbaikan – perbaikan di wilayah lainnya seperti di Granada.

Tahun 1593 M, menara masjid dirubuhkan. Di area menara ini kemudian dibangun  menara lonceng gereja. Bentuknya mirip menara masjid dengan tinggi mencapai 30 meter, dibagian atasnya ditempatkan patung Rafael.

Baca Juga :  Sejarah Kemunculan Dinasti Bani Umayyah dan Kemundurannya

Masjid Cordoba terletak di dekat istana. Konon letak istana ini sekarang berada di area yang bernama Palacio Espicopal. Area ini berdekatan dengan kebun istana (Huerta del Alcaza) yang dulunya adalah kebun istana dinasti Umawiyah. Di istana ini terdapat makam para pemimpin sejak masa Dinasti Umawiyah sampai awal era Abdurrahman an Nasir.

Namun pemakaman ini sudah tidak ditemukan sekarang. Tidak banyak peninggalan Islam yang tersisa di Cordoba kecuali masjid Jami dan menara kecil yang berasal dari awal abad sepuluh masehi. Kini menara tersebut telah beralih menjadi menara lonceng gereja San Juan de los Caballeros.

Artikel diringkas dari kitab Atsar Andalus Al Baqiyah Fi Isbaniya wa Portugal karya Muhammad Abdullah ‘Annan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here