Masa Terputusnya Wahyu

0
1782

BincangSyariah.Com – Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek di dalam kitab Nurul Yaqin Fii Siirati Sayyidil Mursalin mengatakan bahwa sejatinya tidak ada seorang pun dari pakar sejarah Islam yang sepakat mengenai masa terputusnya wahyu.

Hanya saja, pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa masa tenggang tidak turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw. setelah wahyu yang pertama itu selama empat puluh hari. Hal ini dimaksudkan agar Nabi Muhammad saw. semakin bertambah rindu terhadap turunnya wahyu yang berikutnya.

Hal tersebut memang benar-benar terjadi sehingga disebutkan bahwa rasa rindu itu telah mencekam diri Nabi Muhammad saw. Beliau pun menaiki puncak bukit, lalu bermaksud melemparkan dirinya dari bukit itu. karena beliau merasa Allah swt. telah melupakannya setelah beliau merasakan nikmatNya yang paling agung, yaitu pengangkatan dirinya sebagai utusan Allah.

Namun, sebelum beliau melaksanakan niatnya, tiba-tiba muncullah malaikat Jibril seraya berkata, “Engkau benar-benar utusan Allah swt.” Mendengar jawaban tersebut, hati Nabi Muhammad saw. menjadi tenang kembali. Setelah itu, wahyu kembali turun kepadanya.

Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Ayat atau Surah Al-Qur'an yang Turun di Malam Hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here