Makna Diamnya Abu Daud Terhadap Suatu Hadis dalam Kitab Sunannya

1
416

BincangSyariah.Com – Kitab Sunan Abu Daud termasuk salah satu kitab hadis yang dijadikan rujukan utama oleh para ulama. Di antara kutub al-sittah, kitabnya paling banyak memuat tentang hukum karena itu kitabnya dikenal pula sebagai kitab hadis hukum. Kitab ini memuat 5.274 hadis termasuk yang diulang dan sebanyak 4800 hadis yang tercantum adalah hadis hukum. Selain hadis Shahih, kitab ini juga mengandung hadis hasan dan dhaif. Karena menarik, banyak para ulama yang meneliti dan memberikan syarat terhadap kitab ini.

Namun, terkadang Abu Daud tidak memberikan komentar atau diam terhadap suatu hadis dalam kitabnya. Ia tidak memberikan penjelasan apapun tentang derajat hadis tersebut.

Jika berdasarkan penjelasan Abu Daud dalam risalah ila ahli makkah, ia selalu memberi penjelasan jika hadis yang dimasukkan ke dalam sunannya hadis yang bermasalah atau tidak bermasalah. Sedang yang tidak diberi keterangan berarti itu hadis hasan

 “ما لم أذكر فيه شيئاً فهو صالح، وبعضها أصح من بعض وما كان فيه وهنٌ شديد بينته”

“Apa yang tidak aku sebutkan suatu keterangan tentangnya maka hadis itu shalih, sebagiannya bahkan ada yang lebih shahih dari hadis lainnya dan jika ada hadis yang memiliki cacat yang parah aku menjelaskannya”.

Maka berdasarkan keterangan di atas, berarti cacat dalam hadis yang tidak parah termasuk dalam hadis yang tidak beliau jelaskan. Jika dalam catatan Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalah Hadis, istilah shalih merupakan kriteria terendah dari ta’dil. Kata shalih disematkan kepada perawi yang tidak memiliki kekuatan hafalan namun ‘adil (berkepribadian mulia). Hadis seperti ini, boleh diriwayatkan dan dituliskan sebagai i’tibar tapi tidak dalam ikhtibar.

Sedangkan Ibnu Hajar dalam al-Naktu ‘Ala Ibn Shalah menjelaskan

Baca Juga :  Kritik Hadis Perintah Menyusui Orang Dewasa untuk Jadi Mahram

ما سكت عليه أبو داود لا يكون من قبيل الحسن الاصطلاحي بل على أقسام: منه ما هو في الصحيحين أو على شرط الصحة، ومنه ما هو من قبيل الحسن لذاته، ومنه ما هو من قبيل الحسن إذا اعتضد، وهذان القسمان كثير في كتابه جداً، ومنه ما هو ضعيف، لكنه من رواية من لم يجتمع على تركه غالباً

“Hadis yang tidak diterangankan Abu Dawud bukan termasuk hadis hasan secara terminologi tapi di antaranya adalah hadis yang terdapat dalam kitab shahih bukari muslim, atau hadis dengan kriteria shahih keduanya, ada juga yang termasuk hadis shahih lidzatihi, ada pula hadis yang jadi hasan karena ada yang menguatkan. Dua terakhir yang paling banyak dalam kitabnya. Terkadang ada pula yang dhaif tapi bukan riwayat matruk (riwayat yang harus ditinggalkan) menurut mayoritas ulama”.

Karena itu menurut Ibnu Hajar, riwayat yang tidak diberi keterangan oleh Abu Dawud itu kebanyakan termasuk kriteria dua terakhir yang tadi ia sebutkan, sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Apalagi jika terdapat riwayat lain yang lebih shahih yang bertentangan dengan hadis tersebut.

Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here