Makna di Balik Rahasia Surah Al-Fatihah Menurut Kiai Sholeh Darat

1
517

BincangSyariah.Com – Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya berisi petunjuk dan pedoman. Di dalamnya terdapat keistimewaan-keistimewaan. Surah al-Quran yang menjadi ummul Quran (ibunya Al-Quran) yakni surah al-Fatihah misalnya. Sebagai induk dari Al-Quran surah ini memiliki banyak rahasia dan keistimewaan.

Surah yang diturunkan di kota Makkah (Makiyah) ini merupakan surah yang paling sering dibaca oleh umat Islam. Untuk mengakhiri sebuah doa, para muslim mengakhirinya dengan surah al-Fatihah. Untuk membuka sebuah acara, al-Fatihah selalu menjadi penandanya. Bahkan, di dalam menjalankan salat, al-Fatihah merupakan salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Sehingga umat Islam dalam sehari membaca surah al-Fatihah minimal sebanyak 17 kali di dalam salat wajib.

Al-fatihah memiliki tujuh ayat. Meskipun di kalangan ulama terjadi perbedaan jumlah ayat al-Fatihah. Misalnya Imam Malik yang menyebut surah al-Fatihah hanya berjumlah enam ayatDi dalam surah al-Fatihah terdapat 139 huruf. Dari kesemuanya itu ada 7 huruf dari 28 huruf hijaiyah yang tidak masuk dalam al-Fatihah. Tujuh huruf itulah yang sering disebut sebagai sawaqithul fatihah.

Tujuh huruf yang masuk sebagai sawaqithul fatihah yaitu huruf fa’, jim, syin, tsa’, dho’, kho’, dan za. Kesemmuanya tergabung dalam istilah Fajasya nadhokhoza.  Menurut kiai Sholeh Darat dalam Minhaj al-Atqiya’ fi Syarhi Ma’rifat al-Adzkiya’ ila Thoriqil Auliya’, huruf-huruf ini merupakan huruful adzab. Sehingga ia tidak terdapat dalam surah al-Fatihah.

Kiai Sholeh Darat kemudian menjelaskan bahwa huruf fa’ singkatan dari iftiroq atau firoq yang berarti perpecahan. Surah al-fatihah secara implisit menjaga para pembacanya dari bahaya perpecahan. Sehingga aneh jika umat Islam yang setiap hari membaca surah al-Fatihah minimal 17 kali justru mengajak dan menyebabkan perpecahan di antara setiap warga negara.

Baca Juga :  Mengenal Dua Belas Nama Surah Al-Fatihah

Huruf jim mengisyaratkan pada kata jahannam. Dengan surah al-Fatihah, umat Islam akan diselamatkan dari bahayanya neraka jahanam. Huruf syin menunjuk pada kata syaqowah yang berarti kesengsaraan. Barangkali ini yang diajarkan para ulama dahulu hingga sampai di kehidupan kita sekarang. Aktivitas sehari-hari kita, berdoa, memulai acara, dan lainnya selalu memasukan surah al-Fatihah sebagai spirit untuk terhindar dari kesengsaraan hidup.

Huruf tsa’ yang bermaksud tsubur. Kata tsubur memiliki arti kerusakan. Huruf dho’ merujuk pada kata ladho yang berarti nyala api. Mereka yang membaca al-Fatihah akan terjaga dari siksa api dan kerusakan di dunia dan akhirat. Huruf kho’ mengisyaratkan pada kata khoziy. Kata ini memiliki makna kehinaan. Sedangkan huruf za merujuk pada kata zaqqum yang berarti makanan beracun.  Sehingga umat Islam yang membaca surah al-Fatihah dapat terhindar dari tujuh adzab yang telah disebutkan di atas.

Menurut kiai Sholeh Darat, tujuh huruf sawaqithul fatihah juga merupakan simbol yang sesuai dengan bumi dan langit yang berjumlah tujuh lapisan. Di setiap lapisan atau tingkatan langit terdapat 14 kedudukan. 14 tingkatan ini menyimbolkan 14 huruf syamsiyah dan 14 huruf qomariyah.

Selain itu, tidak masuknya tujuh huruf sawaqithul fatihah dalam surah al-Fatihah karena ketujuh huruf itu menunjukan ismullah al a’dhom (nama Allah yang Maha Agung). Huruf ini menyembunyikan sebuah rahasia ilmu Allah. Ketujuhnya adalah simbol kebaikan dan keselamatan.

Barang siapa yang membaca al-Fatihah akan mendapatkan rahmat yang tersembunyi di balik ilmullah (ilmu Allah) tersebut. Rahmat-Nya ini ialah sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbesit dalam hati seorang manusia.

Maka inilah rahasi di balik sawaqithul fatihah. Kiai Sholeh Darat tidak menejelaskan lebih detail rahasia ini karena tidak diperkenankannya membuka rahasia sawaqithul fatihah kecuali mereka orang-orang tertentu. Fihi asrorun la yajuzu kasyfuha lighoiri ahliha (di dalamnya terdapat rahasia-rahasia yang tidak diperbolehkan membukanya kepada selain ahlinya).

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Muddatstsir Ayat 38-47: Siapa yang Termasuk Ashabul Yamin?

Wallahu a’lam bis showab…

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here