Mahfud MD: Agama untuk Membangun Perdamaian dan Peradaban, bukan Mempertentangkan Perbedaan

0
351

BincangSyariah.Com – Forum Titik Temu yang dihadiri sejumlah tokoh Islam dan pemuka antaragama, kemarin (10/04), dicetuskan oleh Nurcholis Madjid Society, Maarif Institute serta Wahid Foundation setelah lahirnya “Dokumen Persaudaraan Manusia” yang diprakarsai oleh para pemimpin agama se-dunia beberapa bulan yang lalu.

Menurut Mahfud MD, dokumen Perdamaian Kemanusiaan ini menyatakan semua agama itu berakar dari tujuan membangun perdamaian, sebab pada dasarnya agama itu untuk membangun perdamaian dan membangun peradaban, bukan mempertentangkan perbedaan.

Ummatan Wahidan, lalu ketika menghadapi realistas kehidupan yang berbeda pelembagaan itu yang membuat berbeda, maka cari Kalimatun Sawa’ agar mencari titik temu dan visi yang sama, jangan mempertentangkan perbedaan,” jelas Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 itu dalam sambutannya.

Sikap toleransi tersebut, menurut Mahfud MD, sejalan dengan sikap toleran yang diajarkan oleh Cak Nur, pendiri Nurcholis Madjid Society. Yaitu, konsisten terhadap agama masing- masing, tapi tetap toleran. Sebagaimana Cak Nur menjelaskan sebuah hadist “Sesungguhnya Nabi diutus ke bumi ini untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”

Maka berdasarkan hal tersebut, Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia(UII) Yogyakarta itu, menyimpulkan bahwa ada tiga pilar penting dalam mewujudkan persaudaraan perdamaian: (1) Ummatan Wahidan (manusia itu sejatinya sama), (2) mencari titik kesamaan (Kalimatun sawa), dan (3) toleran terhadap perbedaan.

Menurut pandangan akademisnya, hukum itu dibagi menjadi 2 yakni hukum publik dan privat. Hukum publik perlu dicari titik kesamaannya yakni hukum bersama, kalimatun sawa. Sementara hukum privat meski tidak usah diberlakukan oleh negara, sudah berlaku sendiri atas diri pribadi dan sifatnya kesukarelaan.

Jadi, dalam hal ini hukum merupakan alat untuk memastikan agar persaudaraan insani terwujudkan dalam kehidupan bersama.

Baca Juga :  Ibnu Khaldun dan Teori Ashabiyyah

[Disarikan dari acara Forum Titik Temu yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here