Mahar Rasulullah Saat Menikahi Shafiyyah binti Huyay

0
14

BincangSyariah.Com – Di antara istri Rasulullah adalah Shafiyyah binti Huyay. Ia adalah putri bangsawan dan tokoh Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Ayahnya adalah Huyay bin Akhtab bin Syu’ah bin Ubaid bin Ka’ab bin Al-Khazraj bin Abi Hubaib bin Al-Nadhir. Sementara ibunya adalah Barrah bin Samaw-al, saudara perempuan dari Rifa’ah bin Samaw-al dari Bani Quraizhah.

Disebutkan bahwa awal mula pernikahan Rasulullah dengan Shafiyyah adalah ketika Rasulullah terlibat dalam perang Khaibar pada bulan Muharram tahun ketujuh hijriyah. Dalam perang tersebut, Rasulullah menang dan Shafiyyah binti Huyay menjadi tawanan perang. Kemudian Rasulullah memberikan pilihan pada Shafiyyah, masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah atau merdeka dan kembali ke kaumnya. Ketika itu Shafiyyah memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah Saw.

Pada tahun ketujuh hijriyah tersebut Rasulullah menikahi Shafiyyah binti Huyay. Ketika menikah dengan Rasulullah, Shafiyyah binti Huyay berusia sekitar 17 tahun. Adapun maharnya adalah kemerdekaan dirinya. Rasulullah memerdekakan Shafiyyah sebagai mahar pernikahannya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Ar-Rahiiq al-Makhtuum berikut;

ثم إن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أعتقها وتزوّجها وجعل عتقها صداقها وكانت ماشطتها أم سليم التي مشطتها وعطرتها وهيّأتها للقاء النبي صلّى الله عليه وسلّم

Kemudian Rasulullah Saw memerdekakan Shafiyyah dan menikahinya, dan menjadikan kemerdekaannya sebagai maharnya. Adapun yang menyisir rambut Shafiyyah adalah Ummu Sulaim, ia pula yang memakaikan parfum dan mempersiapkan Shafiyyah untuk bertemu dengan Nabi Saw.

Dalam kitab As-Sirah An-Nabawiyyah, Ibn Hisyam berkata sebagai berikut;

زَوَاج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ السَيدةِ صَفِيَّةَ :المهر : مهرها كان هو عتقها من رق العبودية ، فكان مهرها حريتها عليها السلام عَنْ صَفِيَّةَ رضي الله عنها قَالَتْ :أَعْتَقَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعَلَ عِتْقِي صَدَاقِي

Pernikahan Nabi Saw dengan Sayidah Shafiyyah. Maharnya adalah kemerdekaan Shafiyyah dari perbudakan. Maka maharnya adalah kemerdekaannya. Dari Shafiyyah, dia berkata; Rasulullah Saw memerdekakanku dan menjadikan kemerdekaanku sebagai maharku.

Ibn Hisyam juga menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا وَتَزَوَّجَهَا

Rasulullah Saw memerdekakan Shafiyyah dan menjadikan kemerdekaannya sebagai maharnya, lalu beliau menikahinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here