Mahar Rasulullah Saat Menikahi Zainab binti Jahsy

0
30

BincangSyariah.Com – Di antara istri Rasulullah Saw adalah Zainab binti Jahsy. Ia merupakan seorang perempuan bangsawan di tengah kaumnya. Nama dan nasabnya adalah Zainab binti Jahsy bin Ra-ib bin Ya’mar bin Shabrah bin Murrah bin Kubair bin Ghanam bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah Al-Asadi. Ibunya adalah bibi Rasulullah Saw, yaitu Umaimah binti Abdul Muthalib. Dengan demikian, dari sisi nasab, Rasulullah dan Zainab binti Jahsy adalah sepupu.

Disebutkan bahwa nama asli Zainab binti Jahsy adalah Barrah. Kemudian, namanya diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah beliau menikahinya pada tahun ketiga hijriyah. Ini sebagaimana disebutkan dalam Ar-Rahiq al-Makhtum berikut;

وكان اسمها برَّة فسماها النبي صلّى الله عليه وسلّم زينب ، وكانت تكنى : أم الحكم ، وهي إحدى المهاجرات الأول تزوجها زيد بن حارثة مولى النبي صلّى الله عليه وسلّم ليعلمها كتاب الله وسنة رسوله ثم زوّجها الله من السماء لنبيه صلّى الله عليه وسلّم سنة ثلاث من الهجرة

Nama asli Zainab adalah Barrah, kemudian Nabi Saw menggantinya dengan nama Zainab. Ia memiliki nama kunyah Ummu Al-Hakam dan termasuk perempuan awal yang melakukan hijrah. Nabi Saw menikahkan Zainab dengan Zaid bin Haritsah, mantan budak Rasulullah Saw, agar dia bisa mengajari Zainab mengenai kitab Allah dan sunnah rasul-Nya. Kemudian Allah menikahkan Zainab dari atas langit dengan Nabi-Nya, Muhammad Saw, pada tahun ketiga hijriyah.

Adapun mengenai mahar Rasulullah Saw saat menikahi Zainab binti Jahsy, penjelasannya tidak ditemukan dalam kitab-kitab sirah dan keterangan dari para ulama. Hal ini terjadi kemungkinan karena Rasulullah dinikahkan langsung oleh Allah sehingga tidak membutuhkan saksi dan juga mahar. (Baca: Syarat Saksi Nikah Menurut KH Hasyim Asy’ari)

Dalam surah Al-Ahzab ayat 37, Allah berfirman sebagai berikut;

فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لاَ يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولاً

Tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Meski tanpa mahar, namun Zainab binti Jahsy merasa bangga karena telah dinikahkan langsung oleh Allah. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Rahiq Al-Makhtum berikut;

ومنذ اختارها الله لرسوله وهي تفخرُ بذلك على أمهات المؤمنين، وتقول كما ثبت في البخاري : زوَّجكنَّ أهاليكن وزوجني الله من فوق سبع سماوات وسماها النبي صلّى الله عليه وسلّم بعد الزواج زينب

Semenjak Zainab dipilih oleh untuk dinikahkan dengan Rasul-Nya, dia merasa bangga terhadap istri-istri Rasulullah yang lain. Dia berkata, sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari; Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sementara aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit, dan Nabi Saw menamainya Zainab setelah menikah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here