Macam-Macam Penyakit Menular di Masa Rasulullah  

3
3677

BincangSyariah.Com – Kemunculan virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda seluruh penduduk dunia saat ini, menambah panjang daftar jenis-jenis virus penyakit menular. Beberapa tahun terakhir misalnya, kita dapati beberapa jenis virus menular seperti MERS, EBOLA atau SARS.

Dalam sejarah manusia, tercatat banyak wabah besar atau pandemi yang pernah melanda orang-orang pada zaman dahulu. Rata-rata penyakit tersebut ditularkan melalui hewan (zoonosis) yang terjadi bersama dengan domestikasi hewan. Begitu pula di zaman Nabi Muhammad saw., tercatat ada beberapa penyakit menular yang pernah dialami orang-orang pada saat itu. Berikut penyakit-penyakit menular di zaman Nabi saw.

1. Tha’un

Penyakit Tha’un adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang berasal dari hewan (umumnya tikus), kemudian berpindah ke manusia. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan dan demam yang sangat tinggi. Namun, seringkali para ulama menggunakan istilah ini untuk menyebut seluruh macam jenis penyakit menular. Kasus ini dicatat oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya sebagai berikut.

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يُحَدِّثُ سَعْدًا عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:  إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. رواه البخاري

Riwayat dari Usamah Ibn Zaid, ia bercerita kepada Sa’d dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila kalian mendengar Tha’un di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalam negeri itu. Namun, jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. al-Bukhari)

2. Judzaam

Penyakit Judzaam adalah Penyakit kusta atau lepra, yaitu penyakit kulit dan saraf perifer yang dapat menggerogoti bagian-bagian tubuh. Penyakit ini dapat tertular melalui bakteri yang keluar dari cairan hidung, kemudian menyebar ke udara ketika pengidap batuk atau bersin, dan dihirup oleh orang lain. Nabi saw. pernah menyinggung penyakit ini sebagaimana termaktub dalam Sunan Abu Dawud berikut.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئْ الْأَسْقَامِ. رواه أبو داود

Riwayat dari Anas Ibn Malik bahwa Nabi saw. pernah berdoa dengan: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari penyakit buruk lainnya.” (HR. Abu Dawud)

3. Barash

Penyakit Barash adalah penyakit Vitiligo atau penyakit yang menyebabkan kulit berwarna putih, penyakit ini biasa dikenal dengan penyakit belang. ‘Aisyah memberikan kesaksian sebagai berikut.

عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ أَوْ يُغْتَسَلَ بِهِ , وَقَالَ: إِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ. رواه الدارقطني

Riwayat dari ‘Aisyah, ia berkata: Rasulullah saw. melarang berwudhu atau mandi dengan air yang terpapar matahari, dan beliau bersabda, “Sesungguhnya itu bisa menimbulkan penyakit belang.” (HR. al-Daruquthni)

Al-Qadhi Abu Bakr al-Baqillani mengatakan bahwa penyakit belang merupakan penyakit menular yang ada pada masa Rasulullah. Namun kenyataannya, ahli medis saat ini telah membuktikan bahwa penyakit belang bukanlah penyakit menular, kita masih bisa berinteraksi dengan mereka sebagaimana normalnya.

Pernyataan al-Baqillani di atas tentu bukan tanpa alasan, mengingat pada zaman Nabi, banyak orang yang mengidap penyakit tersebut. Di tambah saat itu beredar mitos-mitos yang mengatakan untuk menghindari pergaulan dengan pengidap penyakit belang. Oleh karena itu, tak mengherankan, jika dahulu penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit yang menular

4. Jarab

Jarab adalah penyakit kudis atau penyakit yang menyebabkan rasa yang sangat gatal di kulit, ditandai dengan munculnya ruam bintik-bintik mirip jerawat atau bekas lepuhan. Penyakit menular ini disebabkan oleh tungau (kutu kecil) yang bersarang di kulit. Hal ini terekam dalam riwayat Imam Ahmad berikut.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا يُعْدِي شَيْءٌ شَيْئًا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ النُّقْبَةُ مِنْ الْجَرَبِ تَكُونُ بِمِشْفَرِ الْبَعِيرِ أَوْ بِذَنَبِهِ فِي الْإِبِلِ الْعَظِيمَةِ فَتَجْرَبُ كُلُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا أَجْرَبَ الْأَوَّلَ. رواه أحمد

Riwayat dari ‘Abd Allah Ibn Mas’ud r.a. ia berkata; Rasulullah saw. berdiri di hadapan kami, lalu bersabda: “Tidak ada sesuatu yang dapat menulari yang lain.” Ada seorang Arab pedalaman berdiri, kemudian ia membantah: “Wahai Rasulullah, awal mula Kudis menyebar itu lewat mulut atau ekor seekor unta, lalu menyebar hingga unta yang lain menjadi Kudisan semuanya.” Kemudian, Rasulullah saw. bersabda: “Lantas, siapa yang menulari unta yang pertama tadi?.” (HR. Ahmad)

5. Hashbah

Hashbah adalah penyakit campak atau penyakit menular yang menimbulkan bintik-bintik merah di seluruh tubuh. Penyakit ini menular melalui bersin dan batuk. Umumnya, penyakit ini terjadi pada anak-anak. Kasus ini terekam dalam Shahih al-Bukhari berikut.

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلَتْ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ ابْنَتِي أَصَابَتْهَا الْحَصْبَةُ فَامَّرَقَ شَعَرُهَا وَإِنِّي زَوَّجْتُهَا أَفَأَصِلُ فِيهِ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمَوْصُولَةَ. رواه البخاري

Riwayat dari Asma’ berkata; seorang wanita bertanya kepada Nabi saw. katanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya puteriku menderita penyakit Campak, hingga rambutnya rontok, sementara saya hendak menikahkannya, apakah saya boleh menyambung rambutnya? Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah melaknat orang yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung.” (HR. al-Bukhari)

6. Judari

Judari adalah penyakit Cacar air yang mudah menular melalui liur atau terkena cairan dari bintik-bintik merah akibat cacar. Penyakit ini biasa terletak pada bagian perut dan punggung. Imam al-Hakim meriwayatkan informasi ini sebagai berikut.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَفَعَهُ فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ} [النساء: 43] قَالَ: «إِذَا كَانَ الرَّجُلُ الْجِرَاحَةُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ الْقُرُوحُ أَوِ الْجُدَرِيُّ فَيَجْنُبُ فَيَخَافُ إِنِ اغْتَسَلَ أَنْ يَمُوتَ فَلْيَتَيَمَّمْ. رواه الحاكم

Riwayat dari Ibn Abbas, ia memarfukannya (sampai kepada Rasulullah) tentang firman Allah, “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir.” (QS. al-Nisa’ [4]: 43) beliau berkata, “Jika seseorang terkena luka di jalan Allah, atau bernanah, atau terkena penyakit Cacar, lalu dia terkena junub dan takut seandainya dia mandi, akan menyebabkannya meninggal, maka dia boleh bertayamum.” (HR. al-Hakim)

Demikianlah beberapa penyakit menular yang pernah ada pada masa Rasulullah. Meskipun kota yang ditinggali Rasulullah ini dihinggapi penyakit menular, beliau mengajarkan untuk tetap waspada dan menganjurkan umatnya untuk selalu berhati-hati dalam menghadapinya. Wallahu A’lam.

3 KOMENTAR

  1. […] Kemudian, untuk menggambarkan proses tawakal secara konkret, al-Jauziyah menggunakan tamsil petani yang mencangkul tanah kemudian menaburkan benih di atasnya. Tugas petani hanya menanam dan merawat. Urusan tumbuh atau tidak diserahkan sepenuhnya kepada Allah. (Zad al-Mi’ad fi Hady Khoir al-‘Ibad, juz 2: 331). (Baca: Macam-Macam Penyakit Menular di Masa Rasulullah) […]

  2. […] Dari Anas bin Malik-semoga Allah meridhainya-secara marfu’; Barangsiapa membaca ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim. Wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim’ sebanyak sepuluh kali, maka dia terbebas dari dosa-dosanya seperti ia baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia diselamatkan dari tujuh puluh penyakit dari jenis-jenis penyakit dunia, di antaranya adalah gila, lepra, kusta, penyakit kembung (perut). (Baca: Macam-Macam Penyakit Menular di Masa Rasulullah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here