Prof. Dr. M. Mahfud MD: Santri Yang Jadi Pakar Hukum Indonesia

0
858

BincangSyariah.com – Mahfud lahir dari rahim Siti Khadidjah di sebuah desa di Kecamatan Omben, Sampang, Madura, 13 Mei 1957, dengan nama Mohammad Mahfud. Dengan nama itu, sang ayah, Mahmodin, berharap anak keempat dari tujuh bersaudara itu menjadi orang yang terjaga. Dari nama ayahnya itulah, kemudian kelak beliau menambahkan kata MD sehingga sampai sekarang namanya menjadi M. Mahfud MD.

Mahfud MD memulai pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Somber Lagah di Desa Tegangser Laok itu ia masih kelas 5 SD. Sekolahnya pun ia lanjutkan di sana. Pondok Pesantren Somber Lagah adalah pondok pesantren salaf yang diasuh Kiai Mardhiyyan, seorang kiyai keluaran Pondok Pesantren Temporejo atau Temporan. Pondok pesantren itu sekarang diberi nama Pondok Pesantren al-Mardhiyyah, memakai nama pendirinya, Kiai Mardhiyyan, yang wafat pertengahan 1980-an.

Pada tahun 1978, Mahfud MD tamat dari PHIN (Pendidikan Hakim Islam Negeri) di Yogyakarta. Ia lalu meneruskan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) yang dirangkapnya dengan Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM). Kosentrasi studinya di bidang hukum terfokus pada studi bidang Hukum Tata Negara. Pendidikan pascasarjananya ditempuh di Progam Pasca sarjana S2 UGM dalam bidang studi Ilmu Politik dan Program Pasca Sarjana S3 (doktor) dalam bidang studi Ilmu Hukum Tata Negara, juga di UGM.

Disertasi doktornya tentang politik hukum cukup fenomenal. Hasil penelitiannya menjadi bahan bacaan pokok program pascasarjana bidang ketatanegaraan di berbagai perguruan tinggi. Kelebihannya karena disertasi itu mengkombinasikan dua bidang ilmu, yaitu ilmu hukum dan ilmu politik. Beliau menulis secara gemblang adanya pengaruh politik terhadap hukum.

Diantaranya adalah ia mengatakan hubungan antara politik dan hukum terdapat tiga asumsi yang mendasarinya, yaitu: (1) Hukum determinan (menentukan) atas politik, dalam arti hukum harus menjadi arah dan pengendali semua kegiatan politik. (2) Politik determinan atas hukum, dalam arti bahwa dalam kenyataannya, baik produk normatif maupun implementasi penegakan hukum itu, sangat dipengaruhi dan menjadi dipendent variableatas politik. (3) Politik dan hukum terjalin dalam hubungan yang saling bergantung, seperti bunyi adagium, “politik tanpa hukum menimbulkan kesewenang-wenangan (anarkis), hukum tanpa politik akan jadi lumpuh.

Baca Juga :  Pandangan Ibnu Khaldun mengenai Igauan Para Sufi

Berangkat dari studi mengenai hubungan antara politik dan hukum di atas kemudian lahir sebuah teori “politik hukum”. Politik hukum adalah legal policy yang akan atau telah dilaksanakan secara nasional oleh pemerintah Indonesia. Hal itu meliputi pertama, pembangunan yang berintikan pembuatan dan pembaruan terhadap materi-materi hukum agar dapat sesuai dengan kebutuhan; Kedua, pelaksanaan ketentuan hukum yang telah ada termasuk penegasan fungsi lembaga dan pembinaan para penegak hukum.

Menurut Mahfud, secara yuridis-konstitusional negara Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler. Indonesia adalah religious nation state atau negara kebangsaan yang beragama. Indonesia adalah negara yang menjadikan ajaran agama sebagai dasar moral, sekaligus sebagai sumber hukum materiil dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu dengan jelas dikatakan bahwa salah satu dasar negara Indonesia adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Mahfud MD dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. Karyanya yang kini banyak beredar dalam bentuk buku di pasaran Indonesia antara lain Hukum Tak Kunjung Tegak; Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi (bidang hukum tata negara); Setahun Bersama Gus Dur; dan tulisan-tulisan lainnyanya yang tersebar di berbagai jurnal dan media massa lain.

Tulisan ini adalah bagian dari serial menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here