LPBI NU Kembangkan Pesantren Hijau di Pesantren DaQu Tangerang

0
69

BincangSyariah.Com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyelenggarakan Workshop Pesantren Hijau di Pesantren Tahfidz Daarul Quran milik Ustadz Yusuf Mansur pada Jumat-Sabtu, 21-22 Februari 2020.

Pembukaan workshop dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan Pesantren Tahfidz Daarul Quran dan para ustadz/ah. Ustadz Asrul Sani, Rektor Daarul Quran Institute, dalam sambutan pembukaan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LPBI NU karena program pesantren hijau sangat sejalan dengan visi yang baru-baru ini sedang digalakan oleh pesantren yaitu penghijauan.

Sementara itu, Yayah Ruchyati, sekretaris LPBI NU dalam sambutan pembukaan menyampaikan, “Sebagai lembaga yang konsen di isu kebencaan dan lingkungan, LPBI NU akan selalu melibatkan pesantren sebagai institusi yang sangat efektif sebagai perubahan sosial dalam melakukan sosialisasi mitigasi bencana melalui kesadaran lingkungan salah satunya dengan program pesantren hijau”.

Program Pesantren Hijau sendiri terlaksana atas dukungan Alumni Grant Scheme (AGS) Australia. Program ini rencananya akan dilaksanakan di tiga pesantren di Jabodetabek salah satunya pesantren Daarul Quran di Tangerang ini.

“Program ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami, LPBI NU, dalam konsistensinya menggunakan nilai-nilai Islam untuk menjaga dan mencintai Lingkungan” ungkap Hijroatul Maghfiroh inisiator Program Pesantren Hijau LPBINU.

Lebih lanjut Firoh, sapaan akrabnya, menyampaikan bawa pesantren yang menjadi Jaringan Pesantren Hijau paling tidak harus mau dan mampu menerapkan salah satu atau lebih dari lima indikator Pesantren Hijau: 1) menyediakan media kampanye ramah lingkungan, 2) pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah Nusantara (BSN), komposting dan 3R, 3) pengelolaan sampah plastik melalui Ecobrick, 4) ruang terbuka hijau untuk kebun organik, dan 5) Pengelolaan limbah air pesantren.

Adapun materi-materi kegiatan workshop Pesantren Hijau yang dilaksanakan dua hari ini memang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas stakeholder pesantren dalam mewujudkan indikator di atas. Hari pertama workshop dilaksanakan di dalam ruangan dengan materi pengetahuan terkait global warming yang disampaikan oleh Hijroatul Maghfiroh dengan metode bedah film. Sementara materi Assessment dan Pengelolaan sampah berbasis pesantren disampaikan oleh Fitria Ariani, Direktur BSN dengan menggunakan metode presentasi dan tanya jawab.

Baca Juga :  PBNU Minta Pemerintah Segera Tangani Asap Akibat Karhutla

Sementara hari ke dua seluruh peserta workshop yang terdiri dari 25 santri bidang kebersihan OSIS Daarul Quran (Osdaqu), dan 10 ustadz/ah pendamping mendapatkan pengetahuan dengan praktik langsung di luar kelas bersama para ahli. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing kelompok mengikuti praktik kebun organik, komposting & biopori, serta kreatifitas recycle.

Usai rangkaian kegiatan workshop, dilanjutkan dengan diskusi pembentukan Jaringan Pesantren Hijau. Satu minggu ke depan Divisi Kebersihan Osdaqu, siap mengirimkan daftar nama jajaran kepengurusan dan program kerja timnya yang akan menjadi santri garda Pesantren Hijau.

Ali A.B.D, santri kelas 10 SMA Daarul Quran yang merupakan Wakil Ketua Divisi Kebersihan Osdaqu menyatakan kebahagiannya, “kami seneng banget dengan kegiatan kayak gini, kan taunya bagian kebersihan ngurusin kebersihan pesantren, ternyata ada Pesantren Hijau yang belajar banyak banget hal baru”.

Sebagai penutup LPBI NU kemudian mengesahkan Pesantren Tahfidz Daarul Quran sebagai Jaringan Pesantren Hijau LPBI NU dengan secara simbolis memberikan papan nama Jaringan Pesantren Hijau LPBI NU kepada ustadz pendamping. Jaringan ini diharapkan  bisa memberikan pengaruh positif untuk perubahan gerakan lingkungan di pesantren juga di luar pesantren.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here