Lockdown Corona, Mari Teladani Prinsip Produktif dari Rasulullah Saw

0
2401

BincangSyariah.Com – Waktu terus berjalan dan korban virus kian berjatuhan pada masa Social-Physical Distancing dan Lockdown atas Pandemi COVID-19 di Indonesia. Langkah dan Ketegasan Pemerintah pun turut dipertanyakan karena dapat dilihat dari Top Trending di laman Twitter menyebutkan hastag #KarantinaWilayah dan #JokowiLemparHandukSaja menghiasi laman Top Trending in Indonesia dan menjadi gambaran netizen khususnya untuk menyindir Pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat nan tepat untuk peristiwa yang sedang terjadi saat ini.

Menanggapi hal tersebut kiranya sudah tahu akan bersikap seperti apa dan mawas diri tentunya. Banyak hal yang dapat dilakukan dan waktu yang dapat dimanfaatkan di masa karantina seperti ini. Selain kerinduan orangtua dapat terobati karena para anggota keluarga dapat berkumpul di rumah, ada yang merindukan waktu istirahat di sela kesibukannya di tengah pekerjaan yang tersita dan ada yang tetap produktif bekerja dann belajar dari rumah dengan metode daring. Dan yang paling penting tetap mempertahankan dan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau yang sering disingkat PHBS sebagai gaya dan cara hidup sehat.

Dalam hadis riwayat Bukhari dikatakan bahwa pada masa Rasulullah SAW, orang-orang biasa memproduksi barang, dan beliau pun mendiamkan aktivitas mereka. Sehingga diamnya beliau menunjukkan adanya pengakuan (taqrir) terhadap aktivitas berproduksi mereka. Ada 3 prinsip sebagai konsep Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan ukhrawi.

Yang pertama, mengubah paradigma hidup dan ibadah. Dalam Islam, hidup bukanlah sekedar menuju kematian, karena mati hanyalah perpindahan tempat, dari dunia ke alam baqa. Sedang hidup yang sesungguhnya adalah hidup menuju kepada kehidupan yang abadi yakni, akhirat. Islam mengajarkan bagaimana sebenarnya memaknai hidup sebagai ibadah, termasuk bekerja atau produktifitas kita sebagai ibadah. Layaknya apa yang disebutkan dalam HR. Baihaqi

Baca Juga :  Doa Penangkal Wabah, Dibaca Setelah Membaca Surah Yasin

“Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi”.

Kita  harus memaknai bahwa segala gaya hidup sebagai bentuk peribadatan kepada Allah Swt. Yang kedua, memelihara kunci produktifitas, yaitu hati. Hati merupakan ruh bagi semua potensi yang kita miliki. Pikiran dan tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan dalam suatu bentuk ‘amalan shalihan (pruduktifitas) jika kondisi hati mati atau rusak.

Hati yang terpelihara dan terlindungi akan memancarkan energi pendorong untuk beramal lebih banyak dan lebih berkualitas. Mengamalkan ‘Amalan Shalihan ketika berada di mana pun dan bersama siapa pun kiranya harus semakin kita tingkatkan.  Hal ini senada dengan apa yang dimaksudkan dalam QS. Al-Baqarah: 148 bahwasanya:

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dan yang ketiga, bergerak dari sekarang. Prinsip bergerak dari sekarang ini menunjukan suatu etos kerja yang tinggi dan semangat beramal yang menggebu. Dengan bekerja (beraktifitas), itulah kunci kebahagiaan (bisa menjadi kaya). Namun demikian, beraktifitas atau bekerja harus sesuai dengan kehendak Allah Swt, sesuai aturan main yang telah ditetapkan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.

Dari ketiga Prinsip Produktivitas ala Rasulullah Saw, Penulis mengajak kita untuk dapat berfeleksi dan belajar memaknai apa yang sedang kita hadapi (Masa Karantina akan Pandemi COVID-19) agar tetap produktif di masa yang pasif ini. Tetap menjalankan kewajiban layaknya bekerja, belajar dan beribadah dari rumah hingga menjalankan hobi sekalipun layaknya seperti biasa namun tetap patuh melaksanakan kegiatan #dirumahaja.

Baca Juga :  Fatimah al-Banjari: Perempuan Penulis Fikih asal Banjar yang Hampir Terlupakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here