Lima Rasul “Ulul Azmi”

6
94865

BincangSyariah.Com –  Ulul azmi merupakan sebutan utusan-utusan Allah Swt. yang sabar, teguh pendirian, serta yang lebih banyak menanggung beban dalam menegakkan kalimat Allah dari pada para Nabi dan Rasul lainnya. Sedangkan azam sendiri pada dasarnya berarti “niat yang dinyatakan dengan perbuatan dan ucapan yang tidak tertolak”. Dikatakan pula azam adalah “keteguhan dan kesabaran yang kuat atas beban yang sangat berat.”

Imam Thahir bin Asyur di dalam kitabnya At-Tahrir wat Tanwir berkata

وَأولُوا الْعَزْمِ: أَصْحَابُ الْعَزْمِ، أَيِ الْمُتَّصِفُونَ بِهِ، وَالْعَزْمُ، نِيَّةٌ مُحَقَّقَةٌ عَلَى عَمَلٍ أَوْ قَوْلٍ دُونَ تَرَدُّدٍ] اهـ.

“Ulul Azmi” adalah orang-orang yang memiliki azam, yakni orang-orang yang diberi sifat azam. Sedangkan azam adalah niat yang dinyatakan dengan perbuatan atau ucapan yang tidak (akan) ditolak.

Sementara di dalam tafsir Al-Jalalain disebutkan

فَاصْبِرْ﴾ على أذى قومك ﴿كَمَا صَبَرَ أُولُوا الْعَزْمِ﴾ ذَوُو الثَّبَات وَالصَّبْر عَلَى الشَّدَائِد

“Maka bersabarlah” atas gangguan kaummu “sebagaimana ulul azmi bersabar” yakni orang-orang yang memiliki sifat teguh dan sabar atas beban-beban.

Syekh Dr. Sayyid Thantawi di dalam tafsirnya “At-Tafsir Al-Wasith” mengatakan,

أولوا العزم من الرسل، وهم الذين تحملوا في سبيل إعلاء كلمة الله تعالى أكثر مما تحمل غيرهم

Ulul azmi dari para rasul adalah mereka yang menanggung beban yang lebih berat dalam menegakkan kalimat Allah dari pada yang lainnya.”

Adapun para rasul yang termasuk dalam ulul azmi sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya adalah Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., serta Nabi Muhammad saw. (NIMIM).

Nabi Nuh a.s. beliau termasuk rasul yang menyandang gelar ulul azmi adalah disebabkan karena kesabarannya dalam menegakkan agama Allah Swt. di tengah-tengah kaum yang lebih senang menyembah patung berhala daripada mengikuti ajarannya. Nabi Nuh a.s. telah berdakwah sekitar 950 tahun kepada mereka, namun hanya 11 orang saja yang mau mengikutinya. Sedangkan yang lainnya mengejek, mencela, dan menyakiti Nabi Nuh a.s.

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Sifat Jaiz Bagi Para Nabi

Nabi Ibrahim a.s. juga termasuk rasul yang menyandang gelar ulul azmi karena kesabarannya menghadapi umatnya dan raja yang zalim bernama Namrudz. Bahkan beliau dibakar hidup-hidup oleh mereka, namun Allah Swt. menyelamatkannya dengan mendinginkan api yang membakar tubuhnya.

Nabi Musa a.s. juga termasuk rasul yang menyandang gelar ulul azmi sebab kesabarannya menghadapi kaum Bani Israil. Kaum yang dikenal sebagai kaum yang suka membangkang dari aturan-aturan Allah Swt. Selain itu beliau juga dihadapkan dengan raja Fir’aun yang dikenal sebagai raja yang mengaku dirinya Tuhan. Dia sangat menentang ajaran Nabi Musa a.s., bahkan mengutus tentaranya mengejar Nabi Musa a.s. beserta pengikutnya untuk membunuhnya. Tetapi, Allah Swt. menyelamatkan mereka yang dapat berjalan di antara laut yang dapat terbelah. Sementara Fir’aun dan tentaranya ditenggelamkan oleh Allah swt.

Nabi Isa a.s. juga termasuk rasul yang mendapat gelar ulul azmi disebabkan karena kesabarannya menghadapi umatnya yang tidak terima banyak orang yang beriman dari kalangan fakir dan miskin. Bahkan mereka hendak membunuh dengan menyalib Nabi Isa a.s., namun Allah Swt. menyelamatkannya dengan mengubah wajah salah satu umatnya mirip dengan wajahnya, sedangkan beliau diangkat oleh Allah Swt. ke surga.

Nabi Muhammad saw. juga termasuk dalam jajaran rasul yang mendapat gelar ulul azmi. Sejarah Islam dan kenabian telah banyak mencatat kesabarannya dalam menghadapi hinaan dan cacian kaum Quraisy yang menentang ajarannya. Bahkan mereka telah berencana membunuh Nabi Muhammad saw., namun Allah Swt. menyelamatkannya.

Demikianlah lima rasul yang diberi gelar oleh Allah swt. sebagai ulul azmi. Rasul-rasul yang paling kuat, tabah, dan sabar dalam menghadapi kaumnya demi menjunjung tinggi agama Allah swt. Semoga kita juga dapat mewarisi kesabaran mereka dalam berdakwah di jalan Allah Swt. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

6 KOMENTAR

  1. Sbg masukan buat mimin, tolong jika menceritakan seseorang yg tua dari kita atau seseorang yg sangat mulia gunakanlah kata “BELIAU” bukan menggunakan kata “nya” itu tidak menunjukkan adab dan tutur kata yg benar, mohon utk kedepannya lebih berhati” dlm menulis

  2. Assalamualaikum
    Sedikit masukan utk mimin, tolong ktka mncritakan seseorang yg lebih tua atau mulia dari kita gunakan kata “BELIAU” bukan kata “nya” karena itu tidak menunjukkan adab dan tutur kata yg benar, mohon utk kedepannya bisa diperbaiki.
    Sekian terima kasih
    Wassalamualaikum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here