Lima Negara Arab Menerima Pajak dari Minuman Keras

0
14

BincangSyariah.com- Masyarakat Indonesia, belakangan dihebohkan dengan isu minuman keras. Pasalnya, pada pemerintah awalnya ingin membuka keran investasi minuman keras di Indonesia. Dengan adanya investasi, tentu akan pintu masuk pajak bagi negara. Namun Perpres nomor 10/21 itu telah dicabut kembali oleh Presiden Joko Widodo. Tapi tahukah Anda, ada beberapa negara yang mayoritas Islam di Timur Tengah yang menerima pajak dari minuman keras sebagai pemasukan APBN. Nah, berikut Lima Negara Arab menerima pajak dari minuman keras:

Pertama, Mesir.

Seperti diketahui negara Mesir telah lama memungut pajak dari Miras sebagai salah satu pemasukan APBN. Pemberlakuan pajak bagi minuman keras telah berlangsung lama di Mesir. Kebijakan memungut pajak dari miras di Mesir mendapat dukungan dari beberapa ulama moderat Mesir.

Salah satunya adalah Syekh Ali Jumah. Ia beralasan antara khamar sebagai entitas, berbeda dengan pajak miras. Antara harga miras dan pajak miras berbeda. Miras itu haram, tetapi pajak dari komoditi miras itu tak haram. Itu sesuatu yang berbeda. Konon, Lajnah Fatwa Al-Azhar pun mendukung pemerintah Mesir untuk memungut pajak dari miras.

Kedua, Maroko

Meskipun berstatus negara Islam, Maroko, termasuk negara yang menerima pajak dari penjualan alkohol. Negara Islam itu, bahkan beberapa kali telah menaikkan pajak minuman keras. Bahkan pemerintah Maroko pun menargetkan pemasukan pajak Kerajaan Islam Maroko sebanyak 502.700 juta dirham atau setara 150 juta dollar AS. Telak saja, kenaikan pajak minuman keras tersebut mendapat penolakan keras dari masyarakat luas.

Dalam buku berjudul Al-khomariyat al-Qanuni al Magribi, Yusuf Wahhabi  mengungkap fakta, meskipun berstatus negara syariat Islam, banyak masyarakat Maroko yang minum alkohol. Lebih lanjut, para politisi di Maroko seolah-olah berwajah ganda. Pada satu sisi mereka mengatasnamakan syariat, dan mengutuk para peminum alkohol, tetapi pada sisi lain mereka menekan secara tergantung pajak dari peminum dan penjual khamar.  Lebih dari itu, para peminum alkohol yang kedepatan menyelundupkan atau minum gratis, maka akan didenda dan dihukum 6 bulan penjara.

Ketiga, Uni Emirat Arab

Sebagai negara yang menjadi tempat favorit para turis mancanegara, Uni Emirat Arab telah melegalkan jual beli minum keras. Kebijakan melegalkan miras sejatinya upaya pemerintah  untuk menggaet investasi asing dan turis ke Uni Emirat Arab.

Meski demikian, peredaran alkohol tak bisa sembarangan. Tak semua orang bebas berdagang dan mengkumsi miras. Regulasi dan UU ketat diterapkan pemerintah UEA. Tak hanya itu, anak di bawah umur pun tak diperbolehkan mengkomsumsi minuman keras.

Dalam UU Amandemen Federal Nomor 3 tahun 1987 KUHP dijelaskan bahwa anak di bawah umur 21 tahun tak dibolehkan menjual dan komsumsi alkohol. Bila melanggar, akan dijatuhkan sanksi yang tegas. Pada hari besar umat Islam, misalnya; Isra dan mikraj, maulid nabi, dan tahun baru Islam tak dibenarkan menjual alkohol. Kebijakan ini berlaku bagi yang memegang izin usaha.

Ke empat Oman

Negara Kesultanan Oman pun tak pernah sepi dari pemberitaan alkohol. Kebijakan penggunaan Alkohol di sana hanya berlaku bagi non muslim. Regulasi ketat ditegakkan pemerintah Oman. Meski demikian, pemerintah juga memungut pajak / jizyah dari investor. Dan ini merupakan pemasukan Kas negara.

Sebagaimana dikutip dari  media arabic.rt.com, Kesultanan Oman berencana menaikakan pajak alkohol, 100 persen. Jendral Oritas Pajak Kesultanan Oman mengklaim kenaikan pajak tersebut untuk menjaga kesehatan masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat Oman yang tergantung kepada rokok dan minuman keras.

Kelima Qatar

Qatar pun termasuk negara yang memungut pajak dari minuman keras. Bahkan pada Januari 2019 silam, pemerintah Qatar menaikkan tarif pajak minuman keras dan rokok. Untuk harga alkohol dengan botol kecil dipatok dengan kisaran 86 riyal.

Peredaran Alkohol diatur dalam regulasi yang ketat. Tak sembarang toko bisa menjual miras. Penjual yang ber;isensi dari pemerintahlah yang boleh mengedarkan miras. Lebih lanjut, menurut UU Qatar, miras ditujukan kepada turis asing yang adatang ke Qatar.

Demikianlah penjelasan lima negara arab yang menerima pajak dari Miras

(Baca: Bolehkah Negara Menerima Pajak dari Minuman Keras?)

 

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here