Lima Cara Menerapkan Perilaku yang Mulia

1
18

BincangSyariah.Com – Salah satu langkah pertama untuk menerapkan perilaku yang mulia adalah dengan mengenakan busana yang sesuai dengan syari’at Islam. Tujuannya adalah agar manusia terjaga kehormatannya.

Ajaran agama Islam sebenarnya tidak bermaksud untuk membatasi atau mempersulit gerak dan langkah umatnya. Tapi, keberadaan aturan dan syari’at tersebut akan membuat manusia terhindar dari berbagai kemungkinan yang berpotensi mendatangkan bencana dan kemudaratan.

Lima cara berikut ini adalah contoh dari banyak sekali perilaku yang mulia yang mesti dilakukan sebagai pengamalan berbusana sesuai syari’at Islam. Hal ini bisa dilakukan baik di lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat.

Pertama, sopan-santun dan ramah-tamah.

Sopan-santun dan ramah-tamah adalah ciri dasar orang yang beriman. Mengapa demikian? Sebab, sopan-santun adalah salah satu akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. sebagai teladan dan panutan umat Islam.

Rasulullah saw. adalah orang yang santun dan lembut perkataannya serta ramah-tamah perilakunya. Hal tersebut ditunjukkan oleh Rasulullah Saw. tidak hanya kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, tapi juga kepada orang lain bahkan kepada orang yang memusuhinya.

Kedua, jujur dan amanah.

Jujur dan amanah merupakan sifat orang-orang yang beriman dan saleh. Orang yang jujur tidak akan mengeluarkan perkataan dusta dan perilaku khianat apabila seseorang benar-benar beriman kepada Allah Swt.

Apabila seseorang membiasakan diri dengan hidup jujur dan amanah, maka hidupnya akan diliputi dengan kebahagiaan. Bukankah sudah banyak orang yang hidupnya gelisah dan menderita karena hidupnya dipenuhi dengan dusta? Dusta adalah seburuk-buruk perkataan.

Ketiga, gemar beribadah.

Beribadah merupakan kebutuhan rohani manusia yang primer sebagaimana olahraga, makan, minum, dan istirahat sebagai kebutuhan jasmaninya. Sebab, ibadah adalah kebutuhan.

Maka, tidak ada alasan bagi orang beriman untuk melalaikan atau meninggalkannya. Orang yang beriman akan dengan senang hati melaksanakan ibadah tanpa ada rasa keterpaksaan sedikit pun.

Baca Juga :  Pesan Rasulullah saw. kepada Khalid bin Sa'id yang Hendak Masuk Islam

Keempat, gemar menolong sesama.

Pada hakikatnya, menolong orang lain adalah menolong diri sendiri. Untuk orang yang beriman, menolong dengan niat ikhlas karena Allah Swt. semata-mata akan mendatangkan rahmat dan karunia yang tiada tara.

Berapa banyak orang yang gemar membantu orang lain hidupnya mulia dan terhormat. Tapi, bagi orang-orang yang kikir dan enggan membantu orang lain bisa dipastikan ia akan mengalami kesulitan hidup di dunia.

Kelima, menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Maksud amar ma’ruf dan nahi munkar di sini adalah mengajak dan menyeru orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah orang lain melakukan kemunkaran atau kemaksiatan.

Hal ini bisa dilakukan dengan efektif apabila ia telah memberikan contoh yang baik untuk orang lain. Perilaku yang mulia mesti dilaksanakan kemudian ditularkan kepada orang-orang di sekitar.

Tugas mulia tersebut mesti dilakukan oleh setiap orang yang beriman. Mari ajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran. Demikianlah cara menerapkan perilaku mulia.

Lima cara tersebut bisa dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.[] (Baca: Tiga Sikap Mulia Nabi di Hadapan Hidangan)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here