Kultum: Lima Fungsi Puasa

0
11173

BincangSyariah.Com – Puasa merupakan rukun Islam ketiga yang wajib dilakukan oleh semua umat Islam. Tapi selain sebagai sebuah kewajiban agama, puasa memiliki banyak dimensi dan fungsi lain. Dalam sebuah tausiah kultum tarawih yang disampaikan oleh K.H. Muhammad Arifin, MA, pengasuh pondok pesantren Baitul Quran pada Senin malam, (06/05), kemarin, setidaknya terdapat lima fungsi puasa yang akan diperoleh seseorang yang menjalankan ibadah puasa. Di antaranya;

  1. Membuktikan keimanan seseorang. Puasa merupakan ibadah sulit kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan kuat kepada Rabb-nya. Karena itu dalam ayat yang menerangkan tentang syariat perintah berpuasa, Allah mengawalinya dengan ajakan terhadap orang-orang beriman. Sebagaimana dalam ayat berikut ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah; 183)

  1. Penyucian diri yaitu jiwa dan rohani dengan menjauh dari dengki, hasud dan penyakit-penyakit hati lainnya. Sebagaimana dalam Mafatihul ghaib dijelaskan bahwa sekurang-kurangnya atau minimal fungsi puasa yaitu menyucikan perut dan kemaluan. Tapi yang lebih penting selain karena dapat mengurangi pahala puasa, meninggalkan hal buruk selama puasa bertujuan agar kita bisa mengalami penyucian jiwa
  2. Berfungsi sebagai iluminasi atau cahaya. Puasa mampu mendatangkan sinar dan cahaya bagi jiwa seseorang. Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menjalankan tarekat. Ketika puasa, hal-hal yang tidak bisa terlihat/pandang dengan mata batin lama-kemalaan akan terlihat sebab puasa berfungsi sebagai cahaya bagi mata batin untuk menyingkap hikmah.
  3. Fungsi kesehatan. Bagamana berdampak pada kesehatan padahal tidak makan dan minum? Dalam ilmu kesehatan jika dalam 1 hari makan 3 kali, berarti orang tersebut akan makan setiap 8 jam. Padahal makanan yang kita telan diproses selama 4 jam dalam lambung kemudian dalam usus selama 4 jam. Itu berarti perut dan usus tidak pernah istirhaat. Maka dengan berpuasa, kita memperpanjang masa istirahat bagi perut dan usus. Sehingga berfungsi sebagai penyehat badan dan berefek pada kesehatan.
Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1441 H Jatuh pada Jumat 24 April 2020

Dalam sebuah hadis ada keterangan terkait puasa itu menyehatkan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat Shumu tashihhu puasalah kau maka kau akan sehat, meski kualitas keshahihan hadis ini diperdepatkan oleh ulama tapi riwayat tersebut dikuatkan dengan hadis shahih lain. Rasulullah SAW bersabda: “Segala sesuatu ada zakatnya dan zakat tubuh adalah puasa.” (HR. Ibnu Majah).

  1. fungsi transformatif atau perubahan. Saat puasa yang dilatih adalah mental dan jiwa. Jika seseorang mengikuti proses ibadah puasa selama sebulan; sahur, puasa menahan makan dan minum, lalu buka, maka ketika keluar dari bulan puasa akan keluar dengan mental yang bagus. Seperti halnya seseorang sebelum masuk militer tubuhnya biasa saja, tapi ketika masuk militer tubuhnya berubah semakin kekar dan kuat.

Demikian pula puasa, orang yang mampu menahan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari selama sebulan penuh, maka mental orang tersebut akan semakin kuat.

Hal itu terbukti dalam sebuah penelitian di Amerika. Dalam sebuah penelitian kepribadian murid, ada seorang guru yang menawarkan siswanya makanan tapi boleh dimakan setelah guru kembali ke kelas, tes ini untuk melatih kepribadian dan mental. 14 tahun kemudian siswa yang makan sebelum gurunya datang, mentalnya lebih buruk dari pada anak yang menunggu gurunya yang berarti dia mampu melatih mentalnya sejak kecil.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here