Kriteria Wasit Ideal dalam Sepak Bola

1
1259

BincangSyariah.Com – Wasit adalah seorang pemimpin dalam sebuah pertandingan olah raga. Khususnya, wasit dalam cabang olah raga sepak bola memiliki tupoksi sebagai penentu kebijakan atas segala yang terjadi selama pertandingan berlangsung, baik ketika memutuskan terjadinya gol, offside, freekick maupun memberi hukuman.

Selain itu, di era modern ini bahwa peran wasit tidak hanya dibantu oleh dua orang hakim garis, melainkan ada Var (semacam CCTV) di setiap sudut lapangan, bisa mereplay kejadian ketika pertandingan berlangsung, sehingga teknologi canggih ini dinilai bisa meminimalisasi keraguan wasit dan hakim garis dalam memutuskan suatu persoalan yang terjadi selama 90 menit waktu normal.

Wasit memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan, seperti memberikan hukuman yang sesuai dengan kejadian di lapangan layaknya seseorang yang memimpin jalannya pertandingan agar sesuai aturan yang berlaku. Maka merujuk pada hadis Nabi Saw.

كلكم راع

“Setiap kalian adalah pemimpin.”

Artinya bahwa wasit juga bagian dari seorang yang dipercaya sebagai pemimpin pada pertandingan sepak bola, maka wasit (pemimpin) ideal harus memiliki kriteria sebagai berikut:

Pertama, sehat jasmani dan rohani. Seorang wasit harus memiliki kondisi kesehatan yang prima. Sehat secara jasmani dengan dibuktikan surat keterangan dokter, tidak cacat fisik terutama bagian-bagian vital seperti mata, kaki, tangan. Kemudian seorang wasit juga harus sehat rohani. Maka tidak mungkin orang yang mengalami gangguan mental menjadi wasit meskipun secara fisik dia sempurna.

Kedua, berpendidikan. Menjadi wasit seyogyanya harus memiliki sertifikat pendidikan dan pelatihan. Lulus dan mendapatkan lisensi wasit memudahkan jalan menuju profesionalisme sebagai seorang wasit, karena melewati masa pendidikan adalah langkah utama meraih legitimasi dan kepercayaan sebagai wasit. Berkat pendidikan, mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan soal sepak bola. Mulai dari pembahasan hulu sampai ke hilir, seluk beluk yang ada pada olahraga sepak bola. Maka tidak bisa seseorang menjadi wasit dadakan dengan bermodal sehat jasmani rohani tanpa memiliki pendidikan dan pelatihan soal wasit.

Baca Juga :  Tiga Faedah Mengetahui Perbedaan Ayat Makkiyah dan Madaniyah

Ketiga, adil. Kriteria ini merupakan karakter yang wajib dimiliki oleh seorang wasit. Adil dalam bersikap kepada semua pemain sepak bola ketika bertanding. Mendengarkan saran dan masukan dari hakim garis maupun pihak tertentu yang dipercaya. Adil ketika memberikan hukum sesuai tingkatannya. Tidak gegabah mengeluarkan kartu kuning maupun merah. Adil memandang semua perilaku pemain sepak bola, tidak berpihak pada salah satu pemain karena dia hebat maupun banyak meraih penghargaan sebagai best player. Jika ia salah, maka hukuman setimpal harus diterimanya.

Keempat, netral. Seorang wasit tidak datang dari hasil didikan suatu klub tertentu atau pendidikan yang dia tempuh dibiayai oleh klub. Alhasil, setelah dikukuhkan sebagai wasit, dia akan menjaga netralitas dan integritas sebagai seorang wasit. Tidak condong mendukung salah satu tim maupun memberikan keberpihakan lebih kepada salah satu pemain maupun tim. Lain dari itu, jika pendidikan yang dia tempuh hasil dari didikan maupun dibiayai oleh pemilik klub, pastinya akan membalas jasa dengan cara berpihak memberikan perhatian lebih saat dia memimpin laga tim yang pernah menyukseskan dia menjadi wasit.

Maka dari itu, kriteria diatas menjadi bagian terpenting yang harus dimiliki oleh seorang wasit, karena wasit adalah pemimpin dalam laga pertandingan sepak bola yang harus ditaati keputusan dan kebijakannya. Wallahu a’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here