Kriteria Orang yang Wajib Membayar Zakat Fitri

0
448

BincangSyariah.Com – Zakat fitri disebut juga dengan zakatul abdan, zakat badan. Hal ini karena zakat fitri diwajibkan dengan tujuan untuk menyucikan orang yang puasa dari perbuatan tercela dan sia-sia yang dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadan. Dalam amalan ini juga ditentukan kriteria orang yang wajib membayar zakat fitri. Zakat ini diwajibkan bersamaan dengan diwajibkannya puasa Ramadhan, yaitu pada tahun kedua hijriyah.

Ulama sepakat bahwa zakat fitri hukumnya wajib bagi setiap Muslim, baik dewasa, anak kecil, laki-laki maupun perempuan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat imam al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, dia berkata;

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

“Rasulullah Saw. mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering. (Kewajiban) ini berlaku bagi kaum muslimin, budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa. Beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang berangkat shalat.”

Dari hadis ini, para ulama menyimpulkan tentang kriteria orang yang wajib membayar zakat fitri. Dalam kitab Alfiqhul Manhaji, kriteria orang yang wajib membayar zakat fitri ini disebut dengan syuruthi wujubi zakatil fitri, syarat-syarat wajib zakat fitri. Ada tiga syarat wajib zakat fitri sebagai berikut;

Pertama, beragama Islam. Zakat fitri tidak wajib bagi non-muslim karena zakat fitri adalah perbuatan ibadah kepada Allah. Dalam kitab Almughni, Ibnu Qudamah mengatakan; “Zakat fitri tidak wajib bagi non-muslim, baik merdeka maupun budak. Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara ulama tentang tidak wajibnya zakat fitri untuk non-muslim merdeka dan baligh.”

Baca Juga :  Perjanjian Aelia: Dokumen Sejarah yang Ditandatangani Khalifah Umar bin Khattab dengan Umat Nasrani

Kedua, memiliki kelebihan mu’nah atau biaya hidup untuk dirinya sendiri dan keluarganya pada malam dan pagi hari raya. Yang dimaksud dengan mu’nah di sini meliputi makanan dan lauk pauknya, tempat tinggal, pakaian dan lain-lain yang layak dan bersifat pokok. Apabila makanan atau hartanya hanya cukup dimakan pada malam dan pagi hari raya, maka tidak wajib membayar zakat fitri.

Ketiga, ada pada sebagian bulan Ramadhan dan sebagian bulan Syawal. Dengan demikian, orang yang lahir setelah terbenamnya matahari di awal bulan Syawal, maka tidak wajib membayar zakat fitri. Begitu pula orang yang menikah setelah terbenamnya matahari di awal bulan Syawal, maka tidak wajib bagi suami membayarkan zakat fitri istri yang baru dinikahi tersebut.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here