Kota Tempat Nabi Muhammad Berdagang Bersama Pamannya

0
16

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab sirah disebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai usia Nabi Saw saat beliau turut serta dalam perjalanan dagang bersama pamannya, Abu Thalib. Menurut Ibnu Sa’d, saat itu beliau berusia dua belas tahun, sementara menurut Imam Al-Mawardi, beliau berusia sembilan tahun.

Meski para ulama berbeda pendapat mengenai usia Nabi Saw, namun mereka sepakat bahwa kota tempat Nabi Muhammad berdagang bersama pamannya, Abu Thalib, adalah kota Syam. Di kota Syam, beliau bersama pamannya melakukan perdagangan dalam waktu singkat karena ada pendeta yang menyuruh kepada Abu Thalib agar segera membawa pulang Nabi Saw ke kota Mekkah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Al-Hafidz Abu Al-Fath Al-Ya’muri dalam kitab ‘Uyun Al-Atsar berikut;

وقال أبو الحسن الماوردي: خرج به عليه السلام عمه أبو طالب إلى الشام في تجارة له وهو ابن تسع سنين، وذكر ابن سعد بإسناد له، عن داود بن الحصين، أنه كان ابن اثنتي عشرة سنة.

Abu Al-Hasan Al-Mawardi mengatakan; Paman Nabi Saw, Abu Thalib, berangkat ke kota Syam bersama Nabi Saw dengan tujuan untuk berdagang. Pada saat itu, beliau masih berusia sembilan tahun. Ibnu Sa’d berdasarkan sanadnya yang bersumber dari Dawud bin Al-Hushain mengatakan bahwa pada saat itu beliau berusia dua belas tahun.

Juga disebutkan oleh Taqiyuddin Ahmad Al-Maqrizi dalam kitab Imta’ul Asma’ berikut;

مخرجه الاول الى الشام: وخرج به الى الشام في تجارة وهو صلى الله عليه وسلم ابن اثنتي عشرة سنة وشهرين وعشرة ايام وقيل ابن تسع سنين فبلغ به بصرى وذلك فيما يقال لعشر خلون من ربيع الاول سنة ثلاث عشر للفيل فرأى ابوطالب ومن معه من ايات نبوته صلى الله عليه وسلم

Perginya Nabi Saw yang pertama ke kota Syam; Abu Thalib berangkat bersama Nabi Saw ke kota Syam untuk berdagang. Pada saat itu, beliau berusia dua belas tahun, dua bulan sepuluh hari. Ada yang mengatakan berusia sembilan tahun. Kemudian Abu Thalib bersama Nabi Saw sampai di daerah Bushra (perbatasan antara negeri Syam dan Arab), pada tanggal sepuluh Rabi’ul Awal tahun ketiga belas dari tahun gajah. Pada saat itu, Abu Thalib bersama rombongan melihat tanda-tanda kenabian Nabi Saw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here