Kota Madinah Jadi Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

0
28

BincangSyariah.Com – Sehari yang lalu, kabar gembira datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah menobatkan kota Madinah di Arab Saudi sebagai salah satu kota tersehat di dunia. Tim WHO menyatakan bahwa semua standar global yang diperlukan untuk menjadi kota yang sehat telah terpenuhi oleh kota Madinah.

WHO meyakini bahwa Madinah adalah kota pertama dengan populasi lebih dari 2 juta yang diakui di bawah program kota sehat oleh WHO. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi seluruh umat Islam di dunia sebab Madinah adalah salah satu dari dua kota suci kaum Muslimin selain Mekkah.

Menjadi Kota Tersehat

Arab News mewartakan tentang penobatan Kota Madinah sebagai Kota tersehat di dunia pada Minggu, 24 Januari 2021. Ada sebanyak 22 badan pemerintah, komunitas, amal dan relawan yang tergabung dalam sebuah komite dan bekerja sama untuk mendapatkan akreditasi tersebut. Tim WHO sebelumnya telah melakukan asesmen dalam kunjungannya ke Madinah beberapa waktu lalu.

Selain penobatan tersebut, WHO juga memuji program terpadu kota sehat Madinah yang telah dilaksanakan dengan menjalin kerja sama dengan Universitas Taibah. WHO juga merekomendasikan agar universitas memberi pelatihan untuk kota-kota lain selain Madinah yang berminat mengikuti program kota sehat

Menurut WHO, kota yang sehat adalah kota yang terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial serta memperluas sumber daya komunitas sehingga memungkinkan orang untuk saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan semua fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal.

Setelah dilakukan penilain, kota itu memenuhi semua standar global yang diperlukan untuk menjadi kota yang sehat. Madinah menjadi kota pertama dengan populasi lebih dari 2 juta jiwa yang diakui sebagai kota tersehat oleh WHO. Sebanyak 22 badan pemerintah, komunitas, badan amal, dan relawan membantu mempersiapkan akreditasi dari WHO tersebut.

Di sisi lain, Madinah memiliki program terpadu untuk memajukan kota. Salah satu dari program terpadu itu adalah kemitraan strategis antara Kota Madinah dengan Universitas Taibah untuk mencatat persyaratan pemerintah pada platform elektronik untuk tinjauan organisasi. WHO juga merekomendasikan agar Universitas Taibah memberikan pelatihan kepada instansi milik pemerintah kota lain di Arab Saudi yang berminat mengikuti program kota sehat.

Sebuah komite yang diketuai oleh Presiden Universitas Taibah, Abdul Aziz Assarani, melaksanakan tugas dengan mengawasi 100 anggota yang mewakili 22 badan pemerintah, sipil, badan amal dan sukarelawan. Kriteria tersebut termasuk untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Proyek Strategi Wilayah Madinah dan peluncuran program “Kota Manusiawi”.

WHO menyatakan bahwa kota yang sehat adalah kota yang terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial yang sehat. WHO juga mencatat bahwa sebuah kota mesti memperluas sumber daya komunitas. Sebab, hal tersebut memungkinkan warganya untuk saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan semua fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal.

Kota Madinah Pada Masa Rasulullah

Pada masa kepemimpinan Rasulullah Saw., kota Madinah menjelma menjadi kota yang begitu pluralis. Pluralitas yang ada pada masa itu begitu terjaga, tidak hanya dari satu sisi saja, misalnya status sosial. Ada yang lebih penting dalam pluralitas di Madinah selain status sosial yakni perbedaan dari segi akidah, ajaran pokok dari sikap menerima semua bentuk perbedaan.

Pluralitas dari segi akidah tersebutlah yang dipandang oleh Rasulullah Saw. sebagai bagian yang mesti diatur dan diarahkan dengan sendi­sendi agama yang baik. Akidah dijaga sedemikian rupa agar bisa menjadi kekuatan potensial. Pada masa itu, Madînah adalah kota yang mempunyai beberapa keistimewaan dibanding daerah lain di semenanjung jazirah Arab. Hal inilah yang menyebabkan kota Madinah dipilih oleh Allah Swt. sebagai tujuan hijrah Nabi Muhammad Saw. dari kota kelahirannya, Mekkah.

Salah satu kelebihan kota Madinah adalah letak geografis yang secara alamiah mempunyai kelebihan. Madinah adalah daerah yang cocok untuk dijadikan sebagai army basement dibandingkan dengan daerah lainnya pada masa itu. Selain itu, di sebelah Barat dari kota Madinah juga ada daerah yang luas dengan bukit­bukit bebatuan yang bercirikan vulkanik. Daerah tersebut akan terasa panas yang sangat menyengat dengan bentuk vulkaniknya yang runcing pada musim panas.

Bagian Utara menjadi satu­satunya daerah yang bisa dijadikan akses untuk masuk atau keluar melalui jalan darat di kota Madinah. Dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Saw., bergaul adalah bentuk masyarakat heterogen dan pluralis dari segi status sosial ataupun akidah. Hal tersebut akan membawa implikasi pada misi dakwahnya.

Tugas Nabi Muhammad Saw. dalam berdakwah bukan hal yang mudah. Sebab, apa yang dihadapi Rasulullah Saw. sebenarnya bukan masyarakat yang dengan gampang menerima ajaran dan tradisi baru untuk menggantitradisi mereka yang terdahulu di mana tradisi tersebut sudah mengakar dan dijalankan secara turun­temurun. Banyak orang di Madinah yang berasal dari komunitas yang arogan dan tidak gampang menerima perubahan dan kemajuan. Hal tersebutlah yang membuat orang-orang tersebut dicap sebagai kaum jahiliyah.

Kota Madinah dalam Hadits Nabi

Saking istimewanya kota Madinah, ada sejumlah sabda Nabi Muhammad Saw. yang mengungkapkan keistimewaan Madinah al-Munawwarah. Beberapa hadits di bawah adalah hadits Nabi Saw. yang membahas tentang kota Madinah seperti dikutip dalam buku Rujukan Sifat Haji Dan Umrah Wanita karya Dr. ‘Ablah Muhammad al-Kahlawi:

Pertama, “Sesungguhnya Ibrahim telah menyucikan Makkah dan mendoakan kebaikan bagi penduduknya,dan aku menyucikan Madinah sebagaimana Ibrahim menyucikan Makkah. Aku juga mendoakan keberkahan untuk takaran dan mud di madinah sebagaimana Ibrahim mendoakan kebaikan untuk penduduk Makkah,” (H.R. Muslim)

Kedua, “Sesungguhnya Ibrahim telah menyucikan Makkah dan aku menyucikan Madinah; di antara dua gunungnya tidak boleh ditebang tanamannya dan diburu hewannya,” (H.R. Muslim)

Ketiga, “Keimanan akan selalu mengelilingi madinah sebagimana ular mengelilingi liang rumahnya,” (H.R. al-Bukhari)

Keempat, “Madinah adalah tanah haram antara gunung Air dan Tsawr. Barang siapa berbuat jahat di dalamnya atau melindungi orang jahat maka dia akan mendapat laknat dari Allah Swt., malaikat, seluruh manusia, dan Allah Swt.tidak akan menerima secuil pun kebaikannya. Haram memotong tanamannya, memburu hewannya, dan mengambil barang yang terlantar kecuali untuk menyelamatkannya. Siapa pun tidak diperkenankan mengangkat pedang dan berperang di dalamnya atau memotong rerumputan kecuali untuk memberi makan unta,” (H.R. al-Bukhari).

Kelima, “Akan datang satu masa ketika seseorang akan mengajak sepupu dan kerabatnya mencari kesejahteraan. Seandainya mereka mengetahui,Madina lah tempat yang paling cocok untuk tujuan mereka. Demi Allah yang menggenggam jiwa ragaku, tidak ada seorang pun yang keluar dari Madinah sambil membawa kedengkian kecuali Allah akan menggantinya dengan orang lain yang lebih baik. Ingatlah! Madinah tak ubahnya seperti ubupan api tukang besi yang menyingkirkan hal-hal buruk. Kiamat takkan terjadi sampai Madinah menyingkirkan orang-orang jahat di dalamnya sebagaimana ubupan api menyingkirkan kotoran besi,” (H.R. Muslim)

Keenam, “Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadannya,” (H.R. Ibnu Majah dan al-Turmudzi).

Kemuliaan-kemuliaan Madinah yang tercantum dalam hadits-hadits di atas menjadikan penobatan Madinah sebagai kota tersehat menjadi hal yang wajar. Ada banyak kemuliaan Madinah semenjak Nabi Muhammad Saw. hijrah ke sana dan banyaknya keistimewaan atau kemuliaan tersebut bertahan hingga saat ini.

(Baca: Tiga Fondasi yang Diletakkan Rasulullah untuk Membangun Kota Madinah)

Tantangan Umat Islam

Kita kerap terjebak dalam gelar dan menutup mata terhadap apa yang ditimbulkan gelar tersebut. Saat Madinah menjadi kota tersehat di dunia, kemungkinan besar terbuka lebar, akan ada kota lain yang berusaha menjadi kota tersehat di dunia dan bisa saja mengalahkan Madinah sebagai kota tersehat di dunia di masa mendatang.

Penobatan Madinah sebagai kota tersehat di dunia oleh WHO mestinya menjadi catatan bagi umat Islam di seluruh dunia untuk senantiasa menjaga kota suci tersebut dari pencemaran lingkungan juga dampak pemanasan global yang nantinya akan semakin memburuk di masa depan. Penobatan ini tidak hanya menjadi prestasi, tapi juga mesti menjadi satu semangat yang menggerakkan umat Islam untuk memperkuat penjagaan kota Madinah agar tetap bertahan menjadi kota tersehat di tahun-tahun berikutnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here