Kota Faiyoum: Lumbung Makanan di Masa Nabi Yusuf As.

0
72

BincangSyariah.Com – Dalam buku Long Journey To Egypt yang disusun oleh Fakhrul Ghazi, kota Faiyoum disebut sebagai salah satu kota paling subur di Mesir. Kota Faiyoum adalah kota yang pernah dibangun oleh Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Nabi Yusuf mendapat kepercayaan dari sang raja untuk mengatasi datangnya masa paceklik di Mesir selama tujuh tahun secara berturut-turut. Kisah ini pun ada dalam al-Quran surat Yusuf yang berbunyi:

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ (47) ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ (48)

“Dia (Yusuf) berkata,’Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.”,”Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit, yang akan mengabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan.”

Selama kepemimpinannya, Nabi Yusuf berhasil membangun kota Faiyoum menjadi tempat penyimpanan makanan bagi rakyat Mesir dan sekitarnya. Nabi Yusuf berhasil mempersiapkan stok gandum yang mampu menangani kebutuhan makanan pokok selama tujuh tahum.

Sejarah Kota Faiyoum

Istilah Faiyoum sebenarnya lahir dari kata Baiyoum yang jika merujuk ke salah satu  prasasti Mesir kuno, arti Baiyoum adalah danau atau air. Kota ini berada sekitar 150 km dari arah selatan Kairo yang didalamnya penuh dengan lahan pertanian dan perkebunan yang cukup subur. Selain itu, kota ini juga dikenal sebagai tanah kelahiran peradaban Mesir Kuno.

Sumber lain membuktikan bahwa Faiyoum ini lahir dari Alf Yaum yang berarti “seribu hari”. Nabi Yusuf diberikan amanah untuk menggali sebuah sungai di kota Bahsanah untuk bisa menampung air dari Sungai Nil. Pengaliran air sungai ini terus berlanjut hingga al-Fayyum. Sungai ini berhasil dibuatnya berkat bantuan Malaikat Jibril Alaihissalam dengan menggunakan sayapnya. Sebelumnya, Nabi Yusuf telah memerintahkan beberapa penggali sungai untuk bekerja selama seribu hari namun tidak membuahkan hasil. Dalam sebuah riwayat, disinilah nama Provinsi Faiyoum dicetuskan. Sekarang, sungai ini dikenal dengan nama nahr Yusuf (Sungai Yusuf).

Baca Juga :  Luaslah dalam Beragama

Menurut Fakhrul, Faiyoum memang bukan daerah yang punya banyak warisan sejarahnya. Kota ini disebut-sebut sebagai kawasan pertanian yang sejuk dan dikenal dengan anginnya yang segar. Faiyoum sering dikunjungi oleh beberapa turis karena tempatnya yang cocok untuk melepas rasa penat.

Kincir Air Raksasa di Kota Faiyoum

Jika ingin tahu bukti peradaban Mesir kuno, kincir air atau disebut dengan al-Sawaqi menjadi salah satu saksi bisu dalam sejarahnya. Kincir ini berhasil mengairi lahan pertanian yang kaya di provinsi Faiyoum. Sebagaimana telah dijelaskan makna dari Faiyoum adalah danau atau laut, di daerah ini ditemukan satu danau yang telah terbentuk sejak abad-abad silam. Fakhrul Ghazi menyebutkan bahwa laut ini sulit untuk mengairi kawasan pertanian yang lebih tinggi di sekitarnya.

Atas inisiatif masyarakat di masa itu, mereka berinisiatif untuk mengalirkan air dari sungai Nil ke danau yang berjarak sekitar 100 km. Masyarakat Faiyoum juga mendistribusikan air nya ke seluruh kawasan pertanian yang ada di Mesir. Menurut Fakhrul, sebenarnya ada sekitar 200 kincir air yang digunakan oleh penduduk Faiyoum untuk mengairi lahan pertanian mereka. Namun, tinggal satu kincir air raksasa yang abadi sampai saat ini. Kincir tersebut berdiri megah di tengah kota Faiyoum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here