Kitab-Kitab Syarah atas Tafsir al-Jalalain

0
1580

BincangSyariah.Com – Tafsir al-Jalalain adalah salah satu tafsir yang paling terkenal di seluruh dunia, ia telah tercetak dan terdistribusikan jutaan eksemplar. Tafsir ini sangat singkat dan padat, bahkan oleh para ulama sempat dihitung hurufnnya yang dikatakan sama dengan surah al-Fatihah sampai surah al-Muzammil.

Keringkasan tafsir yang luar biasa inilah yang mendorong keinginan para ulama untuk memberi penjelasan, komentar dan tambahan-tambahan informasi, sehingga lahirlah banyak Hasyiah atas tafsir al-Jalalain ini.

Dan berikut ini, beberapa mufasir yang menjelaskan tafsir al-Jalalain dengan berbagai metode dan pendekatannya:

1- Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad al Karkhi al Bakri (w 1006 H)

Beliau adalah seorang ulama ahli fikih, ushul al-fiqh, ahli tafsir sekaligus ahli hadis (muhaddits). Lahir di Baghdad, tumbuh dan menetap di Mesir. berguru kepada Syihabuddin ar Romly, dan Zakariya al Anshori, meninggal tahun 1006 H dan dimakamkan di Mesir. Tafsirnya berjudul,

مجمع البحرين ومطلع البدرين على تفسير الجلالين

Majma’ al-Bahrayn wa Mathla’ al-Badrayn ‘ala Tafsir al-Jalalayn

Hasyiah Tafsir ini menjelaskan Tafsir al-Jalalain secara panjang lebar, dan sering mengutip pendapat para ahli tafsir sebelumnya. Tafsir ini dicetak dalam 4 jilid tebal, Imam al Karkhi menggunakan al-manhaj al-lughowi (metode kebahasaan) dalam hasyiah ini, dengan lebih detail dalam menjelaskan aspek qiroat dan mufrodat2 yang asing.

2- Abu Dawud Sulaiman bin Umar bin Manshur al Ajiily al Azhary al Jamal (w 1204 H)
Beliau adalah seorang mufassir, faqiih sekaligus seorang sufi. Beliau lahir di propinsi Gharbea Mesir, lalu tinggal di Kairo, mempunyai banyak karya di berbagai keilmuan.
Tafsirnya berjudul:

الفتوحات الالهية بتوضيح الجلالين للدقائق الخفية

al-Futuhat al-Ilahiyyah bi Tawdhih al-Jalalayn li ad-Daqaiq al-Khafiyyah

Tafsir ini termasuk tafsir-tafsir yang banyak dikaji di pesantren Indonesia. Imam al-Jamal menjelaskan pernyataan-pernyataan al-Jalalain dalam tafsirnya, lalu menyebutkan pendapat-pendapat ahli tafsir yang lain dan membandingkannya. Beliau juga menyebutkan kajian i’rab, shorof, qiro’at, Pendapat-pebndapat ahli tafsir disertai dengan disertai dalil-dalil dari hadits, pendapat sahabat, pendapat tabi’in, juga pendapat para tokoh sufi. dalam pembahasan ayat-ayat terkait dengan persoalan ilmu kalam, beliau menafsirkannya sesuai pemahaman Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah.

3- Ahmad bin Muhammad as-Showi (w. 1241 H)

Baca Juga :  Pada Usia Berapa Sebaiknya Orang Tua Memisahkan Tempat Tidur Anak?

Beliau adalah pakar di bidang tafsir, hadis, fuqih dan qiroat, dan merupakan salah satu imam ulama al-Azhar juga salah satu tokoh sufi Mesir, serta salah satu mufassir ahli sunnah. Beliau pernah berguru kepada Imam al Jamal, penulis hasyiah al Jamal.
Tafsirnya berjudul,

حاشية الصاوي على الجلالين

Hasyiyah as-Showi ‘ala al-Jalalayn

Tafsir ini juga termasuk tafsir yang sering dikaji oleh para ulama Indonesia di berbagai pesantren. Dalam penjelasannya, Imam as-Showi mengatakan bahwa tafsir ini adalah ringkasan dari Hasyiah al-Jamal (gurunya). Meskipun demikian beliau juga membandingkan pendapat al Jalalain dengan pendapat mufassir lainnya, lalu menyebutkan pendapatnya pribadi berdasar hadis Nabi, Sahabat dan Tabiin. Beliau juga sering mengkritisi imam al Jalalain secara santun dengan mengatakan,

كان عليه أن يقول

seyogyanya ia berkata,

كان ينبغي له أن يقول

semestinya ia berkata,

Hasyiyah as-Showi ini juga mengandung kajian i’rob yang rinci dan detail, analisis-analisis shorf dan qiro’at, juga mengandung kisah-kisah Isra’iliyyat atau bahkan kisah palsu, tanpa menjelaskan shahih dan tidaknya.

4- Usman Jalaluddin al Kalantani (1880-1952)

Beliau adalah salah seorang guru pondok dan pengarang terkenal di semenanjung tanah Melayu pada abad 20. Beliau termasuk murid kesayangan Tok Kenali, Ulama Masyhur di Kelantan.  Beliau juga pernah berguru pada Syekh Ahmad al Fatani di Mekah, dan mendampingi Syekh Mukhtar Bogor ketika di Mekah. Tafsirnya berjudul:

أنوار الهدى وأمطار الندى

Anwar al-Hudaa wa Amthor al-Nada’

yang diterjemahkan ke bahasa Melayu menjadi “Beberapa Cahaya Bagi Penunjuk dan Beberapa Hujan Bagi Embun”. Kitab ini menggunakan bahasa Arab dan bahasa Melayu, dan merupakan penjelasan yang sangat ringkas terhadap tafsir al Jalalain.

5- Muhammad Ahmad Kan’an al Qodhi

Baca Juga :  Mengaji Makna "Lailatul Qadar" : Apa Maksud Lebih Baik dari 1000 Bulan? (2)

Beliau adalah kepala pengadilan tinggi di Libanon. Tafsirnya berjudul,

قرة العينين على تفسير الجلالين

Qurratu al-‘Aynayn ‘ala Tafsir al-Jalalayn

Kitab ini berisi usaha beliau untuk membersihkan riwayat-riwayat Isra’iliyyat dan yang tidak diketahui asalnya dari tafsir al-Jalalayn. Beliau juga menjelaskan beberapa pernyataan Jalaluddin as-Suyuthi dan al-Mahalli yang perlu dijelaskan, melakukan takhrij (menjelaskan sumber dan nilai) hadis yang ada dalam tafsir tersebut, serta berusaha mengaitkan antara ayat yang membahas satu tema. Di akhir kitabnya, beliau juga menambahkan daftar isi tematik, surat dan juz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here