Kisah Wali Allah yang Kebal Tebasan Pedang karena Hal Ini

0
5197

BincangSyariah.Com – Kelebihan yang Allah Swt. berikan pada para kekasihnya biasa disebut karamah. Kelebihan tersebut diberikan berbeda-beda sesuai yang dibuntuhkan wali tersebut. Biasanya, kemunculan karamah tersebut sebab wali Allah itu biasa mengistikamahkan suatu amalan.  Syekh Yusuf bin Ismail al-Nabhani dalam kitab Jami’ Karamat al-Auliya (juz 2, hlm 6) menceritakan kisah Imam Ja‘far bin ‘Abd al-Rahim.

Disebutkan bahwa Imam Ja’far merupakan ulama yang ahli ibadah, zuhud, dan warak. Salah satu muridnya yang paling berpengaruh adalah Abu Ishaq al-Shardzafi, pengarang kitab al-Kāfī fī al-Farāidh.

Imam Ja’far ini tinggal di kota al-Jand, Provinsi Taiz, Yaman barat daya. Saat itu, kota tersebut dikuasai oleh suku al-Shulaihi yang bermazhab Syiah Ismailiyah. Pendiri awal mazhab tersebut di Taiz adalah Ali bin Muhammad al-Shulaihi. Suatu ketika, pemimpin suku ini memasuki kota al-Jand, dan bertanya kepada masyarakat setempat, “Siapa ulama yang paling berpengaruh di sini?” tanya pemimpin suku tersebut.

Masyarakat pun menjawab dengan jujur, “Imam Ja‘far bin ‘Abd al-Rahim orang yang paling fakih di antara kita.” Pemimpin suku itu pun mendatangi Imam Ja’far untuk meminta pajak kotanya untuk suku al-Shulaihi. Imam Ja‘far menolak dan berupaya menghindar dari pemimpin suku tersebut.

Singkat cerita, Imam Ja‘far berhasil kabur. Hal ini membuat pemimpin suku tersebut geram dan memerintahkan anggota suku tersebut membunuh Imam Ja‘far. Setelah dicari hingga ke pelosok desa, akhirnya Imam Ja‘far ditemukan. Tanpa basa basi, sekelompok orang dari suku al-Shulaihi ini langsung menebas Imam Ja‘far dengan pedang.

Imam Ja‘far pun jatuh tersungkur, dan anggota suku tersebut mengira bahwa Imam Ja‘far telah wafat. Sebelum pergi meninggalkan Imam Ja‘far yang diduga telah wafat, mereka mengambil pakaiannya untuk menghilangkan jejak.

Baca Juga :  Kisah Rasulullah Merayakan Hari Raya Idulfitri

Setelah sampai, salah satu di antara mereka melapor pada pimpinannya, “Dia sudah tersungkur jatuh, namun tak ada sedikit pun yang terluka darinya.”

Di lain tempat, penduduk desa tempat Imam Ja‘far tinggal menemukan sosoknya yang tergeletak. Mereka pun membawa sosok Imam Ja‘far ke rumahnya. Setelah beberapa jam kemudian, ternyata Imam Ja‘far siuman. Ia pun menceritakan kejadian yang menimpanya.

“Mengapa Anda kebal dari tebasan pedang mereka, Syekh?” tanya penduduk setempat penasaran. “Saya biasa membaca surah Yasin, dan bahkan saat itu saya sedang salat, dan tidak kenal mereka,” jawab Imam Ja‘far.

Mengetahui Imam Ja‘far masih sehat walafiat, pemimpin suku itu pun kaget dan sadar. Bukan hanya menghormati Imam Ja‘far dan para penduduk desa tempat ia tinggal, pemimpin suku itu pun membebaskan pajak terhadap desa tersebut.

Menurut al-Zirikli dalam al-A’lām, Imam Ja‘far merupakan ulama Syiah yang wafat pada 460 H/1067 M di Yaman.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here