Kisah Wabah Uzbekistan: Jutaan Mayat Bergelimpangan di Bukhara dan Samarkand

0
35

BincangSyariah.Com – Berikut Kisah Wabah Uzbekistan. Negara yang berada di Asia Tengah ini sempat porak poranda di masa lalu akibat wabah thaun. Simak Penjelasan berikut;

Dalam tarikh Islam, pandemi sering menyerang wilayah teretorial Islam. Jutaan kaum muslim meregang nyawa akibat wabah yang mematikan tersebut. Dalam Kitab Badzlu al Maun Fi Fadhli al, halaman 66, thaun dikisahkan bahwa pelbagai negara di bawah dinasti Khalifah Abbasiyah (132-656 H) pun pernah dilanda pandemi yang mematikan.

Ibn Hajar al-Asqallani mendokumentasikan bahwa wilayah Magribi—kini Uzbekistan—, pernah dihantam ganasnya wabah thaun. Alkisah,pada tahun 449 Hijrah, negeri yang berada di Asia Tengah itu dilanda bencana thaun. Akibat wabah Uzbekistan, negeri itu dihantam krisis ekonomi, sosial, dan politik.

Ada  dua provinsi di Magribi (baca:kini Uzbekistan) yang terkena wabah thaun. Pertama,  provinsi Bukhara. Daerah ini dihantam pagebluk yang sangat dahsyat. Jutaan nyawa melayang dalam seketika. Kisah tragis itu didokumentasikan Ibn Hajar dengan apik dalam Badzlu al Maun Fi Fadhli al Thaun.

Ibn Hajar mengenang peristiwa wabah Uzbekistan yang nahas itu :

ونقل سبط بن الجوزي في (المرآة) (في الحوادث) سنة تسع و اربعين و اربع مائة, انه ورد في جمادي الاخرة كتاب من بخارى, انه وقع عندهم فناء لم يعهد مثله, ولا سمع به, حتى انه خرج من الاقليم في يوم واحد ثمانية عشر الف انسان. وحصر من مات فيه, فكان الف الف و ست مائة الف و خمسين الف شخص

Artinya: mengutip dari Tsabit bin Jauzi dalam kitab (al Mirah) dalam sebuah cerita, pada tahun 449 hijrah.  Bahwa pada 449 H, bertepatan pada bulan Rabiul akhir ia menulis tentang kejadian thaun yang menimpa provinsi Bukhara. Mereka mengalami pemusnahan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Dan tak pernah mendengar tentang itu, sehingga 18.000 orang meninggalkan wilayah itu dalam satu hari. Dan dia menghitung mereka yang mati di dalamnya, jadi ada 1. 650.000 orang.

Demikianlah gambaran tentang kejadian dan korban akibat wabah thaun di daerah Bukhara. Tragis. Bengis. Nahas. Mereka  yang mati karena wabah sejatinya mati dalam keadaan syahid.

Kedua, provinsi Samarkand. Negeri ini juga dilanda wabah thaun. Menurut Ibn Hajar, wabah yang ada di Samarkand terjadi akibat menular dari provinsi Turkistan, Fergana (Uzbekistan), dan Kashgar (Cina). Dari sinilah sumber penularan wabah yang ada di Samarkand.

Ketika wabah melanda, Samarkand bak kota mati. Seolah tak ada kehidupan.Saban hari para warga disibukkan dengan memandikan, mengkafani, dan menshalatkan para korban meninggal yang terus berjatuhan akibat thaun. Per hari jumlah korban tewas mencapai 6000 orang lebih.

Tak mencengangkan kemudian, ghalib dijumpai mayat berjatuhan di jalanan Samarkand. Tentu  dengan kondisi yang menggenaskan. Ada jenazah keluar cairan bak nanah dari mulutnya.  ada juga penderita thaun mengalami pembengkakan hati. Dan paling mengerikan banyak  korban yang tewas keluar cacing dari mulutnya.

Dalam persentase Ibn Hajar, para anak anak rawan menjadi korban. Ada satu daerah semua anak kecilnya mati akibat thaun itu. Tak tersisa satu pun. Tercatat ada sekitar 900 anak-anak yang mati.  Lebih lanjut, dalam perhitungan Ibn Hajar, di Samarkand dalam jangka sebulan saja—tanggal 10 Syawal sampai Dzulka’dah—, ada sekitar 236.000 orang meninggal.

Demikianlah kisah wabah Uzbekistan: jutaan mayat bergelimpangan di Bukhara dan Samarkand

(Baca :Abu al-Aswad ad-Dualiy; Pencetus Ilmu Nahwu yang Wafat Akibat Wabah Jaarif)

 

 

 

 

 

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here