Kisah Uwais al-Qarni Memintakan Ampun untuk Umar bin Khattab

0
1825

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala’ (w.748 M), Imam adz-Dzahabi mencatat bahwa Uwais memiliki nama lengkap Abu Amr Uwais bin Amir bin Jaz’in Al-Qarani Al-Muradi Al-Yamani. Al-Qarni diambil dari nama daerah yakni Qaran yang terletak ditengah-tengah kota Murad. Uwais terkenal dengan kezuhudannya. Ia juga pernah dikirim menemui Umar untuk meriwayatkan hadits darinya dan Ali bin Abi Thalib.

Uwais adalah orang yang apabila berbicara mampu menembus hati para pendengarnya dan tidak ada satu pun orang yang berani mengangkat suara ketika ia berbicara. Ada kisah menarik dari seorang Uwais al-Qarni yang perlu kita renungkan. Begini kisahnya.

Suatu ketika, ketika serombongan kabilah sampai di penduduk Yaman, Umar bin Khattab bertanya kepada rombongan tersebut, “Apakah ada di antara kalian yang berasal dari daerah Qaran?” tanya Umar.

Sejenak kemudian rombongan saling toleh diantara mereka. Lalu pandangan Umar bin Khattab tertuju kepada salah seorang di antara mereka. Pandangan mereka lalu bertemu – saling pandang – maka Umar pun berkata, “Hai kamu yang memandangku,  siapakah namamu?” tanya Umar bin Khattab. “Ya Amirul Mu’minin, aku Uwais” ia menjawab pertanyaan Umar.

Umar melanjutkan pertanyaannya, “Apakah engkau mempunyai seorang ibu?”. Dia menjawab “Engkau benar ya Amirul Mu’minin”. Umar kembali bertanya, “Apakah kamu mempunya penyakit keputihan”. Dia kembali menjawab, “Engkau benar wahai Umar. Tapi, aku lalu berdo’a kepada Allah, agar menyembuhkan penyakitku itu. Allah pun mengabulkan permintaanku.”

Umar berkata kepada Uwais Al-Qarni, “Wahai  putra Amir, mintakanlah ampunan untukku kepada Tuhanmu” pinta umar kepada Uwais al-Qarni. Kemudian Uwais menjawab, “Engkau lebih berhak untuk memintakan ampunan untukku wahai Umar putra al-Khattab, karena engkau adalah sahabat Rasulullah”.

Baca Juga :  Tantawi Jauhari dan Tafsir Ilmi

Umar pun berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda tentang dirimu, ‘Sebaik-baik tabi’in adalah seorang pria yang bernama Uwais al-Qarni. Dia memliki seorang ibu dan pada dirinya ada penyakit keputihan. Kemudian ia berdoa kepada Allah dan Allah menghilangkan penyakit yang ada dalam dirinya kecuali satu tempat sebesar uang dirham pada pusarnya’.

Setelah mendengar jawaban Umar, Uwais pun memintakan ampun untuknya. Kemudian dia masuk kedalam keramaian orang dan kami tidak tahu lagi dimana dia berada.

Dari kisah di atas, dapat diambil pelajaran bahwa kita sebisa mungkin meminta didoakan kepada siapa saja yang kita temui atau sebaliknya. Do’akan dalam hati siapa saja yang kita temui. Sebab, kita tak pernah tau orang yang mana do’anya akan terkabul. Boleh jadi, orang yang kita minta do’a, walaupun tidak kenal, adalah seorang zahid yang takut kepada Allah sehingga tidak ada penghalang antara  do’anya dan Allah. Wallahu’alam bish-showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here