Kisah Umar Mengirim Surat kepada Sungai Nil

0
482

BincangSyariah.Com – Dikisahkan sungai nil kering. Air tidak mengalir. Upaya penduduk Mesir agar sungai nil kembali mengalir adalah dengan membuang seorang gadis perawan setahun sekali ke dalam sungai nil sebagai tumbal. Ketika Islam mulai menaklukkan kota Mesir pada pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sungai nil kembali tidak mengalir.

Saat itu, sahabat yang diutus menjadi gubernur Mesir adalah Amr bin Ash. Para penduduk Mesir pun pergi menjumpai Amr bin Ash tentang masalah yang mereka hadapi.

“Wahai pemimpin, nil kita selama setahun ini tidak mengalir kecuali dengan cara ini.”

“Dengan apa?”

“Jika sudah malam ke 12 di bulan ini, kami akan melemparkan seorang gadis perawan dari orang tua yang ridha anaknya dijadikan tumbal, dan gadis itu kami pakaikan perhiasan dan baju yang bagus, lalu kami buang gadis itu ke sungai nil ini.”

“Sungguh, ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan Islam, Islam menghancurkan praktek-praktek sebelum datangnya Islam (jahiliyah).”

Penduduk Mesir pun mau mendengarkan arahan Amr, dan mereka mampu bertahan selama tiga bulan dengan kondisi sungai nil tidak mengalir dengan aliran kecil maupun deras. Hingga mereka berencana mau pergi dari Mesir.

Lalu, Amr bin Ash mengirim surat kepada Umar bin Khatab mengenai kondisi di Mesir. Dan Umar pun membalas surat Amr.

“Sungguh, benar apa yang telah engkau lakukan, dan aku mengirim kepadamu (juga) sebuah surat di dalam suratku ini, maka lemparkanlah surat itu ke dalam sungai nil.”

Lalu Amr mengambil sebuah surat yang tertulis di dalamnya, “Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukminin kepada sungai nilnya penduduk Mesir. Amma ba’du. Jika engkau mengalir seperti sebelumnya dan atas urusanmu, maka janganlah mengalir, karena kami tidak butuh denganmu. Dan jika kamu mengalir karena perintah Allah yang Maha Esa dan Maha Memaksa, Dialah yang mampu mengalirkanmu, maka kami memohon kepada Allah ta’ala agar mengalirkanmu.”

Baca Juga :  Mengambil Hikmah dari Nabi Musa dan Fir'aun

Amr bin Ash pun melemparkan surat Umar itu ke dalam sungai nil. Dan di malam harinya Allah swt. telah mengalirkan sungai Nil enam belas dzira’. Dan Allah swt. telah memutus masa paceklik penduduk Mesir hari itu.

Kisah karamah Umar bin Khattab tersebut dikisahkan di dalam beberapa kitab seperti Jami Karamat Auliya’ karya Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, Al-Bidayah wan Nihayah karya Imam Ibnu Katsir, Futuh Misra karya Ibn Abdil Hakam, Syarah I’tiqad Ahlis Sunnah karya Al-Lalika’i, Tarikh Dimasyqi karya Ibnu Asakir, dan Al-Udhmah karya Abus Syeikh. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here